
“Ini sebetulnya bukan pemanggilan yang formal karena saya menemukan fakta yang janggal di dalam penjebakan kamu dalam kasus narkoba kemari. “ prakata yang dikatakan oleh Kapten Malik itu membuat Lea menaruh semua atensinya kepada laki-laki tampan yang berkulit coklat khas Asia, dan juga memiliki lesung pipit di wajahnya, mata yang setajam elang dan juga alis yang begitu tebal.
Ketampanannya memang sedikit membuat Lea kagum kepada laki-laki tersebut.
Karena laki-laki tersebut bisa jadi seorang model apabila dia meninggalkan dunia kepolisian yang saat ini membawa namanya begitu terkenal di kalangan wanita dan juga laki-laki karena kepiawaiannya dalam memainkan senjata api dan juga penanganan kasus yang adil yang membuat dia dieluk-elukkan oleh beberapa orang yang memujanya.
“ Oh ya ? apakah fakta lain yang kepolisian dapatkan mengenai penjebakan itu?” tanya Lea dengan tatapan penuh minat kepada pernyataan yang diberikan oleh Kapten Malik tadi. Rupanya memang bukan sesuatu yang terlalu penting karena Kapten Malik hanya memanggilnya seorang diri dan tanpa melibatkan pengacaranya sama sekali.
Dilan pun tidak tahu dan Leo tidak memberitahukan apa-apa karena Lea tahu bahwa saat ini Dilan masih sibuk di kantornya.
“ Penjebakan itu terjadi karena istri dari tuan Dilan Ardiansyah yang melakukannya karena mungkin cemburu dengan anda karena mungkin Faktor yang memang pihak kepolisian belum ketahui Oleh karena itu saya dalam hal ini sebagai pimpinan penyidik, merasa perlu melengkapi hal ini dengan fakta-fakta baru yang mungkin anda ketahui.” kata kapten Malik dengan nada tenang namun dengan wajah yang meneliti dan menyelidiki perubahan ekspresi dari seorang Lea namun Tentu saja dia tidak bisa mendapatkan apa-apa karena menurut Lea apa yang istri dari Dilan itu lakukan adalah Wajar saja mungkin karena dia cemburu dengan keberadaan dirinya.
Dan dia juga tidak menyalahkan hal itu karena memang dia sengaja ingin menghancurkan keharmonisan keluarga mereka.
“ Hmm, yang ingin anda ketahui?” tanya Lea dengan nada tenang, bahkan terlalu tenang.
“Apakah anda menjalin hubungan dengan Tuan Dilan?” tanya Kapten Malik dengan nada yang sarat dengan keingintahuan.
“ Dalam konteks apa?” tanya Lea dengan nada seperti sedang memberikan teka-teki baru kepada Kapten Malik.
“Hubungan kekasih? Tentunya istri dari tuan Dilan tidak akan cemburu apabila hubungan anda tidak lebih dari sekedar hubungan antara pimpinan dan juga bawahan.” selidik Kapten Malik dan dengan tatapan setajam elang yang diberikan oleh kapten Malik kepadanya justru malah menambah keinginan Lea untuk menggoda laki-laki tampan penuh Kharisma di hadapannya itu.
“ Ya, mungkin Tuan Dilan memiliki keinginan untuk membuat hubungan antara pimpinan dan bawahan ini berubah menjadi hubungan percintaan.” katanya dengan nada sedikit ambigu membuat Malik harus benar-benar menelaah Apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Lea itu.
__ADS_1
“ Lalu Anda menerima keinginan dari tuan Dilan untuk merubah hubungan Anda yang dulunya merupakan hubungan antara pimpinan dan bawahan ini menjadi hubungan antara sepasang kekasih?” tanya Malik dengan keingintahuan yang besar.
“Sebenarnya, ada faktor yang harus anda ketahui tentang hubungan saya dengan Tuan Dilan. Saya tidak pernah menginginkan hubungan percintaan antara saya dan Tuan Dilan karena tuan Dilan itu adalah orang yang saya curigai sebagai orang yang membunuh orang tua saya sendiri. Tapi karena fakta di lapangan tidak bisa menunjukkan bukti-bukti tentang hal itu maka saya tidak pernah bisa menganggap bahwa ini semua ada hubungannya dengan Tuan Dilan. . . .”
“ Pembunuhan?” potong kapten Malik dengan nada cepat karena ini merupakan satu informasi yang harus segera dia selidiki karena pihak kepolisian sangat sensitif dengan hal-hal yang berbau kejahatan terselubung seperti ini.
Lalu dengan enteng aku menceritakan semua kecurigaanku dan juga bukti-bukti serta fakta-fakta di lapangan yang menunjukkan memang adanya penyimpangan itu lalu aku juga menceritakan kronologi cerita dari pembunuhan yang melibatkan Dilan dan juga istrinya.
Pernyataan ceritaku itu direkam olehnya karena dia membutuhkan itu sebagai alat bukti bahwa apa yang sudah Lea pernah selidiki bisa jadi membawa keuntungan bagi pihak Kepolisian.
“Aku akan mencoba mencari data data terkait lewat pantauan CCTV jalan maupun berkas-berkas kecelakaan yang tentunya akan dimiliki oleh pihak Kepolisian dan kamu hanya cukup memberikan kepadaku data-data kapan meninggal dan siapakah saksi mata di area kejadian kecelakaan tersebut.” kata-kata Malik dengan nada tegas dan memberikan Lea sedikit pengharapan bahwa kasus ini bisa diungkap lagi oleh pihak kepolisian supaya dirinya bisa mendapatkan orang yang tepat tentang Siapa sebenarnya yang sudah melakukan pembunuhan itu dan apa apa yang membuat hal itu bisa terjadi.
“ Seperti yang sudah saya ungkapkan tadi, semuanya sudah lengkap bukti-buktinya di dalam amplop coklat yang baru saja aku berikan kepada Kapten Malik itu. Saya yakin mereka ada di balik semuanya itu dan memang saya sengaja melakukan hal ini menjadi orang ketiga bagi hubungan mereka berdua agar keluarga mereka hancur seperti mereka menghancurkan keluargaku. Dan aku sengaja mengatakan ini kepada pihak kepolisian supaya pihak kepolisian mau membantu aku menyelesaikan permasalahan ini karena dari pelaporan pertama dan pelaporan dari pihak detektif yang aku sewa mengalami jalan buntu semua karena mereka tidak pernah bisa mendapatkan siapa sebenarnya dalam yang ada di balik pembunuhan tersebut.”
“ Kemungkinan itu bisa saja terjadi namun kita akan sama-sama menelaah Siapa sebenarnya yang berkhianat di dalam hal ini.” perkataan Lea tadi membuat Malik ingin sama-sama membuktikan dengan Lea Apakah memang ada unsur-unsur lain dari pihak kepolisian maupun dari pihak lea sendiri mengenai pelaporan-pelaporan yang sudah masuk ke dalam pihak Kepolisian.
“Baiklah, untuk sementara kasus di pending terlebih dahulu sampai kita mendapatkan bukti-bukti yang lebih jelas lagi mengenai kejadian ini. Tapi kalau untuk kasus penjebakan yang melibatkan kamu dengan kasus narkoba itu aku anggap sudah selesai. Dari pihak Tuan Dilan sendiri tidak ingin menaikkan ini dan menarik semua kasusnya dari kepolisian dan tidak ingin kalau istrinya ditangkap.” jelas Malik kepada Lea yang sedikit paham kenapa Dilan menarik kasusnya mungkin karena ada kesepakatan tertentu antara Dilan dan istri tuanya itu mengenai penangguhan serta penarikan kasus yang melibatkan dirinya kemarin.
Bisa jadi Dilan diancam kalau istrinya akan membeberkan semua kejahatan yang melibatkan Dilan dan juga Safea.
“ Kalau memang sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan saya akan segera pergi dari tempat ini.’ kata Lea sambil membereskan seluruh barang-barangnya dan bersiap untuk pergi dari tempat itu.
“ Nona Lea, Bisakah kita berbicara di tempat lain untuk membicarakan kasus ini dan untuk membuat strategi baru dalam pengembangan kasus yang Nona katakan sebagai pembunuhan atas keluarga nona?”
__ADS_1
Kapten Malik berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih intens lagi dengan Lea yang dianggapnya bisa menggetarkan hatinya itu.
Dan Lea bukan lah orang bodoh yang tidak tahu menahu mengenai perasaan Malik kepadanya namun dia itu sudah kotor dan juga sudah menjadi pelakor dan lagi dia juga sudah berhubungan intim dengan Dilan Jadi tidak mungkin dirinya akan bisa menjadi seorang istri dari pimpinan polisi seperti itu kan? Karena itu akan merendahkan Kapten Malik.
“ Sejauh hanya berhubungan tentang masalah pembunuhan keluarga saya maka saya tidak akan keberatan tapi saya benar-benar tidak bisa kalau itu ada menyangkut hal-hal lain di luar itu.” Lea sudah berusaha membentengi dirinya terlebih dahulu agar tidak terkesan memberikan pengharapan palsu kepada Malik.
“ Kenapa saya merasakan kalau kamu sedang menghindari saya ya? Sebenarnya ini sudah saya rasakan dari pertama kita bertemu namun Saya berusaha mengacuhkannya karena tidak ingin membuat profesionalitas saya berkurang. Namun setelah kasus selesai Apakah saya tidak berhak untuk melanjutkan perjuangan saya?”
Perkataan Malik itu membuat Lea memutar bola matanya dengan kesal karena dirinya benar-benar tidak menyangka kalau Malik akan se to the point itu kepadanya.
“ Percuma saja berjuang untuk wanita yang tidak pantas diperjuangkan, hanya membuang-buang waktu dan tenaga saja! Akan lebih baik Kalau Kapten Malik berjuang untuk hal yang pantas diperjuangkan dan itu tentunya bukan saya!” ketegasan Lea kepada Malik membuat Malik semakin ingin tahu kenapa Lea melakukan hal itu.
Namun Malik tahu ini bukanlah waktu yang tepat jadi dia membiarkan leak untuk pergi terlebih dahulu karena dia tidak mungkin menahannya sekarang.
“ Hmm, Aku tahu sebenarnya Apa yang sedang kamu sembunyikan namun aku akan bisa meyakinkan kamu untuk menyerah dan memberikan aku kesempatan!” Mono log Malik dengan nada lirih seolah dia tidak ingin orang lain tahu apa yang saat ini dia hadapi.
Malik masih menatap punggung sempit sang wanita pujaannya itu dengan Tatapan yang tidak bisa terbaca oleh siapapun, karena hanyalah Malik yang tahu apa yang saat ini ada di dalam pemikirannya.
***
Hai readers Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara memberikan like dan juga komentar-komentar positif yang mendukung kami.
Dan kalau memang kalian merasa memiliki banyak poin sudilah kiranya kalian memberikan kepada cerita ini supaya dukungan kalian bertambah.
__ADS_1
Ditunggu terus dukungannya dan cerita ini akan di update setiap hari, Happy reading!!