Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!

Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!
28. Keterus terangan Malik


__ADS_3

“Hmm, apakah kamu mau statusnya dibuat menikah saja, biar aku gak akan dapat stigma buruk seperti yang kamu katakan itu?” tanyanya dengan berani untuk menggoda lea.


“Eh? “Lea cemas dengan perkataan Malik.


“Kenapa?Kamu takut?”


Malik mendekat dan membuat Lea sedikit terpojok dan kemudian hanya bisa berharap kalau Malik akan brhenti karna yang ada di belakangnya itu adalah tembok. Dengan kata lain dia tidak bisa melarikan diri ke mana lagi.


Dia juga tidak menyangka kalau Malik akan menggodanya seperti ini, dan dengan berani menyatakan apa yang menjadi keinginannya karena biasanya Malik sedikit jaga jarak dan tidak mau terlihat terlalu mendesak.


“Tolong ya Bapak penegak hukum yang terhormat, dengan mempermainkan perasaan seorang wanita seperti ini.”


“ Oh ya jadi aku yang mempermainkan berapaan kamu bukannya yang rela terjadi justru sebaliknya? Kamulah yang mempermainkan perasaan aku! Kenapa kamu melarikan diri dari aku? Memang salah  aku apa?” desak Malik dengan nada tegas dan juga mengintimidasi membuat Lea tidak bisa lagi menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Malik. Sebenarnya bukan tidak bisa tapi dia tidak mau menjawab pertanyaan dari Malik karena itu berarti dia membuka hati kepada Malik, karena rencananya bukanlah begitu skenarionya.


“ Maaf, Bapak penegak hukum yang terhormat! Tolong Jangan Paksa saya untuk melanjutkan kasus yang ingin bapak buka itu karena itu menorehkan luka di dalam perasaan aku dan hati yang sudah hampir sembuh …”


“ Oh ya? Kamu yakin kalau kamu sudah sembuh sepenuhnya? Apakah dengan menyerahkan diri kepada Dilan sebagai pelakor di tengah-tengah kehidupan harmonis keluarga Ardiansyah itu membuat kamu merasa bahwa perasaan dendammu selesai dengan begitu saja dan kamu tidak perlu lagi mencari Siapa sebenarnya yang telah membunuh kedua orang tuamu?” cecar Malik dengan nada sarkas dan sinis.


Lea tergagap, saat ini Bahkan dia seperti ikan mas koki yang mangap-mangap karena kehabisan air dan tidak bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan Malik.


Lalu Lea menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya dan kemudian pecahlah tangisnya yang sudah tadi dia tahan-tahan. Ketika melihat wanita Pujaan hatinya itu menangis, rasa iba keluar dari perasaan Malik lalu kemudian Malik menarik bahu Lea dan mendekapnya di dadanya yang bidang serta kemudian mencium rambutnya dengan penuh kasih serta menggunamkan kata-kata maaf berulang-ulang kali.


“Maaf . . . maaf . . . aku tak bermaksud untuk mendesak mu mengungkapkan itu semua. maaf kalau itu menyakitimu!” kata Malik dengan nada lembut tapi masih belum bisa meredakan tangis dari Lea.


Malik masih setia memeluk tubuh ringkih dari Lea serta terus-menerus membisik dan kata maaf serta berkata bahwa dirinya tetap akan ada di sisi Lea Untuk mensupport Lea sampai kapanpun itu.


“Aku mencintai kamu Milan Elea putri . . “ kata Malik dengan nada lembut, membuat tubuh dari Lea menegang mendengar perkataan dari Malik itu.

__ADS_1


Sebenarnya dia bisa menebak Perasaan dari Malik kepadanya dan justru itulah dia menghindari Malik supaya tidak ada orang-orang yang tersakiti.


Demi Tuhan dia tidak sanggup menyakiti hati Malik lagi.


Dan Sejujurnya dia tidak bisa bertindak Egois dengan menerima cinta dari Malik yang begitu tulus kepadanya karena dia tidak pantas mendapatkannya.


Dia sudah kotor dan dia tidak ada bedanya dengan seorang kupu-kupu malam yang karena dendamnya melepaskan logikanya.


Dia berusaha berontak dari pelukan Malik karena dia ingin menyadarkan dirinya dan juga Malik bahwa mereka itu berbeda.


“ Gak, kamu itu gk cinta, kamu hanya kasihan melihat aku saja! Plis plis jangan katakan itu sama aku! kamu … aku itu tidak pantas bersama dengan kamu.Aku bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku kotor dan aku itu tak layak bersanding dengan kamu ataupun dengan siapa pun. Biarkan aku pergi dari sini dan menghilang dari kalian.” katanya sambil masih terisak, namun perkataanya sangat jelas dan Malik masih bisa mendengarkan setiap kata yang disampaikan oleh Lea dan dia sudah merasakan penolakan itu semenjak kasus penjebakan yang melibatkan Lea itu selesai.


Lea terkesan melarikan diri dan juga menghindar setiap Malik ingin berbicara secara pribadi dengan Lea.


“ Apakah kamu tidak mencintaiku juga?”


“Seperti apakah kriteria kamu ?”


“Yang pasti bukan seorang polisi dan bukan orang yang mendedikasikan diri untuk orang banyak, orang yang pilihannya dan matanya hanyalah terfokus kepadaku.”


“Maksud kamu seperti tuan Dilan?” nada cemburu tersirat dari apa yang dikatakan oleh Malik kepada Lea Namun ternyata Lia menggelengkan kepala tanda dia juga tidak memilih Dilan sebagai orang yang akan menjadi nahkoda dari perjalanan kehidupannya.


“ Lea, aku bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan . . . Aku bisa keluar dari kepolisian dan menekuni bisnis keluargaku kalau memang itu yang kamu inginkan.”


Mata Lea melotot horor dengan pernyataan yang diberikan oleh Malik kepadanya itu.


Karena Malik bersedia menanggalkan seluruh atribut dan jabatannya hanya untuk bisa bersama dengan Lea.

__ADS_1


‘“ Tapi kamu kan tahu siapakah aku dan bagaimana kondisiku saat ini! Aku tetap tidak bisa egois di mana Kamu masih memiliki keluarga dan juga masih memiliki jabatan. Jangan kamu korbankan itu untuk orang yang tidak pantas seperti aku.”


Malik memegang bahu dari wanita pujaannya itu dan kemudian dengan tangannya yang satu mengangkat dagu dari Lea yang menundukkan kepalanya dari tadi karena merasa tidak pantas berhadapan dengan seorang Malik yang memiliki jabatan yang tinggi dan juga memiliki status sosial yang juga tidak bisa dianggap enteng.


“ Kamu itu pantas, kamu itu berharga . . Justru Aku curiga kamu itu menolak aku karena aku tidak pantas dengan kamu yang cantik dan sangat menarik.”


“Ihh jangan suka memutar balikkan fakta ya, pak polisi yang terhormat.”sahut lea dengan kesal, walaupun wajahnya masih bersimbah air mata, namun kejutekannya masih terlihat dengan jelas.


Bukannya takut Malik malah justru tertawa karena wajah dari Lea memang terlihat sangat menggemaskan dan membuat malik justru ingin menciumnya.


Whats? Mencium?


Rasa rasanya, pak polisi satu ini sudah kehilangan sebagian dari kewarasannya saat ini gara gara si cantik ini. tapi ia ingin berterus terang dan tak ingi lagi menyembunyikan perasaannya kepada lea.


“sungguh Lea!Aku mencintaimu!!!” 


Malik semakin menekankan apa yang di rasakannya sekarang.


“Kamu sudah gila!” katanya sambil mencebikkan serta memonyongkan bibirnya. 


Sesungguhnya di dalam hatinya Lea sangat bahagia, namun bagaimana dengan dilan?


***


 Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.


Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.

__ADS_1


Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!


__ADS_2