
Lea sudah menguatkan hati bahwa dirinya tidak akan kembali kepada Dilan dan juga dirinya tidak mau membuka kesempatan kepada Malik jadinya impas!
Dia tidak mau terlihat lagi dalam dendam masa lalunya dan dia ingin pergi dari semua masalah yang udah ditimbulkan oleh dirinya itu.
Cara yang terbaik adalah minggat sejauh jauhnya sehingga tidak ada seorangpun bisa melacak keberadaannya.
Pilihannya adalah ke Turki, ke Hongkong atau ke Autralia.
Pilihan pertama memang dipilihnya karena dia sedang menggandrungi secara sesuatu yang berbau Turki sampai ke artis-artis Turkinya pun dia sangat jatuh cinta dengan itu.
Dan tujuan pertamanya adalah ke capadocia di mana dia akan bermain sepuasnya di sana menaiki balon udara dan menikmati pemandangan yang indah di sana.
Tapi dia pernah mengutarakan keinginannya itu kepada Dilan sehingga dia yakin kalau dia akan mencarinya di sana juga.
Mengingat dengan kekayaan yang dimiliki oleh Dilan sekarang dia tidak akan ragu lagi untuk mencari Lea yang berangkat ke Turki.
Kalau berada di Hongkong, ia rencananya akan tinggal di rumah saudara dari mamanya, namun kemudian ia berpikir kalau bisa ia tak menyusahkan siapa siapa.
Lalu ke Australia, ia pernah melakukan pertukaran pelajar di Australia sewaktu dirinya masih SMA Jadi kemungkinan dirinya akan memilih pergi ke Australia untuk tinggal di sana dan bersembunyi dari Dilan maupun Malik.
Setelah memastikan segalanya, dengan tanpa membawa banyak barang, ia bertolak ke Aussie dari hotel menuju ke Canberra, setelah itu ia akan pergi ke beberapa kota besar di sana seperti Sidney, Melbourne dan juga Brisbane.
Mungkin ia akan tinggal di Brisbane karena ada teman yang menawarkan pekerjaan di sana, sebagai perancang busana dan pengajar model yang ada di sekolah mode di Brisbane milik sahabatnya itu.
Sedang sebelum kesana ia ingin berjalan jalan di Sidney dan Melbourne, mengenang masa lalunya di sana.
“Nona, semua barang anda sudah masuk ke dalam bagasi.” kata supir ojol yang disewanya untuk mengantarkannya ke bandara dan meninggalkan Indonesia secepatnya.
“Baik, terimakasih . . . kita langsung berangkat saja pak!” kata Lea dengan santai dan menikmati harinya. Ia sudah mantab meninggalkan semua masa lalunya yang kelam disini dan memulai semuanya di sana denganyang baru.
“Baik nona!”
__ADS_1
Mobil pun melaju dengan cepat membelah kemacetan dan crowded nya jalan ibukota.
Ketika ia sampai kebetulan ia sudah cek ini online sehingga mempercepat boarding-nya. Dan kini ia tinggal menunggu keberangkatan pesawatnya yang akan membawa ia ke Canberra dan transit disana terlebih dahulu untuk meninggalkan jejak dan berangat naik kereta ke Sidney.
“ Selamat tinggal masa lalu. Maafkan aku papa, dan mama karena aku sudah mengecewakan kalian. Aku berjanji untuk tidak memelihara dendam aku dan melepaskan segalanya.” kata Lea sambil menyusut air matanya yang membashi pipinya.
Ia akan meninggalkan semua masa lalunya dan semua yang pernah ia raih.
Ia ingin menjadi Lea yang baru dengan bekerja serta berusaha di tempat yang baru, di tempat dimana tak ada seorang pun yang mengenali dirinya dan masa lalunya.
Ia membiarkan Dilan dan juga Malik yang akan sibuk mencarinya.
Ia juga sudah berbicara dengan Aira agar menjual apa yang ia miliki di Singapura dan mengirimkan semuanya ke rekeningnya karena ia takkan kmbali ke sana. Baik menjadi model maupun menjadi pribadi yang bernama Milan Elea Putri.
Panggilan untuk segera masuk ke dalam pesawat yang akan membawanya ke Canbera sudah bergaung di antero ruang tunggu Bandara menuju ke australia ini.
Lea yang pada dasarnya tak membawa banyak pakaian dan hanya memakai satu tas yang membawa barang barang penting, duit dan paspor, langsung melenggang masuk dan sebelum ia benar benar meninggalkan Indonesia, ia masih sempat menoleh ke belakang dana tersenyum miris. Ia sudah yakin untuk meninggalkan masa lalunya. Mulai sekarang Lea sudah tak ada. Hanya tersisa Milan saja di sini.
Ia kembali menjadi Milan E. Putri yang tak memiliki masa lalu yang kelam.
Dan disana ia hanya dipanggil sebagai Milan.
“Bye Indonesia !! Biarlah aku meninggalkan masa laluku yang kelam disini.” Lea mengayun langkahnya dan dengan mantap duduk di kursi yang ia beli dan duduk dengan memakai kaca mata hitam dan berharap supaya di Brisbane ia bisa mendapatkan pekerjaan dan dengan tabungan yang ia punya ia bisa menghidupi dirinya dan masa depannya.
***
Bertepatan dengan kepergian Lea, Malik datang kembali ke hotel tersebut dengan niat ingin bertemu dan mendiskusikan niatannya untuk membawa Lea keluar dari hotel dan membiarkannya tinggal di apartemen miliknya.
“Permisi mbak, saya ketuk pintu kamar 505 atas nama Lea kenapa kok gak ada feedback ya, apakah sedang keluar?” tanya Malik dengan wajah yang menyiratkan kecemasan. Entah kenapa ia merasa sedikit bersalah kemarin sudah bertindak sedikit keluar jalur. Tapi ia tak menyesal, justru ia ingin membawanya sekarang karena ia ingin menikahinya. Ia bahkan tak peduli kalau Dilan sudah pernah menikmati tubuh Lea karena ia tahu waktu itu ia melakukannya di luar hubungan yang sah menurut hukum dan agama. Jadi pernikahan yang dikatakan Lea dan Dilan itu tidak sah.
“Maaf pak, ibu Lea sudah keluar dari hotel sekitar setengah jam yang lalu menggunakan taksi online . . . tapi ibu Lea menitipkan surat buat pak Malk ..”
__ADS_1
“Iya itu saya . . “
“Bisa minta kartu identitasnya?” receptionist tentunya tak igin kalau ia akan memberikan pada orang yang salah maka ia langsung meminta syarat karu pengenal. Dan Malik langsung mengeluarkan tanda pengenalnya yang menunjukkan kalau ia adalah aparat hukum.
Setelah melihat kartu pengenal, resepsionis itu langsung memberikan surat dari Lea kepada Malik.
Surat itu begitu tipis namun Malik tidak peduli Yang penting Lea meninggalkan sesuatu buatnya.
Firasatnya yang buruk membuat dirinya langsung mengintrogasi resepsionis itu sebelum dia membuka surat yang diberikan Lea kepadanya.
“Mbak ia naik taksi online membawa seluruh bajunya kan?”
“Tentu pak, karena ia sudha cek out.”
“ Bisa tahu kemana ia pergi?”
“Ibu memang tidak bilang pak! Namun samar saya dengar supirnya akan mengantar ia ke bandara.”
“Baiklah terimakasih!”
Jadi benar firasatnya. Lea pergi!
Arhhh setelah apa yang ia lakukan sama Lea semalam, kenapa malah ia tak bisa memiliki wanita itu seutuhnya. Ia bahkan rela kalau harus keluar dari kepolisian yang membesarkan namanya.
Ia akan berusaha mencari kemana Lea pergi.
***
Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.
Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.
__ADS_1
Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!