Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!

Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!
35. Mengulas masa lalu (1)


__ADS_3


Mengulas masa lalu (1)



“  Kita nunggu di resto saja ya, mas? Lagian kamu pasti capek membawa Zio kesana kemari. Heran deh, anak itu sama sekali tak mau ditinggal dan dipindah tangankan…” gerutu Lea dengan lirih, tapi Malik bisa mendengarnya dengan baik.


“Ya tentu saja ia bisa merasakan kalau saat ini dia nyaman berada di dalam gendongan Papi kandungnya.”


Perkataan dari Malik itu bisa didengar dengan jelas oleh Lea yang membuat Lea menatap Malik dengan Tatapan yang terkejut dan terdiam sambil mangap mangap kayak ikan mas koki yang kehabisan air.


Lea sama sekali tidak bisa menjawab apa-apa karena dia hanya tidak bisa kehilangan Zio, dan dia takut kalau dia mengatakan secara jujur maka Malik akan bisa saja mengambil Zio dari dirinya, mengingat status Malik yang adalah seorang penegak hukum dan juga orang terpandang dan mestinya juga orang kaya raya.


“Duduklah!” perintah Malik kepada Lea yang dari tadi hanya menunjukkan kepalanya saja dan tidak mau melihat ke arah dirinya.


Malik mendesah kasar karena dia juga merasa bahwa dirinya telah menyinggung Lea ketika dia mengatakan bahwa dirinya adalah Ayah dari Zio.


Entah kenapa dia merasa bahwa memang benar anak laki-laki yang dalam dekapannya itu adalah anaknya sendiri.


Tapi dia juga menghargai Lea yang belum mau mengatakannya secara jujur kepada dirinya Karena mungkin ada beberapa ketakutan yang tidak dia ketahui secara pribadi.


Lea pun menuruti apa yang menjadi perkataan dari Malik itu dan segera duduk di kursi yang sudah ditarikan Malik kepadanya.


“Mau makan apa?” Lea menjadi sangat pendiam dan tidak mengatakan hal apa-apa karena dia takut kalau sampai dia salah ngomong kepada Malik.


“Kamu aja yang pesan mas! Aku ikut apa yang kamu makan.”


Lea mengatakan hal itu dengan lirih tapi Malik sudah bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Lea kepadanya.


Dia ingin bicara Namun bukan sekarang waktunya Karena ia Mengingat bahwa dia juga harus memberi makan kepada anak dan calon istrinya itu.


Kemudian Malik dengan segera memesan menu kepada pelayan yang mengikuti mereka, dari Malik lalu pergi dari tempat itu untuk menyiapkan pesanan yang sudah dipesan oleh Malik itu.


“Sayang, katakan sesuatu … kenapa kamu kok jadi pendiam?” tanya Malik yang benar benar merindukan kehadiran wanita yang ia puja.


“ Mas, jangan berikan pengharapan yang akhirnya takkan bisa kamu genapi. Biarkanlah aku hidup seperti semula tanpa adanya laki laki yang akan membuat hidupku menjadi rumit!” Lea hanya menjawab dengan kalimat yang menurut Malik adalah kalimat yang menyakitkan baginya, tapi ia tahu betapa rumit hidup wanita itu di masa yang lampau, untunglah ia sudah berhasil menghancurkan Dilan Ardiansyah dan istrinya sehingga mereka serta Adit mantan asisten pribadi dari Ali serta Nesia Hakim ikut dipenjarakan karena memang ternyata merekalah yang menjadi dalang pembunuhan dari Ali serta Nesia Hakim yang merupakan ayah kandung dan ibu kandung dari Milan Elea Putri, wanita yang dicintainya.


Ia dulu sengaja menabur benihnya di rahim sang wanita, karena ia tahu kalau wanitanya itu tak memakai pengaman sama sekali, ia mengganti pil KB yang biasa diminum oleh wanitanya itu dengan vitamin penguat kandungan.

__ADS_1


Ia ingin menjebak wanita itu bersamanya. Ia ingin Lea menjadi miliknya, namun ia tak menyangka wanita itu sangat keras kepala dan sangat mandiri, ia pergi dan bersembunyi darinya.


Ia sempat down, oleh karena itu ia berusaha untuk menghabisi Dilan dan masa lalunya yang telah menyakiti wanitanya itu sampai Lea harus memilih menjadi Pelakor untuk membalas apa yang di lakukan oleh komplotan itu kepada Lea dan keluarganya.


Tapi sebelum ia berhasil memenjarakan mereka semua, ia berhenti karena ternyata ia tak sekuat itu. 


Ada bersit di batinnya yang mencegahnya melanj utkan apa yang sudah dia mulai.


“ Ada banyak hal yang harus kamu ketahui dan apa usaha-usaha ku untuk membuat kamu kembali kepadaku.” Malik berkata dengan santai apa yang sudah ia persiapkan ketika dia bertemu dengan wanita Pujaan hatinya itu.


Dia tidak akan melepaskan wanita ini!!


Itulah janjinya ketika dia memberi kesempatan kepada Lea untuk pergi darinya, dia memang tidak mencarinya tapi dia membereskan semua masalah-masalah yang ada agar ketika Lea kembali, Malik bisa dengan bangga mengatakan bahwa inilah laki-lakimu yang sudah menjadi superhero bagi kamu yang menyelesaikan semua masalahmu dan berdiri di garda depan untuk membelamu.


Lea menatap laki-laki ini yang dengan pongahnya mengangkat wajahnya dan juga memperlihatkan betapa dia telah melakukan banyak hal untuk dirinya.


Lea hanya bisa mengedikkan bahunya dan menganggap kalau apa yang dikatakan oleh Malik itu hanya sekedar angin lalu.


Lea tak tahu apa yang sudah Malik korbankan untuk dirinya.


Tak selang berapa lama, pelayan sudah dan menata makanan yang dipesan oleh Malik di meja.


Banyak sekali yang dipesan oleh Malik, membuat Lea yang sudah kelaparan langsung menerbitkan air liurnya melihat makanan yang tersedia.


Malik yang masih menggendong Zio, mempersilahkan Lea untuk makan duluan karena dia tidak ingin membangunkan anak laki-laki yang begitu nyenyak tertidur di dalam pelukannya itu.


“ Makanlah terlebih dahulu … biar Zi aku gendong terlebih dahulu.” katanya dengan tenang.


“Tapi anak itu belum makan loh, mas! Biar kamu bangunkan saja dulu, kalau sudah kenyang dia akan tidur lagi setelah makan.”


Lea mengambil Zio yang ada di dalam gendongan Malik, dengan tatapan tak rela ia menyerahkan Zi ke tangan maminya.


Ignazio Putra, langsung terbangun ketika sang mami memanggil nama lengkapnya dan berusaha sadar dari rasa nyaman ketika berada bersama dengan laki laki tampan tadi.


Zio rindu dengan papi yang katanya bekerja di luar negeri dan belum pulang pulang.


Om tadi membuatnya menapis rasa rindu terhadap seorang papi.


“Zi, kamu mau makan apa? Mami akan ambilkan buat kamu?” 

__ADS_1


“Makan sama ayam saja, mi!” katanya dengan lesu, kayaknya nyawanya belum terkumpul semua, sebangunnya dari tidur tadi.


“Makan sama papi?” tany aMalik dengan lancang, membuat Lea membulatkan matanya dan menatap laki laki itu yang sudah lancang memposisikan diri sebagai papi dari anaknya.


“Papi? Papinya Zi?” tanya Zio dengan mata yang berbinar.


“Makan dulu, Zi!”


“Itu papinya Zi ya, MI?” tanyanya dengan gembira.


Lea hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya karena tidak bisa melihat wajah anaknya yang terlihat bersedih kalau dia mengatakan bahwa Malik itu bukanlah papinya.


Secara genetika memang Malik itu adalah ayah kandung dari Zio.


Karena Lea sama sekali justru tidak menyangka bahwa hubungan intimnya dengan Malik terakhir kali Itu membuahkan anak di dalam kandungannya.


Lea yakin pasti bukan Dilan yang menyumbangkan ****** ke tubuhnya namun hubungan intinya terakhir itu yang membuahkan Zio.


Bahkan wajahnya pun persis dengan Malik makanya tadi dia sempat was-was kalau Malik nanti akan mengambil anaknya itu.


“ Asik, papinya Zi udah pulang!Soalnya temen temen di sekolah itu suka bully Zi, gak punya papi! Zi mau tunjukkan sama mereka kalau Zi itu punya papi.”


Malik menatap anak laki laki itu, ia yakin Zio itu darah dagingnya, karena dari segi wajah saja sangat mirip dengannya.


Malik menatap Lea dengan tatapan menyalahkan karena Lea lah yang lari dari dirinya.


Lea hanya bisa menundukkan kepalanya dan juga menitikkan air matanya karena ia tak menyangka kalau selama ini Zi tertekan.


“Zi punya papi!! Papi Malik Arsyad namanya! Emang Mami gak pernah bilang?” tatapan Malik mengintimidasi Lea yang dianggapnya memisahkan mereka.


Zi hanya menggelengkan kepalanya, membuat Malik semakin kesal, tapi ia berusaha menahan semuanya. Ia akan menghukum wanita ini, karena ia sudah memisahkan dirinya dengan anaknya.


“Makan dulu, Zio! Papi suapin ya?” tanya Malik yang langsung dianggukin oleh sang anak. Ia bahkan langsung naik ke pangkuan papinya itu dan duduk disana. Rasanya dunia Zi hanya antara Zi dan papinya yang baru bertemu.


Padahal awalnya kan cuman bertemu di Bandara. Kok bisa jadi papinya? Tapi Zio tak peduli, yang penting wajah orang itu mirip dirinya sehingga ia pun tak ragu dengan apa yang diungkap sama laki laki yang sedari tadi membuatnya nyaman, sedang Lea tak bisa berkata apa apa, hanya bisa menatap kemesraan mereka ayah dan anak … 


***


 Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.

__ADS_1


Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.


Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!


__ADS_2