Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!

Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!
33. Canggung


__ADS_3

“Ayo Lea . . .Aku akan mengantar kamu, sekalian kita harus berbicara. Jangan lagi lari dariku.” katanya dengan lembut membuat Aira tahu ada hal yang pernah terjadi di masa lalu.


“Tapi?”


“Sudah Le, aku akan mengikuti kamu dari belakang, tenang saja!” kata Aira menenangkan, membuat Lea mau tak mau harus menerima pengaturan ini.


Zio masih saja tidak mau digendong oleh maminya padahal biasanya dia sangat nempel sama Maminya Entah kenapa saat ini dia tidak mau berdekatan dengan Lea.


" Apa kabar kamu, Lea?" Tanya Malik dengan penuh Kerinduan.


Dia masih setia menggendong anak laki-laki kesayangan Lea itu dengan penuh kasih sayang bahkan Zio nemplok bak cicak dan menaruh kepalanya di perpotongan leher Malik serta merangkul lehernya supaya dirinya tidak bisa dijauhkan dari laki-laki itu.


Malik bahkan tidak jengah dengan perlakuan anak kecil itu dan bahkan dengan penuh sayang dia menepuk-nepuk punggung anak itu seperti memperlakukan anaknya sendiri.


Lea yang menatap semuanya itu hanya bisa terdiam dan membisu serta tidak bisa mengeluarkan komentar apapun bahkan untuk menjawab pertanyaan dari Malik saja dia tidak sanggup karena dia yakin ketika dia melakukannya pasti air mata itu akan deras bercucuran.


Lea menatap lurus ke depan dan mengikuti langkah dari Malik yang rupanya menuju ke arah coffee shop di mana Malik dan juga orang-orang yang bekerja dengannya berjanji untuk bertemu.


Malik sadar mungkin karena Lea masih canggung dengan dirinya dan juga pertemuannya yang begitu mendadak.


Tapi tak dapat dipungkiri kalau Malik merasa sangat bahagia karena bisa menemukan wanita pujaannya itu walaupun sudah 4 tahun berlalu namun cintanya dan perasaannya tidak pernah berubah terhadap wanita cantik yang ada di hadapannya itu.


Memasuki cafe shop banyak pandangan mata yang menatap Malik dan juga Lea serta anak laki-laki yang digendong oleh Malik dengan tatapan tak terbaca, yang pasti mereka sangat ingin tahu karena Malik memperlakukan Lea seperti istrinya sendiri dan Mereka tampak seperti keluarga bahagia yang sedang berjalan-jalan.


“Bos, nemu istri dan anak dimana itu?” tanya Hero yang merupakan sahabat sekaligus asistennya sekarang.


“Hmm, aku harus pergi mengantar mereka dulu. Kalian baliklah ke hotel terlebih dahulu. Aku akan menyusul.” Malik ternyata hanya minta ijin kepada sekelompok orang yang terdiri dari 2 laki laki dan 2 perempuan itu dengan tanpa memberitahukan apa apa lagi.


Lea menatap perempuan yang tadi bertemu dengannya karena perempuan itu menatap Malik dengan Tatapan yang aneh seperti orang yang kecewa karena ditinggal menikah oleh laki-laki kesukaannya.

__ADS_1


“ Tapi kita akan ada meeting penting sesudah ini, kita harus…” perempuan itu protes membuat yang lain rupanya maklum karena memang Sonja menyukai Malik sejak lama.


“Aku akan datang tepat waktu, kalian tak usah khawatir. Dan aku tidak akan merusakkan rapat penting itu, aku sudah mempelajarinya dan tinggal mempresentasikannya lagi dan bagiku Aku sudah cukup menguasainya!” perkataannya yang datar dan dingin membuat yang lain tahu bahwa Malik tidak ingin disela maupun diganggu dalam keinginannya kali ini.


Dan setelah menganggukan kepalanya Malik langsung menarik tubuh Lea ke dalam pelukannya dengan tangan yang bebas sedangkan tangan yang lain memeluk anak laki-laki yang rupanya sekarang sudah tertidur di dalam gendongan Malik.


Lea Hanya bisa pasrah karena dirinya tidak bisa meninggalkan Zio dengan laki-laki itu jadi untuk sementara dia menuruti apa yang diinginkan Malik agar anak laki-lakinya itu bisa kembali ke pelukannya.


Setelah dirasa cukup jauh dari Cafe tersebut karena mereka sedang menuju ke parkiran mobil di bandara itu, Lea langsung mengucapkan sebuah kata yang membuat Malik menatap dirinya.


“Maaf . . .”


“Untuk apa?”tanya Malik dengan sorot mata penuh kerinduan.


“Untuk segalanya dan yang terpenting untuk hari ini, sudah mengacaukan hari meeting kamu.” cicit Lea dengan menundukkan kepalanya.


Malik mengingat setiap detil dari wanita pujaannya hatinya itu dengan tatapan lekat.


Malik itu bekas investigator, ia tahu persis kalau usia anak ini sama dengan usia kepergian Lea, wanita kesayangannya itu.


Hanya ada 2 kemungkinan yaitu anak laki laki ini anaknya atau anaknya Dilan, tapi kalau melihat wajahnya yang mirip dengannya waktu kecil, ia berasumsi bahwa ini adalah anaknya.


Kalau benar, berarti ia harus bisa menaklukan wanita ini dan menikahinya.


“Banyak hal yang sudah terjadi setelah kamu pergi. Aku hanya berharap kamu bisa tinggal.” 


Malik hanya bisa mengucapkan kata-kata yang menurut Lea sangat ambigu karena tidak jelas Apa yang dimaksud olehnya namun Lea hanya bisa diam dan menundukkan kepala mengikuti langkah kaki dari Malik yang rupanya sudah sangat tahu ke mana mereka harus melangkah.


Dan sejujurnya Lea menjadi terkejut karena yang dituju oleh Malik adalah sebuah mobil Bugatti Veyron yang harganya sangat mahal dan menunjukkan bahwa status sosial Malik saat ini sangat tinggi karena mobil seperti ini tidak mungkin minjam di persewaan dan juga tidak mungkin kalau Malik minjam sama temannya kan?

__ADS_1


“Masuklah …” Malik mempersilahkan Lea untuk masuk ke dalam mobilnya ketika Lea hanya melamun menduga-duga sebenarnya siapa Malik sekarang?


“Hmm biar aku saja yang menggendong Zio, nanti kamu akan kerepotan Kalau menggendong sambil menyupir.” Lea menyodorkan tangannya untuk mengambil alih anak laki-lakinya itu namun Zio semakin erat memegang leher Malik dan tidak ingin melepaskannya sehingga mau tidak mau Lea mengalah dan membiarkan laki-laki itu menyupir sambil menggendong Zio.


“ Tak apa, tenang saja aku bisa kok!” Malik dengan tenang memeluk Zio dan menaruh di dadanya serta memundurkan posisi duduk nya supaya ia tak menekan tubuh Zi saat menyupir nanti.


Ia bahkan bisa memakai seat beltnya dengan mudah seakan membawa anak sambil menyupir itu adalah pekerjaannya sehari hari.


Lea tak bisa menolak lagi, ia lalu duduk manis dan memakai seat beltnya dan menatap ketampanan laki laki yang ada di sampingnya itu.


Sejujurnya dia hanya bingung bagaimana mengatakan yang sesungguhnya kejadian demi kejadian selama 4 tahun ini karena semuanya Sangat berhubungan dengan laki-laki tampan yang berada di sampingnya itu.


Sambil menarik nafas dan menghembuskannya Lea berusaha untuk tenang dan mengikuti skenario yang terjadi di hadapannya itu.


Lea juga tidak mungkin untuk berharap kepada laki-laki ini karena waktu 4 tahun itu pasti ada yang berubah dari status Malik yang mungkin sudah menikah sekarang.   


Ia sudah bertobat tidak ingin menjadi pelakor Kembali jadi ini hanya sekedar pertemuan biasa dan yang akan segera berakhir serta mereka tidak akan bertemu lagi. 


Lea menekankan hal itu di dalam pikirannya supaya tidak ada harapan-harapan untuk laki-laki tersebut begitu pula dengan dirinya. Mobil itu melaju dan kemudian pertanyaan Malik membuat dirinya keluar dari Lamunan Lamunan kosongnya itu.


“Mau kemana kita?” tanya Malik kepada Lea.


“Eh .. . hotel XXX aku sudah memesan kamar di sana . . .” sahut Lea dengan gugup.


“Hmm, baiklah!”


***


 Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.

__ADS_1


Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.


Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!


__ADS_2