
di sana ari bercerita tentang hubungan
kalian berdua sambil menangis bahkan
bisa menanyakan apakah kita pernah
bertemu atau tidak tapi aku menjawab
tidak kemudian berpesan seandainya
aku suatu saat ketemu sama kamu ari
menyuruhku menyampaikan kalau
perasaannya sama kamu masih sama seperti yang dulu.
tiba tiba hpku berdering setelah aku
lihat namamu lalu aku angkat dan benar
benar saat itu aku sangat takut kamu
kenapa napa akhirnya aku pergi dengan
terburu buru tanpa pamit sama ari.
tanpa aku sadari kalau ari mengikutiku
dari belakang dan sesampainya aku di
rumah langsung buka rumah dan begitu
syok aku melihat keadaanmu aku
berteriak histeris lalu ari berlari di
belakangku lalu dia terdiam saat
melihat perempuan tergeletak tak
sadarkan diri dengan bersimbah darah
dan teriakan ari lebih histeris lagi setelah melihat
bahwa itu adalah kau.
berhari hari ari bersamaku menjagamu
dan bahkan yang mendonorkan darahnya
sama kamu adalah riri yang merupakan
istri dari ari.
mata emha terbelalak kaget ,
apa.....non riri mendonorkan darahnya
sama aku?
iya,dia mendonorkan darahnya,
berarti dia tau tentang aku dan abang ari.
kayaknya begitu akan tetapi mungkin baru dia tau
__ADS_1
karna aku sempat lihat sebelum masuk
memeriksakan darahnya riri sempat
menyeka air matanya,kata ratna.
berarti abang ari tau kalau aku
melahirkan anak laki laki?
"itu sudah jelas karna dia terus
mendampingimu saat kamu tidak
sadarkan diri lalu kemudian kamu di
oprasi.
tapi sayangnya setiap kamu sadar lalu
melihat ari kamu langsung drop.
sehingga dokter menyarankan agar
ari sebaiknya menjauh dulu sebelum
kamu makin parah.
"berarti abang ari pergi karna terpaksa.
iya...dia pergi karna terpaksa .
dia sedih sekali ,waktu di suruh
berlinang sebelum dia pergi dia
memelukku dan mencium keningmu
lalu berpindah di ruangan anakmu dia
lakukan hal yang sama denganmu
setelah itu dia mengambil gambar
anakmu.
"dari semua yang di lakukan ari padamu
meyakinkanku bahwa dia masih sangat
mencintaimu.
"tidak ratna,aku tidak akan pernah
menginginkan abang ari kembali padaku
"aku tidak mau kembali menyakiti hati non riri.
"tapi kalian punya anak dan itu perlu
status kalau tidak itu akan berpengaruh
ke masa depan anakmu.
"meski itu berpengaruh kepada masa
__ADS_1
depan anakku aku tak akan menjadi
seorang pelakor yang akan menyakiti
hati sesama wanita.
sementara di tempat lain nampak
seorang lelaki duduk di sudut balkon
rumahnya sambil menatap jauh dengan
pandangan kosong.
begitulah yang di lakukan ari selama dia
pulang dari jakarta.
riri yang sering melihat suaminya
melamun mencoba mendekati nya.
"sore sayang kok melamun lagi'
"kamu rindu sama emha dan anaknya ya?
"ari menatap riri,seakan mau berkata tidak.
"kamu jangan bohong,aku ini istrimu bukan musuhmu.
"saya tidak akan melarangmu karna itu adalah tanggung jawabmu.
"meski aku sakit dan kecewa dengan
kenyataan ini tapi aku tak boleh egois.
ari menarik tubuh istrinya lalu memeluknya.
"maafkan aku sayang.
"tak ada niat aku menyembunyikan
tentang aku dan emha akan tetapi aku
saat itu memang benar benar belum
siap kehilangan emha lalu kemudian
emha menghilang entah di mana
rimbanya aku mencarinya kemana mana
tapi mencari seorang emha seumpama
mencari jarum di tumpukan jerami.
"sebenarnya kedua orang tuaku tidak
salah memilih seorang istri untukku.
"kau adalah istri yang baik tapi aku tidak baik untukmu.
"sebenarnya aku di kelilingi oleh bidadari
hebat yang membuat aku sulit untuk memilih.
__ADS_1