
"untuk apa"
kau lakukan semuanya.
"kamu pikir dengan kau menyembunyikan
semua ini semuanya akan baik baik saja.
"jawab"
aku,untuk apa kau lakukan semua ini
berbulan bulan aku mencarimu,emha.
namun pertanyaan ari tak mendapatkan jawaban hanya air mata yang tiada henti mengalir membasahi wajah yang begitu pucat,ari yang melihat itu terasa
hatinya bagai tersayat sayat.
ari lalu melangkah maju mendekati dan berniat untuk merangkul keduanya,akan tetapi emha menepisnya sambil menangis dengan histeris sehingga dengan cepat dokter datang dan menegur mereka ari dan ratna.
sambil dokter memberi penanganan kepada emha,dokter juga memberi nasehat kepada ari dan ratna agar.
" jangan memberi penekanan kepada pasien yang kesehatannya belum terlalu pulih apalagi seorang wanita yang hidupnya penuh dengan komplit.
emha kembali di suntik oleh dokter dengan obat penenang nampak dia kembali tertidur sementara anaknya di bawa oleh perawat kembali ke ruangan bayi.
ari dan ratna di panggil ke ruangan dokter.
"pihak keluarga nyonya emha,silahkan ikut aku ke ruanganku,kata dokter yang
menangani emha.
keduanya pun ikut mengikuti langkah
dokter tersebut.
sesampainya di sebuah ruangan yang bercat putih bersih dan isinya tertata rapi mereka pun dipersilahkan duduk .
"silahkan duduk .
__ADS_1
baik dokter"ucapan ari dan ratna bersamaan.
dokter itu memulai pembicaraan dengan meminta maaf kepada keduanya.
"maaf kalau aku menganggu waktu kalian.
"kata dokter.
"ngak apa apa dok..
"kami nggak merasa terganggu
ucap ari.
sementara ratna sibuk dengan pikirannya sendiri mencoba menerka apa yang terjadi dengan sahabatnya itu'
aku cuma ingin membicarakan soal keadaan nyonya emha,tapi sebelumnya aku harus bertanya siapa penanggung jawab atas semua biaya pengobatan nyonya emha?
"saya dokter.
"saya yang akan membiayai semuanya,
"ari langsung memutar badanmya dan sudah berhadapan dengan ratna.
"tidak ratna,kamu tidak boleh membiayaiinya.
"kenapa tidak boleh?tanya ratna dengan raut wajah yang agak tegang sambil menatap ari.
"karna yang bertanggung jawab dengan semua yang menyangkut emha adalah saya.
"nggak, nggak boleh sudah pasti emha
nggak bakalan mau menerima sepeser uang dari kamu.
ari baru mau angkat bicara kembali
tiba tiba dokter yang dari tadi duduk di depan mereka menengahi kedua orang yang saling ngotot.
"sudah"
__ADS_1
kata dokter yang menangani emha, itu nanti, kalian silahkan berdebat di luar kalau apa yang akan aku sampaikan kepada kalian berdua sudah selesai.
mereka pun kembali duduk dan siap mendengarkan apa yang akan di sampaikan dokter kepada mereka berdua.
"begini.
"sebenarnya kami menemukan nyonya emha agak sedikit terganggu atas kehadiran saudara ari.
"jadi kalau boleh aku sarangkan
agar saudara ari lebih baik pulang dulu
menjauh dan jangan sampai menemui pasien kami secara diam diam.
"maaf saya bukan berniat untuk mengusir saudara ari akan tetapi ini
harus aku lakukan agar pasien cepat normal dan kembali sehat.
"jujur kalau kami sudah berapa hari mempelajari keadaan sehingga kami
berani mengambil jalan seperti ini.
"karna kalau terus begini kami dari pihak
kesehatan menakutkan terjadinya gangguan syaraf yang mengakibatkan
sangat fatal dari bagian fisik dan mental nyonya emha.
"biarkan dia beristirahat .
"dan tuan ari sebaiknya memantau dari jauh saja.pungkas sang dokter.
"baiklah dok...akan kami lakukan saran dokter agar emha cepat pulih.
"kalau begitu kami pamit dok....mari
silahkan.
setelah mereka berdua keluar dari ruangan dokter ratna memandang ari seakan mengharap jawaban
__ADS_1
ari yang mengerti dengan pandangan ratna langsung menjawab.