Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!

Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!
32. Jangan Lagi Pergi Dariku


__ADS_3

*4 tahun kemudian*


“Jangan lari lari, dek!” Lea berteriak supaya Ignazio alias Zio, anaknya yang berusia 3th 3 bulan itu menuruti keinginannya untuk berhenti berlari.


Mengingat saat ini mereka berada di Bandara Singapura yang ramai dan hanya berdua saja.


Rencananya Lea datang ke Singapura untuk menghadiri pernikahan antara Aira dan Delano, mantan asisten dan sahabatnya itu. Bahkan rencananya Aira yang akan menjemput mereka di sana.


Namun entah karena apa, Aira belum menjemput Lea dan Zio.


“Zio sayang, minum dulu . . . mami gak mau kalau nanti kamu kelelahan ya, dan kemudian rewel saat belum sampai di hotel!ta Lea dengan tegas, dan seperti biasa walaupun Zio itu terkenal sebagai anak yang usil dan aktif, ia selalu sayang dan menuruti apa yang dipinta maminya itu.


“Okey mami, Zi nurut nih … nurut!’ katanya sambil mengangguk angguk.


Lea tertawa melihat apa yang dilakukan oleh anak laki-lakinya itu. Kesannya sangat lucu dan menggemaskan.


Banyak orang-orang yang melihat ke arah Zio karena ketika anak itu yang menarik perhatian orang lain apalagi dengan wajahnya yang tampan dan juga kulitnya yang putih dengan pipi kemerahan membuat orang lain itu semakin gemes dan ingin mencubit pipinya.


“  Kita duduk situ sambil tunggu mama Ai…”


Belum saja Lea selesai ngomong, udah ada suara jerit melengking dari wanita cantik seusianya yang membuat mereka dilirik sinis oleh orang orang di sekitarnya.


“Leaaaaa, Ziooooo, mama Ai kangennnn!!” sapa aira sambil menggendong Zi yang tampak menghindari ciuman dari Aira yang nyosor tanpa permisi.


Zio ingin menangis rasanya diperlakukan seperti itu oleh Aira.


“Mamiiiii…” teriak Zio minta tolong.


Well ia memang mengenal Aira sebagai mama angkatnya tpi gak se bar bar gini juga dong. Wajah tampan Zio sudah penuh dengan lipstik yang dipakai oleh mama angkatnya yang bar bar itu.


“ Ra, kamu itu kebangetan ih!Anakku loh sampai ketakutan lihat kamu…” kata Lea sambil tertawa dan mengambil anaknya yang ada dalam gendongan mama angkatnya yang cemberut karena ditegur oleh Lea, padahal ia masih kangen dan gemas sama anak angktnya yang tampan dan menggemaskan itu.


“ Astaga kamu buatnya pasti penuh cinta ya, anak kamu ini luar biasa tampan dan menggemaskan, sini sama mama angkat saja yukkkk!” katanya sambil berusaha menggendng Zio lagi, tapi anak itu berniat mau melarikan diri saja kalau seandainya ia diambil sama mama angkatnya lagi.

__ADS_1


“Gak mau … gak mauuuu!!” jerit Zio dan berusaha melarikan diri lepas dari gendongan sang maminya yang kepayahan menahan beratnya anak laki-laki satu-satunya itu saat meronta-ronta dari pelukannya.


Sehingga dia terpaksa harus melepaskan tubuh anaknya itu supaya tidak jatuh bersamaan karena tingkah polah anaknya yang luar biasa.


Tapi begitu Zio lepas dari tangan maminya dia langsung lari entah ke mana sehingga Lea harus mengejarnya namun dia kesulitan untuk mendapatkan anaknya itu.


“Ziooo… wait for mami, dear!” teriak Lea yang cukup khawatir melihat anaknya itu malah berlari menuju ke kerumunan orang-orang supaya dia tidak bisa tertangkap oleh Lea ataupun Aira yang saat ini mengejar dirinya.


Dia berlari sampai kemudian karena melihat dan akhirnya juga berteriak-teriak terus-menerus maka orang-orang itu berusaha membantu mereka berdua untuk menangkap anak kecil yang Gesit itu agar bisa kembali ke pelukan Maminya.


Namun tiba-tiba anak kecil itu menabrak sosok pria yang tinggi besar dan sangat berotot menggunakan kemeja putih dan juga jas bak eksekutif muda, yang dengan cekatan melebihi kegesitan dari anak kecil itu, menangkapnya dan merangkulnya dalam pelukan dan gendongannya.


Lea dan Aira berlari untuk menangkap anak laki-lakinya agar tidak menyusahkan orang lain.


“Are you okey?” tanya laki laki itu kepada Zi yang ada dalam gendongannya.


Herannya Zio sama sekali tidak merontak dan tidak ingin melepaskan diri dari laki laki itu, bahkan dia juga hanya tertegun menatap laki laki tampan menggunakan outfit eksekutif muda. Tubuhnya atletis itu bisa kontras dengan tubuh anak laki laki yang masih kecil itu.


“Im okey sir, thanks!” aahutnya seperti robot.


“Baby, come here and dont disturb another person.” seru Lea yang melihat kalau ada laki laki yang menghadap ke arah lain sudah berhasil menangkap anak laki lakinya yang nakal itu.


Laki laki itu langsung menoleh karena dia merasa familiar dengan suara perempuan yang dia rindukan sejak lama.


“Lea?”


Laki-laki itu memanggil namanya dan membuatnya menatap laki-laki tersebut dan kemudian dia merasa kaget karena laki-laki itu adalah Malik dengan pakaian khas pekerja kantoran.


Lea bingung karena penampilan Malik sungguh sangat berbeda dengan penampilannya yang dulu dengan seragam kepolisian yang membuatnya terlihat garang.


Malik yang sekarang terlihat sangat keren dan juga terlihat jauh lebih tampan dari yang dulu.


“ Malik?”

__ADS_1


“Ini anak kamu?” tanyanya dengan netra yang menyelidik membuat Lea harus menyembunyikan kenyataan dan tak bisa mengatakan Yang Sejujurnya.


“Iya ini anak aku,” katanya dengan nada cemas membuat Malik merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh wanita yang pernah mengisi sebagian besar dari hatinya.


“Mas, ayo kita berangkat, klien sudah menunggu.” kata seorang wanita cantik yang kemudian datang dan mengingatkan kepada Malik kalau kedatangannya ke tempat ini adalah untuk pertemuan bisnis.


“Ah ya sebentar, saya menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. Bisa menungu di cafe dekat pintu keluar saja, okey? Nanti aku nyusul.” Malik mengatakan kepada wanita itu dan sekalipun rasanya wanita itu ingin protes, tapi ia memilih untuk menaatti keinginan dari Malik.


Wanita itu mengangguk dan kemudian setelah melihat semua orang yang ada di sana termasuk menatap anak laki laki yang ada dalma pelukan Malik, ia beranjak pergi sambil berkali kali menoleh ke tempat Malik berada.


“Maaf merepotkan, aku harus pergi,bisa saya menggendong anak saya?” tanya Lea kepada Malik. Tapi saat Zio menatap mama angkatnya ia kembali trauma dan menolak untuk ikut, membuat Lea tak enak hati.


“Aku antar saja, mau?” tanya Malik sambil masih menggendong Zio yang mengalungkan tangannya di leher Malik.


Lea  resah dengan tingkah Zio, dan mulai marah.


“Zio, kalau kamu tidak nurut sama mami, mami bakal tinggalin kami.” kata Lea dengan nada yang naik satu oktf.


“Le, jangan gitu, Zi masih kecil. Ia masih marah sama ku, maka ia begitu. Jangan marah marah. Sudah lah kamu ikut tuan ini, aku akn mnegikuti kamu dari belakang.” kata Aira dengan nada lembut. Ia tak ingin kalau Lea marah sama Zio, mungkin Zi masih kesal sama dirinya, ia juga ga nyangka kalau anak itu marah sama dirinya gara gara ia mengoodanya.


“Ayo Lea . . .Aku akan mengantar kamu, sekalian kita harus berbicara. Jangan lagi lari dariku.” ktanya dengan lembut membuat Aira tahu ada hal yang pernah terjadi di masa lalu.


“Tapi?”


“Sudah Le, aku akan mnegikuti kamu dari belakang, tenang saja!” kata Aira menenangkan, membuat Lea mau tak mau harus menerima pengaturan ini.


***


 Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.


Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.


Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2