
perlahan lahan emha melepaskan pelukan ari dengan cara menarik tubuhnya akan tetapi ari terus menahan bahkan tak segan segan ari menarik pinggul emha agar lebih dekat lagi.
''sudah abang nggak enak di lihat tetangga apalagi kalau tetangga tau kalau abang sudah punya istri bisa bisa aku di cap pelakor di sini.
''mengapa kamu tak pernah berubah selalu pusing dengan penilaian orang kepadamu.
''lalu harus bagaimana abang?
''ya harusnya kamu tetap santai kita ini punya jalur masing masing.
''ya...nggak bisa begitulah abang aku ini di sini sudah sangat rendah di mata masyarakat sekitar sini karna apa karna aku sudah melahirkan anak tanpa ayah .
ari terdiam setelah mendengarkarkan penuturan emha yang memang betul kalau di pikirkan .
kini ari melepaskan pelukannya setelah itu dia melangkah mendekati kursi lalu duduk secara perlahan .
''di mana anakku emha?
''dia bukan anak abang.
''kenapa bukan anakku...?
''karna kita tak pernah menikah abang.
''jadi jangan pernah berani berkata dia anakmu.
''tidak boleh begitu, kalau memang cuma karna masalah menikah ayo kita menikah sekarang juga.
''nggak aku nggak mau menjadi pelakor.
__ADS_1
''terus ,apa mau kamu?
''lupakan aku dengan rean.
''lalu menikah dengan lelaki kaya tadi?
''terus anakku akan kamu palsukan data datanya sebagai anak dari lelaki tadi.
''iya ,aku akan menikah dengan indrawan,jawab emha dengan nada marah dan kesal.
''kenapa....kenapa bukan sama aku apa kurangnya aku emha ,kata ari setengah berteriak sambil berdiri dari duduknya.
suasana di depan pas di teras rumah semakin memanas sementara rean di dalam kamar mulai menjerit jerit meminta susu .
sementara emha yang bertarung mulut dengan ari semakin sengit langsung meninggalkan ari begitu saja setelah mendengar anaknya menjerit menangis .
''ratna berikan kepadaku.
''sekilas ratna menjerling ari seakan penuh curiga.
ari yang seakan mengerti dengan pandangan ratna langsung menyahut.
''serahkan kepadaku percaya kepadaku kalau aku tak akan merebut putra kalian.
ratna lalu menyerahkan rean kepada ari secara perlahan lahan meski ratna masih saja tarik undur.
''sini ..anak itu..kenapa sih nggak kamu nggak emha semua penuh curiga pada aku.
''apa sebenarnya terjadi?
__ADS_1
''nggak ...ari kami cuma harus ekstra hati hati.
''tetapi tidak sama aku ratna.
''kami nggak perduli sama siapa saja termasuk kamu.
''ratna....kata ari setengah berteriak.
''lho saya jujur dengan apa adanya.
''sekarang aku mau nanya sama kamu kenapa kamu tak pernah mau menghubungiku meski sekedar memberi kepastian akan keadaan emha dan anaknya.
''karna aku masih menyanyangi sahabatku dari pada kamu.
ari hanya bermuka masam setelah mendengar ucapan ratna.
tiba tiba ratna berbalik lalu menarik sebuah laci kecil kemudian berbalik lagi berhadapan dengan ari ratna menarik telapak tangan ari lalu meletakkan sebuah kartu kecil lalu berkata.
''maaf ari aku sebenarnya tidak mau mengiakan syarat kamu malam itu akan tetapi aku pikir lagi kalau aku tak mengiakan syarat kamu pasti kamu tak mau pergi dari rumah sakit maka dari itu aku mengiakan setiap syarat yang kau ajukan .
''itu kartu kamu kami tak pernah mengunakan sepeser pun uang kamu meski kami hidup dalam kekurangan kami bukan pengemi apalagi emha dia bukan termasuk wanita yang akan dengan mudah merusak rumah tangga kamu.
''dan juga sampaikan salam emha dan rean kepada kedua orang tua kamu katakan padanya kalau mereka masih hidup dan jangan berani lagi....tiba tiba emha datang memotong pembicaraan ratna dengan ari sambil berteriak .
''ratna itu ...itu...teguh nelpon nyari kamu penting katanya telpon balik ya...
''emha...teriak ari kamu sengaja menghalangi ratna kan,katakan apa pernah orang tuaku menganggu kamu?
''siapa...orang tua kamu .....nggak...ngapain mereka menganngu aku..sudahlah sinikan rean biar kmaku tidurkan dan kamu pulanglah.
__ADS_1