
dengan cepat suster itu mengambil bayi yang sedang tidur lelap di atas dada ibunya.
sedangkan ratna segera memanggil dokter .
tak berapa lama menunggu dokter pun datang dan segera memeriksa emha.
"alhamdulillah emha sudah berhasil melewati masa kritisnya,
kata dokter.
"akan tetapi saya harap jangan ada yang mengganggunya dulu biarkan dia istirahat.
"saya sudah memberi obat penenang dulu
biar dia istirahat agar dia gak terlalu banyak bergerak dan berbicara
karna keadaannya masih sangat lemah
begitulah kata dokter.
akhirnya ratna dan ari keluar dari ruangan sedangkan suster itu kembali berjalan bersama dokter sambil menggendong bayi emha .
"emha sudah sadar alhamdulillah ,
kata ari.
"iya,alhamdulillah akhirnya dia sudah melewati masa masa kritisnya,
jawab ratna.
"akan tetapi,kata kata ari terputus.
"akan tetapi kenapa tanya ratna?
"aku takut ratna, emha kabur dan menghilang lagi seperti dulu .
"aku tak mau kehilangan dia lagi apalagi
sekarang ini dia bersama putraku
meskipun kami belum menikah akan tetapi anak itu tetaplah anakku.
entahlah bagaimana selanjutnya cerita kalian?
"di satu sisi kamu mau memiliki emha dan putranya sedangkan di sisi lain kau punya riri istri sahmu.
"oya,
__ADS_1
kamu ke jakarta dalam rangka apa?
"bukannya kamu bersama istrimu,
bahkan istrimulah yang mendonorkan darahnya kemaren terus dia menghilang
entah kemana?
"baiknya hubungi dia kasihan
sudah pasti syok setelah mengetahui masa lalumu dengan emha .
"apalagi hubungan keduanya bisa di bilang adek kakak.
"pulanglah dulu jelaskan semuanya biar masalah ini tidak tambah rumit,
kata ratna.
Ari terdiam,
kemudian dia mengusap mukanya dengan kasar.
"astaga,aku telah melupakan riri,
ratna aku pulang dulu ke hotel kabari aku kalau emha sudah bangun,kata ari.
"oke..
sahut ratna .
Ari segera berlari arah keluar dan mencari mobilnya setelah sampai di tempat dimana mobilnya di parkir
Ari segera naik dan melaju mobilnya dengan cepat.
Ari sudah sampai di hotel dan langsung berlari menuju kamar yang di sewa kemaren dia mencoba mengesek kartu yang dia punya lalu masuk kamar
namun dia tak menemukan siapa pun
bahkan pakaian riri sudah tak ada
cuma selembar kertas di temukan di atas kasur.
"mas"
"tak ada luka yang tak berdarah,tapi
"benang putus bisa di sambung,
__ADS_1
" benang yang kusut masih bisa di rapikan,
"hatiku yang sedang terluka jangan ada yang tau
"izinkan aku pergi sedikit mengobati lukaku doakan supaya cepat kering.
"biar luka itu tak terlihat banyak mata.
"dari istrimu"
maafkan aku riri sebenarnya tak ada niat untuk merahasiakan semuanya,kata ari.
yang sedang berbicara sendiri'
akan tetapi keadaan saat itu yang membuat aku kalut.
sementara riri yang sudah dalam perjalanan pulang ke kota kecilnya
di mana keluarga besarnya termasuk orang tua beserta mertuanya tinggal.
riri yang sedang kebingungan mencari alasan untuk ketidak pulangan ari bersamanya memutar balikkan cara duduknya yang membuat sopir yang duduk di depannya sesekali meliriknya.
riri sedang mempersiapkan sebuah jawaban yang tepat dengan pertanyaan yang akan di dapat dari orang tua bahkan mertuanya.
mulai dari ari nggak pulang bersamanya ,kemudian mengarah ke hasil pemeriksaan dokter tentang kesuburannya.
" bagaimana ini haruskah aku berbohong tentang ari dan keadaanku?
tapi aku tidak punya keberanian untuk berbohong apalagi kepada kedua orang tuaku dan orang tua ari.
riri berpikir sejenak lalu mengusap air mata yang senantiasa membasahi sudut matanya.
"tidak" aku harus jujur tentang keadaanku dan soal ari itu tugas ari untuk menjelaskan semuanya.
"aku harus tegar,kuat,aku tidak boleh menangis di depan mereka.
"kamu harus kuat riri,riri memberi semangat kepada dirinya sendiri.
karna asyik bermain dengan fikirannya
riri hampir saja melewati rumahnya,
setelah sadar dengan bangunan megah
yang sempat di liriknya membuat riri tersadar bahwa itu adalah rumahnya
dengan cepat riri berteriak.
__ADS_1
"pak,pak stop itu rumahku
kata riri kepada seorang lelaki paruh baya di depannya.