
Semua orang juga bisa merasakan hal yang sama bahwa ada orang yang sengaja ingin menjebak Milan Elea Putri itu agar Milan Elea Putri itu tercoreng namanya dan juga menginap di kantor polisi setidaknya semalam.
Namun karena bukti-bukti yang kurang cukup dan juga pengacara top yang digandeng oleh Dilan untuk menyelamatkan Lea, membuat ke pihak kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan hal itu.
Bahkan kapten Malik langsung mengeluarkan surat untuk menjamin Lea, dan memakai surat itu sebagai alat untuk bisa sewaktu waktu memanggil wanita cantik itu dengan dalih penyelidikan yang belum usai.
* * *
Seusai surat itu keluar dan di tandatangani, Lea bisa dengan lega keluar dari kantor polisi yang menyesakkan itu dan menghirup udara bebas dengan leluasa.
Sesudahnya Kapten Malik merenung di ruangan kantornya dan memikirkan hal-hal yang mungkin berkaitan dengan pelaporan ini.
“Ndan, kok malah melamun sih?” tanya Harris, salah satu bawahannya.
“Hmm, bingung kena kasus aneh.” sahutnya tak mau jujur, padahal saat ini sebetulnya dirinya sedang memikirkan wanita cantik tadi yang terlihat aneh tapi menurutnya cukup tenang dalam menghadapi permasalahan yang menjerat dirinya malam hari ini.
“Kasus aneh atau wanita aneh? Yang tak terlihat menginginkan komandan yang masih single dan tampan serta menawan.” godanya kepada sang komandan Yang terlihat melamun setelah kedatangan Lea tadi bersama dengan pengacara Top yang mengiringinya.
“Kasus!!! Napa sih kamu itu kelihatannya senang banget jodoh jodohin saya? Emang komandanmu itu gak laku apa?”
Kapten Malik hanya menggoda bawahannya saja, Sebenarnya dia tidak marah juga ketika anak buahnya itu terkesan seperti menggoda dirinya.
Sebenarnya Kalau boleh jujur memang dia merasa resah dengan kedatangan Lea tadi.
Entah kenapa perasaannya berbeda ketika melihat Lea dengan melihat wanita-wanita cantik lainnya.
Malik merasa bahwa Lea itu menyembunyikan sesuatu, ada perasaan sedih yang tergambar di bola matanya yang indah.
__ADS_1
Apakah mungkin Lea itu adalah jodoh nya ? Karena hatinya tergetar hanya karena melihat wajah cantik dari Milan elea putri tadi padahal dirinya tidak pernah tertarik untuk menjalin hubungan dengan wanita sebelum dia melihat wajah Lea tadi.
Entah kenapa dirinya merasa memiliki keinginan untuk melindungi dan menjaga Lea.
Tatapan matanya yang sendu mengguratkan permasalahan hidup yang besar yang saat ini dihadapi oleh wanita tersebut.
“ Maaf Ndan! Siap Salah!! Tapi saya itu melihat ada Binar yang berbeda ketika komandan menatap wanita itu. Lagian komandan itu adalah laki-laki grade A yang menjadi impian para orang tua untuk mencari mantu untuk anak-anaknya. Sudah tampannya level dewa, pekerjaannya mapan, jabatannya bagus, apapun yang diinginkan mertua itu semuanya ada pada komandan. Lalu kenapa komandan Masih betah melajang?” Haris menaik turunkan alisnya karena sebagian dari perkataannya itu adalah perkataan untuk menyindir komandannya yang betah menjomblo sampai sekarang.
“ Karena belum bertemu jodoh yang tepat dan juga wanita yang bisa menggetarkan hati saat memandangnya saja.” ucap Kapten Malik dengan nada lirih namun tatapan matanya menyendu.
“ Berarti wanita tadi adalah salah satu calon yang sesuai dengan kriteria komandan ya?” Haris sekarang sudah bisa memastikan dengan pasti bahwa wanita tadilah yang membuat komandannya menjadi linglung dan sedikit termangu gara-gara wanita yang sudah mencuri hati komandannya itu.
“Sudah, gak usah banyak memprediksi dan ngomong ngawur lagi lebih baik kamu sekarang aku tugasi untuk mencari semua data dari wanita tersebut. Karena Aku curiga ada sesuatu yang disembunyikan oleh wanita itu sehingga membuat orang lain itu ingin menjebloskan Dirinya ke penjara. Cari sedetil-detilnya!” perintah kapten Malik kepada haris anak buahnya itu.
“ Siap Komandan!” Haris langsung berlalu dari tempat itu karena dirinya juga penasaran dengan profil wanita yang tadi telah dilihatnya yaitu Milan elea Putri.
***
Untung saja Kapten Malik tidak keluar mengantar Lea karena takut kalau anak buahnya akan curiga bahwa dirinya memiliki rasa kepada wanita cantik itu.
Karena mungkin nantinya dia akan menjadi panas dingin melihat adegan romantis yang ditunjukkan oleh Dilan kepada Lea di depan mobilnya.
Setelah mengecupi wajah sang istri dengan raut khawatir karena dia takut kalau Lea akan dipenjara malam hari itu, dia langsung menghampiri pengacara Herman Husain yang menanti adegan romantis itu berakhir terlebih dahulu.
“ Bagaimana pak dengan kasus Lea?”
“Aman! Kepolisian juga menyadari adanya kejanggalan dalam kasus yang melibatkan Ibu Lea jadi ada penangguhan penahanan sementara untuk ibu Lea sampai hal ini benar-benar bisa di nyatakan oleh pihak Kepolisian Kalau tidak bersalah.” katanya dengan nada yakin karena dia juga melihat kejanggalan itu, yang memang menginginkan Lea untuk masuk ke dalam penjara setidaknya untuk membuat efek Jera terhadap Lea.
__ADS_1
Dan Herman Husein bukanlah orang bodoh, dia tahu bisa jadi orang yang menginginkan Lea masuk ke dalam penjara adalah istri pertama dari tuan Dilan.
“ Siapa menurut anda yang melakukan tindakan yang murahan ini?” tanya Dilan sambil menggertakkan gigi karena dia kesal dengan dalang yang telah menyudutkan sang istri.
Dilan juga menyadari bahwa kemungkinan terbesar yang melakukan hal ini adalah Safea, mungkin hal itu juga yang ada di pemikiran Herman Husain saat ini.
“ mungkin yang saya pikirkan bisa jadi sama dengan apa yang Tuhan bilang pikirkan! Tapi Tenang saja saya akan menyuruh seorang investigator untuk mencari kebenaran mengenai hal ini. Dan setelah banyak bukti-bukti, maka kita bisa melaporkan hal ini kembali kepada yang berwenang dengan data-data yang lebih akurat lagi. Bukti rekaman CCTV yang sudah saya ambil dari klub malam bisa dijadikan bukti bahwa Nyonya Lea tidak melakukan hal yang dituduhkan oleh mereka yang melapor ke pihak Kepolisian.” jawab pengacara itu dengan nada yang sangat tenang.
Lea yang mendengarkan percakapan antara Dilan dan Herman Husain hanya terdiam karena sejatinya di dalam hatinya yang terdalam sudah tahu siapa yang melakukan ini.
Lea hanya berkata pada dirinya sendiri bahwa sebentar lagi ini semua Usai.
Dia akan pergi dari sisi Dilan dan membiarkan Dilan telah mengurus hubungannya dengan Safea karena dirinya sudah mendapatkan apa yang dia inginkan Yaitu harta milik orang tuanya yang saat ini sudah menjadi miliknya.
Diurus oleh pengacara khusus perusahaan, maka dia akan pergi sejauh-jauhnya setelah menjual semua aset-asetnya agar dia tidak harus lagi berurusan dengan laki-laki laknat seperti Dilan dan juga wanita gila seperti Safea.
Memang Lea sudah memikirkan semuanya kalau dia akan menjauh dari Dilan setelah membalaskan dendamnya Yaitu mengambil seluruh harta kekayaan orang tuanya yang saat ini dipegang oleh Dilan dan juga Safea.
Ia juga meninggalkan 50% saham yang memang dimiliki oleh Dilan dan keluarganya.
Baginya saat bisa mendapatkan bagiannya yang seharusnya dimiliki oleh keluarga besarnya itu sudah cukup.
***
Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.
Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.
__ADS_1
Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!