Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!

Kupastikan Kehancuran Keluargamu!!
36. Mengulas masa lalu (2)


__ADS_3

“Makan dulu, Zio! Papi suapin ya?” tanya Malik yang langsung dianggukin oleh sang anak. Ia bahkan langsung naik ke pangkuan papinya itu dan duduk disana. Rasanya dunia Zi hanya antara Zi dan papinya yang baru bertemu.


Padahal awalnya kan cuman bertemu di Bandara. Kok bisa jadi papinya? Tapi Zio tak peduli, yang penting wajah orang itu mirip dirinya sehingga ia pun tak ragu dengan apa yang diungkap sama laki laki yang sedari tadi membuatnya nyaman, sedang Lea tak bisa berkata apa apa, hanya bisa menatap kemesraan mereka ayah dan anak …  


Sejujurnya malik kesal dengan Lea, karena lea telah membawa anaknya dan menyembunyikan identitasnya pada sang nak.


“Mas, aku minta maaf … sungguh aku bukannya ingin menyembunyikan identitas mas sama Zi, tapi karena aku ingin menjauh dengan masa lalu, kalau aku bersama kamu tentu aku akan bertemu Dilan dan juga Safea.”


“Lea, aku bersedia meninggalkan semuanya demi kamu.”


“Aku tahu kamu orang kaya dan punya jabatan yang sangat tinggi, tentu aku gak mau kalau kamu sampai merasa malu memliki istri seorang mantan pelakor …”


“Cukup! Aku bahkan bersedia meninggalkan jabatan aku yang kau kata tinggi itu agar aku bisa memenjarakan semua orang yang pernah menyakiti kamu di masa lalu, “ perkataan Malik sontak membuat Lea terkejut dan speechless. Ia hanya megap megap kayak ikan mas koki yang kekurangan air.


Sedangkan Zi asik aja makan dengan papinya. Ia tak terlalu ngerti dengan pembicaraan orang tuanya itu dan memilih untuk menikmati makanan yang di sediakan oleh papinya itu.


“Mas … maksudnya?”


“Aku akan jelaskan kalau kita sudah ada di dalam kamar …” Malik tak mau menjelaskan lebih lanjut karena ia tak ingin ceritanya ini bisa ada kemungkinan ada yang mendengarnya. Tapi Lea sudah pensaran dengan apa yang ingin diceritakan oleh Malik kepadanya, sehingga ia ingin segera menyudahi makan makanan apa yang telah disediakan oleh malik.


“Ehm ..”


“Lea, kalu kamu tidak makan makanan ini aku tidak akan mau menceritakan apa apa kepadamu..”


“Ish kesukaan kamu itu dari dulu hanya mengancam saja. Emang ga ada yang lain?” Lea kesal dengan ancaman yang diberikan oleh  Malik tapi herannya ia menuruti saja apa yang diinginkan Malik kepadanya.


“Katanya kamu mau meeting tadi, kok kamu masih disini dan bahkan malah mau ke kamarku?” sindir Lea dengan nada kesal.


“Le, kamu tu kayak seorang istri yang posesif dengan suaminya yang mau beragkat kerja saja sih?” Malik menggodanya dan melihat kalau Lea merona pipinya gara gara malu dengan apa yang dikatakan Malik, membuatnya terdiam dan tidak lagi berkomentar.


“Aku akan berngkat meeting jam 3 sesuai jadwal, kira kira berangkat dari sini jam 2.30 … jadi masih banyak waktu yang bisa kuhabiskan dengan anakku kan?”

__ADS_1


 Lea hanya diam dan membisu,  asik menikmati makannnya sambil menunduk.


“ Papi, Zi kenyang!” 


“Oke, Zi mau istirahat di kamar?” tanya Malik dengan suara lembut.


“yes papi …”


“Kamu sudah selesai, sayang?” tanya Malik sambil menggendong Zi lagi karena Zi tampak manja dan menempel terus kepada pria berbadan kekar dengan otot yang besar, yang disebutnya papi tadi.


“ Sudah mas ..”


“Kalau begitu, ayo …”


“Tapi Billnya kan belum …”


“Tenang, aku sudah bayar, include kamar yang kuupgrade. tadi.”


Gercep banget pria besar di hadapannya itu, namun ia hanya diam saja dan mengikuti langkah Malik yang menuju ke arah receptionis dan mengambil kartu kamar yang diupgrade olehnya.


“Ayo, sayang!”


Tangan Malik yang satu menggendong Zio dan tangan yang satunya memeluk pinggang ramping Lea karena ia melihat kalau banyak pria yang menatap sang wanita dengan tatapan memuja. Ya Lea masih belum kehilangan kecantikannya dan keseksian tubuhnya.


Malik terlihat kesal dengan meliht banyaknya laki laki yang terpesona melihat wanitanya.


Ia pastikan Lea akan kembali ke dalam pelukannya.


Drrrttt drrtt


“Halo!”Selama perjalanan ke kamarnya Lea menerima telepon dari Aira.

__ADS_1


“Bebs, aku gak jadi ke hotel ya, soalnya orang tua aku minta untuk aku balik secepatnya karena ada yang mau dibicarakan.” 


“Oh ya okey, nanti malam kita ketemuan y, atau kamu masih sibuk?”


“Seharusnya kamu batalin pesanan kamar di hotel, karena sebenarnya kamu bisa tidur di rumah aku.”


“He he he, kalau aku disitu gak akan bisa ngecengin cowok cowok tampan buat calon papinya Zio, jadi aku di hotel aja ye…” kata Lea bermaksd bercanda sekaligus menolak secara halus permintaan dari sahbatnya itu, ia tak mau merepotkan orang lain.


“e, dasar mata keranjang … inget cari yang baik dan jangan yang udah punya istri, btw cowo tadi boleh juga …” katanya smabil tertawa terbahak membuat Lea kesal.


“Ya udah nanti kita smbung lagi aja, bye!!” katanya dengan kesal, namun ia heran kenapa suasannya jadi dingin ya, ia merasakan ada pelukan di pinggangnya, kemudian ia teringat kalau saat ini si Malik mengantarnya ke kamar hotel dan baru saja ia menggoda Aira dengan perkataan yang membuat laki laki di sampingnya ini berubah menjadi beruang kutub.


“Jadi niat kamu tinggal di hotel karena memang ingin menggoda laki laki dengan bajumu yang merangsang itu?” tanyanya dengan nada dingin dan data berbeda ketika ia di resto hotel tadi.


“Ehmmm, eh itu .. aku hanya.. cuman menggoda Aira saja. Dan mencoba menolak keinginannya untuk membuat aku tidur di rumahnya karena aku tidak enak kalau menginap di sana.” kata Lea membela diri.


“ Yakin bukan karena mencoba untuk mencari papi baru buat Zio?” sindirnya dengan sarkas membuat Lea hanya bisa tersenyum kecut melihat tatapan tajam dari Malik yang membuatnya sedikit takut.


“He he he udah 4 tahun lebih dan aku tak pernah berhubungan dengan laki laki, tapi aku juga tak menampik kalau di hotel ini akan ada laki laki yang ternyata bisa menjadi jdohku kan?”


Rahang Malik mengeras dan ketika sampai di sebuah kamar dan menmbukanya, ia langsung mendorong pinggul Lea untuk segera masuk dan mengunci kamar itu dengan kunci ganda, kemudian menaruh Zio yang sedikit teler, mungkin kelelahan dengan perjalanannya yang cukup jauh.


“Jangan harap kamu akan mendapatkan laki laki lain selain aku disini, karena kamu itu milikku!” katanya dengan posesif memojokkannya setelah menaruh Zio di ranjang besar di kamar utama ruangan presidential suites, lalu menarik tubuh Lea keluar sehingga kejadian itu tak terlihat oleh Zio yng sedang asik berguling guling di ranjang besar yang terlihat sangat nyaman.


***


 Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.


Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.


Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2