
"kau mau penjelasan dari aku ari.
"iya aku memang berangkat bersama emha.
"sebulan setelah kepergian kami tak ada tanda tanda kalau emha hamil .
"setelah jalan dua bulan barulah emha terasa sering lemas dan mudah lelah kami pun menemui dokter umum karna kami kira cuma penyakit biasa namun sesampai di sana kami di beri surat rujukan ke dokter kandungan.
emha semakin curiga dengan keadaannya bahwa dirinya hamil namun dia tak mau ke dokter kandungan ,emha lebih memilih membeli alat tes kehamilan di sebuah toko.
emha melakukan tes lalu kami menunggu
beberapa menit setelah kami lihat benar adanya hasilnya positif saat itu tangis emha pecah .
aku sudah menyarankan agar emha mau menghubungimu akan tetapi emha tak mau menganggumu,karna kamu sudah menikah dengan riri.
"tidak ratna aku tak mau menjadi duri dalam daging ,tuan dan nyonya sangat baik sama aku apalagi non riri dia sudah seperti saudaraku sendiri tidak mungkin aku akan menghancurkan rumah tangga saudaraku sendiri,ucap emha.
ratna berbicara panjang lebar tiba tiba dokter datang dan memanggil nama ratna.
"ratna.
"ratna gimana ini?
"nggak adakah keluarga emha di sini?
"kita harus memberi kesempatan untuk berpendapat secepatnya karna emha harus di operasi dan kemungkinan emha untuk selamat sangat sedikit dari ilmu kedokteran menyatakan tinggal tiga puluh persen kemungkinan emha untuk selamat.
mendengar penuturan dokter jantung ari seakan mau copot bagaimana tidak
__ADS_1
perempuan yang selama ini dalam diam dicarinya di temukan dalam kondisi yang memprihatinkan
ari tak mau sesuatu terjadi terhadap emha.
"aku tak mau kehilangan kamu lagi.
kamu menghilang berapa bulan aja rasanya ratusan tahun apa lagi .
"ah"lalu ari berkata ,
"dokter lakukan yang terbaik untuk emha,selamatkan dia dokter.
kata ari dengan mata berkaca kaca.
ada banyak penyesalan di dalam hati ari.
rasa bersalah terus menyelimuti hatinya itu yang membuat ari merasa tidak tenang.
setelah dokter kembali masuk ke ruangan di mana emha di tindak lanjuti.
Ari menjatuhkan badannya terduduk dan bersimpuh memohon kepada tuhan .
"tuhan selamatkan emha dari maut ini.
''hukum aku tuhan jangan kau menghukum wanita yang tulus aku cintai.
seorang perawat muncul dari dalam ruangan lalu berbicara.
"nyonya emha masih dalam keadaan tak sadarkan diri dia butuh transfusi darah,dia mengalami pendarahan hebat,tapi masalahnya persediaan darah yang cocok untuk emha kosong.
__ADS_1
tolong cari pendonor darah yang cocok secepatnya karna harus secepat mungkin di lakukan operasi.
lebih cepat lebih bagus karna makin lama kita lakukan operasi maka makin sedikit kemungkinan nyonya emha selamat,
ucap perawat itu.
"baiklah mbak"kata ratna"
ratna mulai berputar mencari pendonor untuk emha meskipun harus aku bayar mahal,kata ratna.
tapi sialnya tak ada satupun yang cocok untuk emha.
tiba tiba riri datang menawarkan jasa mau menjadi pendonor emha secara suka rela,
entah dari mana datangnya,aku juga nggak perduli yang penting saat ini
emha selamat.
sepintas ku lihat riri menyeka air mata lalu masuk ke sebuah ruangan di mana dia akan memberikan darahnya untuk emha.
Ari mengikutinya lalu memanggil namanya akan tetapi riri tak menoleh.
Ari terus mengikuti riri meskipun riri tak mempedulikannya.
sekitar tiga puluh menit riri berada di dalam ruangan itu melakukan proses pengambilan darahnya.
seharusnya riri melakukan istirahat yang cukup namun riri tidak memperdulikan kata dokter, setelah selesai dokter mengambil darahnya, riri langsung berdiri dan berniat untuk pergi
Ari mencoba melarangnya dan memegang tangannya akan tetapi riri dengan sigap menepis tangan ari dokter yang berdiri pas di dekat riri hanya diam setelah melihat respon riri kepada ari.
__ADS_1
sementara itu di dalam ruangan operasi dokter mulai melakukan operasi terhadap ratna.
dokter dan parah perawatnya sibuk melakukan tugas masing masing.