
kira kira jam sepuluh pagi ari dan emha
pulang kerumah ari cuma menggantar
emha seperti biasa agak jauh dari pintu
gerbang itu pun atas dasar permintaan emha.
''sampai sini aja abang.
''kenapa sih yank nggak pernah mau
aku antar sampai pintu gerbang itu?tanya ari.
''nggak apa apa, nggak enak aja
sama majikan aku, nanti pemikirannya lain ke aku.
''baiklah hati hati yank, pelan aja jalannya
jangan ngangkang kayak gitu nanti di tanya orang ...tegur ari setelah memperhatikan cara jalan emha yang agak nggak biasa.
raut muka emha sontak memerah
setelah mendengar penuturan ari soal cara jalannya.
ari pun meninggalkan emha sambil tersenyum.
emha pun berjalan perlahan dan berusaha berjalan seperti biasanya.
meski rasa perih masih sangat terasa di belahan pahanya.
emha masuk kerumah lewat pintu samping sambil mengendap ngendap.
sementara orang rumah ngumpul di ruang tamu.
''kayaknya ada tamunya nyonya
gumam emha.
''tapi kayak aku kenal suara itu?
''oh... iya itu suara mama papanya ari.
kata emha yang sedang bicara sendiri.
emha berhenti dan menyandarkan badannya di dinding berniat untuk mendengarkan percakapan orang yang ada di dalam ruang tamu itu.
setelah berdiri sekitar lima menit
tiba tiba badan emha bergetar mendengarkan percakapan kedua orang tua kekasihnya .
kalau kedatangannya kesini berniat
melanjutkan cita cita mereka yang sudah lama sekali tertunda.
yaitu melanjutkan perjodohan riri dan ari.
__ADS_1
itu kata kata kedua orang tua ari yang sempat di dengar oleh emha.
bagaikan petir yang menyambar, jantung
emha berdetak dengan kencang air matanya tak terbendung lagi.
mengingat apa yang terjadi semalam.
sebuah mahkota dan harta satu satunya yang iya miliki telah dia serahkan dengan pasrah kepada ari.
dengan hati yang hancur emha berjalan
menuju kamarnya hatinya sudah hancur
seluruh tenaganya seakan telah habis air mata tiada henti mengalir.
emha masuk kamar dan mengunci pintu
kamarnya sengaja dia tak beraktivitas
seperti biasa karna dia sudah ijin sama
majikannya.
di dalam kamar dia menangis sambil bercermin dan berkata.
''apa yang kau miliki emha?
''harta satu satunya yang di titipkan allah pun telah kau serahkan kepada orang lain.
dia lalu berbalik dan meraih handuk lalu melangkah menuju kamar mandi.
''tuhan......betapa pahit jalan hidup yang
telah kau garis kan padaku, kata emha dalam tangisnya.
hari sudah malam keluarga ari berkumpul di meja makan siap siap untuk menyantap makan malam tapi sebelum makan bapak ari membuka pembicaraan.
''ari bapak mau bicara penting sama kamu.
''ya, silahkan pak,tapi kalau mau bicara
soal pekerjaan pendirianku masih sama.
sahut ari menimpali ucapan bapaknya.
''bukan masalah itu nak.
''baiklah silahkan bicara pak.
''karna aku juga akan menyampaikan sesuatu kepada bapak sama ibu.
''kami rasa kamu sudah cukup dewasa
sekarang dan kamu juga satu satunya
penerus dari semua perkebunan bapak
__ADS_1
jadi kami ingin kamu segera menikah.
''kami sudah tua kami ingin melihat kamu
berkeluarga dan memberikan kami cucu.
''akan tetapi kali ini biarkan bapak dan ibu
yang menentukan dengan siapa kamu menikah.
''tapi pak....
''tidak ada tapi untuk kali ini...kata bapak ari dengan nada suara agak tinggi.
''kami sudah menentukan jodohmu dan itu sudah kami rencanakan semasih kamu anak anak dan itu adalah janji bapak kepada sahabat bapak.
''maaf pak tapi tidak bisa begitu.
''yang akan menjalani pernikahan dan berumah tangga itu aku,aku yang akan menjalani pernikahan ini bukan bapak atau pun ibu.
''saya tidak bisa mewujudkan keinginan bapak karna saya sudah punya calon istri pilihanku sendiri dan kami akan menikah,
aku hanya akan menikah dengan pilihanku bukan pilihan bapak titik.
ari berdiri dan hendak pergi tapi ibunya
berdiri mendekati dan memeluknya
''duduk nak....
''mari kita bicarakan dengan hati dingin
toh kami kan belum ngomong siapa perempuannya,
bujuk ibu ari dengan penuh kelembutan
sambil mengusap usap kepala ari.
''tapi ibu....aku tidak mau di jodohkan
ari sudah punya gadis pilihan ari sendiri.
''yang masalahnya gadis kamu itu apaa...sahut bapak ari lagi.
''keturunannya sama nggak sama kita?
''kastanya ,kita harus mencari yang sederajat sama kita ari...
''bukan asal cantik dan menarik tapi kita
harus menjaga kelanjutan keturunan kita.
''menjaga harkat dan martabat kita.
''terserah bapak mau ngomong apa.
''yang jelas aku tidak akan pernah menikah kecuali dengan wanita pilihanku.
__ADS_1
ari melangkah pergi meninggalkan ke dua orang tuanya.