
Jadi benar firasatnya. Lea pergi!
Arhhh setelah apa yang ia lakukan sama Lea semalam, kenapa malah ia tak bisa memiliki wanita itu seutuhnya. Ia bahkan rela kalau harus keluar dari kepolisian yang membesarkan namanya.
Ia akan berusaha mencari kemana Lea pergi.
Dengan kemampuannya sekarang sebagai aparat hukum, ia yakin kalau ia bisa menyelidiki kemana Lea pergi.
Walau ia juga bingung apa alasan Lea pergi. Malik tahu ia haus berusaha mulai dari sekarang untuk mencari keberadaan Lea.
“Aku harus mencarinya terlebih dahulu ke bandara dan fasilitas fasilitas umum.” gunam Malik sambil berlari ke parkiran dan masuk ke dalam mobilnya yang akan mengantar Malik ke Bandara sebagai tujuan utamanya.
Ajudannya yang mengantar Malik juga heran kenapa komandannya ini tampak risau, bahkan wajahnya tak seceria biasanya.
“Ndan ke Bandara sekarang?” tanya Ajudannya itu kebingungan.
“Iya sekarang!”
Malik berusaha menelepon Lea tapi no telponnya di blokir.
“Sini pinjam ponsel kamu . . “katanya sambil mengacungkan tangannya.
“Iya ndan!” katanya sambil menyerahkan ponselnya ke pada sang komandan, dan Malik langsung saja menelepon memakai ponsel dari ajudannya itu, tak bisa juga
“Sial, ternyata ponselnya dan nomernya diganti.” hampir saja ia membuang ponsel milik ajudannya itu beruntung terus tiba-tiba dia teringat bahwa itu bukan ponsel miliknya jadi dia tidak jadi membuangnya.
***
Sesampainya Malik dan sang ajudan ke Bandara, Malik memerintahkan ajudannya untuk tinggal di mobil, dan menunggu dirinya di sana.
__ADS_1
Manik setengah bola di untuk menuju ke tempat info Center di mana Di sana dia bisa menunjukkan kuasanya sebagai seorang komandan kepolisian untuk mencari orang yang dituju dalam hal ini adalah Lea.
“Maaf pak polisi tapi ada regulasi . . .”
“Saya membutuhkan informasi Karena orang itu yang melarikan diri dari sebuah kasus.” Malik mengeluarkan kartu as-nya untuk menakut-nakuti pihak Bandara agar dirinya bisa mendapatkan informasi terkait dengan Lea dan dia bisa mengetahui kemana Lea pergi dari catatan perjalanan di bandara tersebut.
Pihak bandara sendiri setelah menerima intimidasi dari Malik langsung mengeluarkan catatan di mana Hari itu siapa saja yang berangkat menuju ke mana dan juga semua catatan keluar dan masuk bandara sudah tertera di sana dan diberikan langsung kepada Malik.
Malik dengan cepat menyelidiki ke arah manakah Lea pergi, dan menemukan catatan kepergian dari Milan elea Putri ke Canberra, Australia.
Malik yang kesal terpaksa harus merelakan kepergian dari Lea sambil mengatur kembali pencariannya untuk bisa mendapatkan Elea lagi.
Karena tidak mungkin bagi dirinya untuk mencari Lea kalau Lea tidak ingin ditemukan.
***
Sementara itu Lea yang sudah berangkat dari Jakarta ke canberra dari jam 08.07 menggunakan penerbangan sq963 sudah sampai ke tujuan jam 12.24 menurut jam yang ada di Australia. Penerbangan yang menghabiskan waktu hampir 2 jam itu membuat Lea merata seluruh tubuhnya sakit semua karena memang dia kurang tidur dan harus berangkat pagi-pagi sekali ke bandara Demi mengejar pesawat pagi supaya dia bisa segera melarikan diri dari Malik dan Dilan.
Rencananya dia akan naik kereta menuju Sydney untuk menghilangkan jejaknya karena tidak ada seorangpun yang bakal mengira kalau dirinya akan mengambil jurusan Sydney menggunakan kereta karena sebenarnya dari Jakarta ke Sydney pun ada penerbangannya namun sengaja Lea menghilangkan jejak dengan cara seperti itu.
Apalagi Tujuan sebenarnya bukanlah di Sydney namun justru di Brisbane karena di Brisbane dia akan mendapatkan pekerjaan.
Tanpa banyak drama Lea langsung saja memesan taksi untuk berangkat menuju ke hotel karena rencananya dia akan naik kereta di hari kemudian.
Dia juga ingin menikmati waktu-waktunya di sini karena dia yakin kalau tidak ada seorangpun yang mengetahui jejaknya di tempat ini.
Sudah lama dirinya tidak pernah memanjakan dirinya sendiri dan memiliki Me Time sehingga waktu-waktu ini akan dia gunakan sebaik-baiknya untuk bisa bersantai dan bersenang-senang.
Lea bahkan memesan hotel bintang 5 agar dirinya bisa memanjakan diri, jadi Lea langsung mengarahkan taksi yang dipesannya itu untuk menuju ke hotel Realm yang terletak di pinggiran kota yang elegan dan berada di jalur gedung parlemen.
__ADS_1
Sesampainya di sana dia langsung check in dan memasuki kamarnya yang dia pesan yaitu Atrium suite yang tentu saja lebih nyaman dan lebih luas karena termasuk kamar dengan fasilitas first class.
Tanpa menunggu lama dia langsung menikmati kamarnya dan beristirahat sejenak sebelum besok pagi dirinya akan berpergian lagi menggunakan kereta.
Entah kenapa Ada separuh jiwanya yang hilang saat dia memutuskan untuk pergi ini namun dia sudah bertekad ingin meninggalkan masa lalunya dan orang-orang yang menurutnya akan membuat dirinya akan jatuh terlebih dalam lagi.
“ Semoga hari esok akan lebih baik dan aku akan lebih kuat. Semangat Lea kamu akan bisa menaklukan Brisbane dan sukses disana …amin!”
Tapi sebelum ia memesankan mata tiba-tiba ponselnya berdering karena ada email yang masuk dan ternyata email itu adalah dari temannya yang memang memanggil dia ke Brisbane untuk bekerja.
“astaga .. gawat, ia minta besok bertemu, gimana ini?” monolog Lea lagi.
Berarti dia tidak bisa bersantai dan ke sini terlebih dahulu namun dia harus langsung ke Brisbane naik pesawat.
Tanpa menunggu lama dia memesan tiket penerbangan ke Brrisbane menggunakan aplikasi online sehingga dia bisa mendapatkan tiket ke sana dengan tarif yang bersahabat.
“ lah berarti tidak bisa me time tapi langsung bekerja dong ini tapi aku harus bersyukur karena bisa mendapatkan pekerjaan yang enak di tempat ini. Mudah-mudahan benar seperti yang dikatakan oleh temanku itu bahwa tempat ini benar-benar menjanjikan.”
“ Ya sudah kalau begitu lebih baik istirahat terlebih dahulu karena besok aku harus bertempur kembali! Semangat!!”
Sambil menghembuskan nafasnya dengan cepat ia langsung memejamkan mata berdoa dan pasaran besok pagi akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi.
Terlintas pemikiran tentang Malik karena memang ada bagian hati yang sudah ia serahkan kepada komandan polisi itu namun dia tidak bisa bersama dengan Malik dengan Statusnya sekarang.
Dia hanya mendesah kasar dan berharap dia bisa cepat move on dan menggantikan segala sesuatunya itu menjadi lebih baik lagi.
***
Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.
__ADS_1
Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.
Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!