Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!

Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!
34. O o Lea Ketahuan?


__ADS_3

“Mau kemana kita?” tanya Malik kepada Lea.


“Eh .. . hotel XXX aku sudah memesan kamar di sana . . .” sahut Lea dengan gugup.


“Hmm, baiklah!”


Malik sangat cool banget ketika mengatakan hal itu membuat Lea menatap Malik dengan tatapan terpesona.


“Jangan Dilihatin terus nanti aku jadi salah tingkah.”


“ kamu Tampak santai saja menggendong anakku sambil menyetir seperti itu apakah karena sudah terbiasa? Ngomong-ngomong mungkin kamu juga memperlakukan anakmu seperti itu sehingga kamu bisa menjaga anakku yang tertidur sambil menyetir?” Lea sebetulnya menginginkan untuk menanyakan status dari Malik sekarang Tapi tentu saja karena gengsinya yang sangat tinggi Lea tidak melakukan hal itu namun dia kemudian mengatakan seperti itu supaya Malik akan berterus terang tentang Statusnya sekarang.


Tapi rupanya Malik tidak terpancing akan hal itu dia hanya tersenyum manis saja membuat Lea menjadi kebingungan sebetulnya statusnya apa? Dia sudah berjanji tidak akan menjadi pelakor di hubungan orang-orang terdekatnya itu dan dia tidak mau Melanggar janjinya itu hanya demi seorang Malik saja jadi dia berpikir untuk menanyakan status Malik sekarang supaya tidak ada yang marah dan menuduhnya sebagai seorang pelakor.


“ Mas … ehm aku diantar di depan hotel saja dan nanti anakku akan ku gendong sendiri, Soalnya aku takut nanti ada yang marah kalau kamu mengantar aku ke dalam hotel Lagian tidak baik kalau ada orang yang lihat.” Lea memang kesannya mutar-mutar ketika ingin menanyakan status dari Malik karena dia malu kalau harus berterus terang.


“ Siapa yang bakal marah? Suamimu?” tanya Malik dengan sedikit menggeram, kayak merasa tidak suka ketika mengatakan hal tersebut namun dia harus menanyakannya karena kayaknya Lea itu ketakutan sendiri apakah dia takut kalau sampai suaminya tahu dan kemudian marah?


“ Ehm bukan aku, tapi kamu. . . Kamu kan tahu kalau aku dulu itu mantan pelakor jadi aku sudah tidak mau lagi menjadi pelakor di antara hubungan orang-orang, terutama orang yang terdekat denganku. Oleh karena itu aku menanyakan kepadamu terlebih dahulu siapa tahu ada yang marah ketika nantinya ada yang tahu.” Lea sedikit Salah Tingkah ketika mengungkapkan hal itu, wajahnya yang malu-malu tertangkap dengan jelas oleh Malik yang membuat Malik menjadi senang karena ternyata kemungkinan besar Lea itu belum memiliki suami ataupun Tambatan Hati.


“ Tidak … “ jawaban Malik yang ambigu itu membuat Lea semakin kesal karena ternyata Malik itu berusaha mempermainkan dirinya dengan kata-katanya yang tidak jelas itu.


Lea tidak melanjutkan perkataannya karena malas, pasti balasan dari Malik akan membuatnya semakin kesal.

__ADS_1


“Kita perlu bicara serius berdua, sayang!”


“Hah? Apa?”


Rasa-rasanya tadi Malik mengatakan sesuatu yang membuatnya sedikit terkejut karena dia memanggil leak dengan kata sayang yang sebenarnya tidak pernah lagi diungkapkan oleh Malik sewaktu mereka bertemu tadi pagi.


“Kita harus bicara, itulah kenapa aku memaksa untuk bersama dengan kamu, di tempat yang pribadi! Ya itu di kamar hotel yang kamu pesan itu. Mungkin di situ kita bisa berbicara dengan bebas seperti waktu terakhir kita bertemu.”


Wajah Lea menjadi merona karena terakhir mereka bertemu itu, mereka melakukan hubungan intim yang akhirnya membuahkan anak laki-laki yang saat ini Malik gendong, meskipun Malik tidak tahu tentang itu namun Lea yang memahami akibat dari perbuatan mereka memilih untuk tidak bertemu di dalam kamar karena bisa jadi dia tidak bisa menahan diri.


“Ehm kalau di resto saja gimana? Soalnya aku lapar.”


Lea berusaha mengelak agar tidak berduaan di dalam kamar meskipun ada Zio di sana tapi karena Zio juga sedang tidur maka kemungkinan untuk terjadi hal-hal yang diinginkan berdua itu akan semakin besar lagi.


Malik menjadi semakin yakin saat melihat anak itu, dia seperti melihat gambaran dirinya sewaktu kecil.


Sejujurnya Dia sangat bahagia karena saat ini berarti dia sudah memiliki anak kandungnya sendiri, dimana sebetulnya orang tuanya sudah mengejar-ngejar untuk berumah tangga dan memberikan cucu untuk mereka.


Lea tidak bisa lagi membantah ketika Malik itu sudah memutuskan sesuatu untuk tetap mengantar dirinya ke dalam kamar dan duduk berdua di sana untuk membicarakan apa yang sudah terjadi dan juga membicarakan masa yang akan datang untuk kepentingan hubungan mereka berdua.


Sejujurnya Lea saja secara pribadi sudah tidak pernah mengungkit ataupun mencari tahu tentang Dilan dan juga Malik, karena baginya, ia Ingin menutup semua kesalahannya di masa lalu dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang.


Dan selama 4 tahun ini sama sekali dia tidak pernah mengakses atau mencari tahu tentang kondisi Dilan dan juga Malik karena baginya, kedua orang yang menorehkan masa lalunya itu sudah tidak ada.

__ADS_1


Hanya saja dia tidak bisa melepaskan Malik karena Malik masih ada hubungan dengan masa depannya yaitu sang anak laki-lakinya itu Tapi tentu saja dia tidak bisa meminta pertanggungjawaban kepada Malik karena banyak hal yang mesti harus dia pertanggungjawabkan secara pribadi.


Dia masih memikirkan bahwa Malik memiliki keluarga yang terhormat sedangkan dirinya itu mantan seorang pelakor yang dalam hal ini telah salah Jalan gara-gara ingin balas dendam kepada pembunuh orang tuanya namun sampai sekarang pun dirinya tidak bisa untuk melakukan hal-hal untuk membalas orang yang sudah membunuh orang tuanya itu.


Sesampainya di hotel tersebut, Malik langsung memparkirkan mobilnya di tempat parkir khusus, lalu kemudian membukakan pintu untuk Lea dan menggandeng Lea masuk ke dalam hotel itu serta menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas valet parkir untuk membawa koper kecil milik Lea masuk ke dalam lobi.


“Kamu mau check in dulu atau kita menunggu di restoran terlebih dahulu?” tanya Malik kepada Lea, layaknya suami yang bertanya kepada sang istri.


Lea yang sudah merasa kelaparan merasa kalau menunggu di restoran adalah ide yang lebih baik daripada check in sekarang.


“  Kita nunggu di resto saja ya, mas? Lagian kamu pasti capek membawa Zio kesana kemari. Heran deh, anak itu sama sekali tak mau ditinggal dan dipindah tangankan…” gerutu Lea dengan lirih, tapi Malik bisa mendengarnya dengan baik.


“Ya tentu saja ia bisa merasakan kalau saat ini dia nyaman berada di dalam gendongan Papi kandungnya.”


Perkataan dari Malik itu bisa didengar dengan jelas oleh Lea yang membuat Lea menatap Malik dengan Tatapan yang terkejut dan terdiam sambil mangap mangap kayak ikan mas koki yang kehabisan air.


Nah lo? Ketahuan? Temukan jawabannya di next episode… komen banyak langsung up dehhh


***


 Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.


Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.

__ADS_1


Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!


__ADS_2