
Yura Ayumi Haiko Natanegara, seorang wanita karir berusia 27 tahun. Yura memiliki keturunan darah Jepang dari almarhum Mamanya. Yura adalah putri pertama dari seorang pengusaha ternama Bayu Natanegara. Ibu kandung Yura, Nyonya Ayumi meninggal dunia saat usia Yura 13 tahun. Dan dua tahun kemudian, Yura dikejutkan dengan hadirnya seorang wanita yang membawa seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun lebih muda darinya. Dan ternyata itu adalah istri kedua Tuan Bayu. Istri kedua Tuan Bayu bernama Dania, sedangkan putranya bernama Darren. Yura sangat terkejut dengan pengakuan Ayahnya saat itu karena selama ini ia menganggap Ayahnya adalah pria yang setia. Namun ada alasan dibalik itu semua. Mendiang Nyonya Ayumi pun tahu kalau Tuan Bayu menikah lagi karena semua itu atas permintaan Nyonya Ayumi sendiri. Nyonya Ayumi yang memang sakit-sakitan, sengaja meminta Tuan Bayu untuk menikah lagi. Supaya ketika Tuhan memanggilnya, Tuan Bayu tidak merasa sedih dan terpuruk serta ada yang menjaga Tuan Bayu.
Apapun alasan yang dijelaskan, Yura tidak menerima Nyonya Dania sebagai Ibu tirinya. Namun Yura tetap bersikap baik pada Darren, adik tirinya. Darren sendiri sangat senang karena ternyata selama ini ia memiliki seorang Kakak. Yura tumbuh menjadi seorang wanita yang kuat, mandiri, tegas dan cerdas. Sedangkan Darren tumbuh menjadi pria yang lugu, hangat dan kadang sedikit manja pada Yura.
Setelah lulus kuliah di Amerika, Yura memilih untuk tinggal sendiri. Daripada ia harus satu rumah dengan seseroang yang tidak ia sukai. Tuan Bayu tentu memahami sifat dan watak keras putrinya itu. Dan setelah Yura lulus kuliah, Tuan Bayu mulai mempercayakan perusahaan pada Yura dan hal itu rupanya membuat Nyonya Dania merasa iri dan kesal pada Yura. Seharusnya anak laki-laki lah yang dipercaya untuk mengurus perusahaan, bukannya anak perempuan. Nyonya Dania merasa itu semua tidak adil. Yura tahu jika Ibu tirinya kesal namun ia tidak peduli. Sementara Darren sendiri tidak pernah merasa iri pada Kakaknya karena Darren sama sekali tidak berminat mengurus perusahaan. Terkadang satu minggu sekali, Yura menyempatkan untuk menemui Papanya hanya untuk sekedar makan bersama. Karena jika untuk menetap dirumah itu lagi, Yura rasanya tidak sanggup. Ia tidak ingin Ibu tirinya mengontrol kehidupannya.
Kini Yura sedang menikmati makan malam dirumah Papanya. Tuan Bayu sengaja mengadakan acara makan malam untuk merayakan keberhasilan Yura dan atas penghargaan yang ia dapat sebagai business woman di usia yang masih muda.
“Kak Yura, selamat ya untuk penghargaan yang Kakak dapatkan.” Kata Darren dengan penuh rasa bangga.
“Terima kasih Darren.” Singkat Yura sambil mengunyah makanannya.
“Papa bangga denganmu Yura. Kamu memegang dan menjalankan perusahaan dengan sempurna sesuai harapan Papa.” Sahut Tuan Bayu penuh rasa bangga.
“Selamat Yura, kamu memang hebat.” Kata Nyonya Dania dengan senyum penuh rasa iri.
“Terima kasih,” singkat Yura.
“Yura, kamu sudah sukses memimpin perusahaan, sekarang saatnya kamu untuk memikirkan hidup berumah tangga.” Seketika ucapan Tuan Bayu, membuat Yura terkejut sampai tersedak. UHUK! UHUK! UHUK!
“Tante setuju dengan usul Papa kamu, Yura. Sudah saatnya kamu menikah dan memiliki anak. Tante juga ingin memiliki cucu.” Sahut Nyonya Dania.
“Supaya kamu sibuk mengurus rumah tangga dan anak jadi Darren akan mendapat kesempatan untuk mengurus perusahaan,” gumam Nyonya Dania dalam hati.
“Nanti saja lah, Pah. Yura masih menikmati kesendirian. Jangan bilang Papa akan menjodohkan Yura dengan seorang pria.”
“Papa sudah tua. Papa ingin melihat kamu menikah dan punya anak. Papa juga membebaskan kamu untuk memilih pasangan hidupmu jadi Papa tidak akan mengaturnya. Kamu harus punya penerus Yura. Usia kamu sudah 27 tahun jadi jangan kelamaan. Papa seusia kamu saja sudah punya anak, yaitu kamu.”
“Gampang lah, Pah.” Jawab Yura enteng.
“Jangan gampang-gampang, kalau kamu tidak secepatnya menikah, ya terpaksa Papa yang akan mencarikan jodoh untukmu.”
“Atau Tante bantu carikan ya?” sahut Nyonya Dania.
“Tidak usah, terima kasih.” Singkat Yura dengan tatapan sinis.
Mendengar ucapan Papanya, Yura hanya bisa mendengus.
__ADS_1
####
Pagi-pagi sekali, Yura dikejutlkan dengan kedatangan Darren.
“Darren, ada apa pagi-pagi kesini?” tanya Yura yang baru saja bangun tidur.
“Kak, tolong bantu aku ya?”
“Bantu apa Darren? Kenapa kamu selalu merepotkan?”
“Aku tidak tahu lagi harus meminta tolong siapa tapi saat ini di pikiranku hanya nama Kakak yang aku tuju.”
“Iya-iya cepat katakan, ada apa?”
Darren kemudian mengeluarkan sebuah surat dengan kop surat nama univeristas tempatnya kuliah. Saat membacanya, Yura merasa terkejut karena surat itu panggilan dari dosen pembimbing Darren.
“Apa-apaan ini Darren? Jadi selama ini kamu tidak pernah kuliah dan tidak pernah ikut ujian? Bahkan nilaimu terburuk di kelas. Kenapa kamu bodoh sekali? Keterlaluan kamu,” marah Yura sambil menjitak kepala adiknya. Darren hanya meringis sambil mengusap kepalanya.
“Kak, aku sebenarnya pusing masuk jurusan itu. Aku terpaksa melakukannya karena takut Papa marah. Aku sering bolos untuk ikut latihan musik. Aku ingin menjadi penyanyi dan musisi. Aku tidak tertarik dengan perusahaan.”
“Iya Kak. Aku besok juga akan ikut festival music bersama band ku, Kak.”
“Kamu tahu apa yang terjadi saat Papa tahu? Bisa habis kamu.”
“Makanya itu aku ingin Kakak datang ke kampus dan temui dosen pembimbingku.”
“Terus, apa yang harus aku katakan Darren? Kamu meminta ku berbohong?”
“Terserah Kakak sih mau bohong atau apa. Aku mohon bantu aku ya, Kak. Musik adalah duniaku, Kak. Aku tidak bisa meninggalkan musik.”
Yura menghela. “Baiklah tunggu aku. Aku akan siap-siap.”
Darren lalu memeluk Yura. “Terima kasih ya, Kak.”
“Heran sekali, kenapa aku bisa punya adik sepertimu.” Gerutu Yura seraya berlalu. Yura kemudian segera mandi dan bersiap. Mereka berdua kemudian pergi ke kampus bersama dengan mobil Yura.
“Sejak kapan kamu mempunyai band?”
__ADS_1
“Sejak SMP, Kak. Kalau musik, sejak kecil aku menyukai musik. Tapi Mama tidak pernah mendukung bakatku. Mama memaksaku untuk menjadi seorang pengusaha seperti Papa. Karena Mama menganggap pemusik tidak memiliki masa depan yang jelas.”
“Lalu bagaimana kalau Papa tahu?”
“Sebenarnya saat aku manggung, aku mengubah penampilanku, Kak. Aku bernyanyi dengan menggunakan topeng. Jadi aku membangun image ku seperti itu. Jadi meskipun ada yang memotretku, Papa dan Mama tidak akan mengenaliku.Aku menamai band ku DYNAMITE. Bagus kan Kak?”
“Ya, ya, ya, terserah kamu saja. Tapi kalau sampai ketahuan, aku tidak mau ikut campur. Aku hanya membantumu saat ini saja.”
“Iya Kak tidak apa-apa. Kakak mau mendengarkan laguku?”
“Nanti saja, kepalaku pusing. Pusing memikirkan pekerjaan dan pagi-pagi kamu sudah menambah beban pikiranku.”
“Maaf ya Kak.”
“Hmmmm.”
Sesampainya di kampus, Darren langsung mengajak Yura masuk keruangan dosen Darren. Ternyata tidak sulit mengatasi dosen Darren yang sudah paruh baya itu. Meskipun Darren mendapat ancaman akan di DO.
“Kamu sudah dengarkan tadi? Kamu akan di D.O.”
“Iya Kak, aku tahu. Terima kasih ya Kak, sudah membantuku.”
“Tahun depan kamu sudah lulus, sebaiknya fokus saja selesaikan kuliah. Jangan membuat masalah lagi.”
“Iya-iya, aku akan mengusahakannya.”
“Sekarang masuk ke kelas sana.”
“Maaf Kak tapi aku harus kabur untuk mengikuti festival. BYE!” Ucap Darren seraya berlalu dengan langkah seribu.
“Hei dasar, anak kurang ajar!” teriak Yura dengan penuh amarah. Namun Darren tidak peduli dan justru berlari semakin kencang.
“Awas saja anak ini bikin ulah! Aku perlu memberikannya pelajaran.” Yura lalu melepas heelsnya dan berlari mengejar Darren. Yura yang kurang hati-hati, justru tersandung anak tangga dan menabrak seorang pria. Untung saja pria itu cepat menangkap Yura sehingga Yura tidak sampai terjatuh. Yura dibuat terpana dengan ketampanan pria yang tak lain adalah Jerry, si dosen tampan.
“WOW! Sepertinya aku sudah menemukan orang yang tepat.” Gumam Yura dalam hati saat pertama kali melihat sosok pria dihadapannya. Sangat wangi dan mempesona.
Makin penasaran nggak??? Yukk tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya. Makasih....
__ADS_1