
Dia akan pergi dari sisi Dilan dan membiarkan Dilan telah mengurus hubungannya dengan Safea karena dirinya sudah mendapatkan apa yang dia inginkan Yaitu harta milik orang tuanya yang saat ini sudah menjadi miliknya.
Dia juga akan pergi sejauh-jauhnya setelah menjual semua aset-asetnya agar dia tidak harus lagi berurusan dengan laki-laki laknat seperti Dilan dan juga wanita gila seperti Safea.
Memang Lea sudah memikirkan semuanya kalau dia akan menjauh dari Dilan setelah membalaskan dendamnya Yaitu mengambil seluruh harta kekayaan orang tuanya yang saat ini dipegang oleh Dilan dan juga Safea.
Ia juga meninggalkan 50% saham yang memang dimiliki oleh Dilan dan keluarganya.
Baginya saat bisa mendapatkan bagiannya yang seharusnya dimiliki oleh keluarga besarnya itu sudah cukup.
Tapi dia lupa sesuatu bahwa ada hal yang tidak bisa dia selesaikan sekarang yaitu perkara yang saat ini menjeratnya di kepolisian.
Dia masih harus mengandalkan bantuan dari Dilan dan juga pengacara yang dicari oleh Dilan itu untuk membebaskan dirinya dari sesuatu yang seharusnya bukan dirinya yang menjadi penjahatnya.
Dia harus sabar menanti sampai Dilan bisa mengumpulkan bukti-bukti dan membebaskannya secara hukum dan berdasarkan bukti-bukti yang ada bahwa dirinya tidak bersalah.
Dia bergerak dengan gelisah sehingga membuat Dilan sadar kalau saat ini hari sudah malam dan istrinya itu belum beristirahat setelah terkejut dengan penangkapan secara tiba-tiba dirinya di klub malam.
“ Apakah kamu sudah lelah? Maaf karena aku malah banyak bicara dengan Pak Herman agar kamu bisa segera bebas dari masalah yang menjerat kamu saat ini.”
Dilan dengan penuh perhatian memeluk Lea yang terlihat lelah dan juga mengantuk.
__ADS_1
Seandainya Dilan itu bukanlah orang yang telah membunuh keluarganya maka hal ini mungkin bisa membuat dirinya memberikan kesempatan kepada Dilan untuk menjadi kekasih atau suaminya sungguhan.
Tapi luka yang ditoreh oleh Dilan itu begitu dalam dan juga kebencian yang ada di dalam hati Lea itu tidak ada obatnya.
Hanya balas dendam dan juga mengambil bagian yang merupakan milik keluarganya, yang bisa meredakan sedikit kesakitan yang ada di dalam hatinya mengingat Apa yang dilakukan Dilan kepada orang tuanya.
“ Hu um, aku memang sudah lelah dan juga pikiranku benar-benar semrawut malam hari ini karena memikirkan Siapa sebenarnya yang telah tega mengambing hitamkan dan membuat aku harus berurusan dengan pihak Kepolisian.” matanya yang lelah memancar sendu sehingga Dilan langsung saja memeluk dan menarik tubuh lea itu masuk ke dalam mobil dan menutupnya lalu ia sendiri langsung berpamitan dengan pengacaranya yaitu Herman Husain dan menyusul masuk ke dalam mobil agar bisa membawa istrinya itu Pulang ke apartemen milik mereka berdua eh maksudnya milik Lea yang kepemilikannya memang sudah penuh dimiliki oleh Lea Sejak pertama kali dia menghibahkan apartemen itu untuk Lea.
Sepanjang perjalanan Lea hanya terdiam dan menatap ke arah jendela keluar karena dia juga bingung mau membahas apa dengan suaminya itu.
Sedangkan keadilan yang mengerti perasaan sang istri sedang galau dan kesal mungkin dipenuhi juga dengan amarah yang tertahan, hanya bisa berdiam diri saja sambil fokus untuk menyetir sehingga mereka bisa sampai ke apartemen dengan selamat.
***
Detektif sewaannya sudah mengkonfirmasi juga memberikan video-video terkait penangkapan Lea di klub malam tersebut.
Detektif itu bahkan bisa mendeteksi bahwa adanya Dilan di klub malam tersebut menunggu pelakornya itu di dalam mobil milik Dilan.
“ Bu, semuanya yang anda minta sudah selesai saya kerjakan dan semuanya itu disertai dengan bukti-bukti dan juga video-video penangkapan. Kemungkinan besar viralnya penangkapan ini tidak akan keluar Kalau bukan kita yang akan melakukannya. Sebab ada orang besar yang langsung menerjunkan pengacara top dan hebat yaitu Herman Husain untuk mengganggu acara tersebut. Padahal penangkapan sudah berhasil dilakukan dan mereka sudah menggiring wanita itu ke dalam kantor polisi Namun karena bukti-bukti yang kurang atau memang ada desakan dari orang hebat maka terjadilah penangguhan penahanan serta adanya surat penjaminan bahwa wanita itu tidak akan melarikan diri.” jelas detektif itu kepada Safea yang menyewa dirinya.
Terus terang saja apa yang dikatakan oleh detektifnya itu membuat perasaan wanita separuh baya itu menjadi kesal dan juga dipenuhi dengan amarah.
__ADS_1
Mengapa pelakor itu terus menerus berada di dalam situasi yang baik dan juga diberi keberuntungan, Padahal sudah jelas bahwa pelakor itu merebut suaminya dan juga merebut perhatian serta uang-uang milik suaminya itu.
Safia menggeram karena kesal namun dia masih memiliki satu lagi kartu As yang bisa dia lakukan yaitu Dengan menyebarkan video-video penangkapan dari Milan elea Putri itu supaya orang-orang pada tahu tentang hal itu Dan mulai menyudutkan wanita muda yang sangat cantik yang menjadi pelakor di dalam kehidupan rumah tangganya.
“ Lalu kenapa kamu tidak langsung saja menyebarkan video tersebut ke khalayak ramai supaya menjadi viral dan kemudian orang pada menghujat dirinya. Katakan juga statusnya sekarang yaitu sebagai pelakor di dalam kehidupan rumah tangga Dilan dan juga Safea.” kata Safea dengan nada kesal kepada detektif sewaannya itu.
Namun detektif itu hanya terkekeh ringan kemudian mengatakan sesuatu yang membuat Safea menjadi lebih besar lagi hari itu.
“ apa yang menjadi permintaan anda di awal sudah saya lakukan semua Bu dan ini tidak termasuk pembayaran untuk menyebarkan video tersebut. Jadi selama saya belum mendapatkan pembayaran untuk penyebaran video tersebut dengan rapi dan tidak akan menyinggung nama anda, maka saya tidak akan menyebarkan video tersebut. Tapi kalau anda sudah membayar Maka langsung Pekerjaan itu akan saya lakukan dengan bersih dan tanpa menyangkut paut nama ibu Safia di dalam hal ini.” Safea menggeram kental karena permintaan dari detektifnya ini namun dia tidak bisa berbuat banyak. Pekerjaan detektif ini memang sangat luar biasa maka dia bisa mengandalkan detektif ini untuk membantunya menyebarkan video-video tersebut supaya Dilan dan juga Lea akan malu.
“ Baiklah berapa yang harus aku bayar untuk menyebarkan video-video yang tidak mutu itu?” tanya Safia dengan nada dingin karena merasa dipermainkan oleh detektif itu namun Apa yang dilakukan detektif itu juga ada benarnya karena penyebaran video ini bukan termasuk dengan pekerjaan yang harus ia lakukan di awal.
Setelah kesepakatan terjadi detektif itu langsung berpamitan untuk bisa segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Safia.
Mengenai caranya Safia tidak peduli lagi, yang penting keinginannya tercapai!!
“Ingat saja pelakor yang memalukan! Kamu dan Dilan akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini yaitu marah karena dicerai padahal kekayaan Dilan yang sekarang itu adalah berkat aku menemani dan juga mendoakannya siang dan malam. Kalian akan merasakan apa yang aku rasakan!” monolognya dengan lirik namun penuh perasaan karena kebencian yang ada di dalam hatinya itu sudah mendarah daging dengan seorang yang bernama Lea yang menjadi orang ketiga dalam kehidupan rumah tangganya.
***
Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.
__ADS_1
Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.
Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!