
Jangan lupa mampir ke karya-karya author yang lain nya ya bestie.
Entah kenapa hari ini Adita merasa tidak enak badan.
dan ia sudah meminta izin kepada atasan nya.
Entah karena apa tapi Adita sendiri tidak tahu penyebab nya.
Jika di bilang kecapekan itu sudah Adita lakukan setiap hari, karena pekerjaan Adita hanya itu-itu aja.
Vitamin sudah adik tak minum dengan teratur, siang vitamin, saat mau tidur pun Adita meminum vitamin agar ke eso kan harinya badan nya.
Tapi sekarang tubuh nya tidak bisa di ajak kompromi.
Dari bangun tidur Adita sudah tidak memiliki tenaga.
Iya bahkan meminta sarapan untuk diantar ke kamar.
Untung saja suami nya tidak ada di rumah, jadi ia tidak perlu capek-capek untuk mencari alasan kenapa ia tidak berangkat ke kantor.
Karena semakin ke sini Arion selalu ingin tahu urusan nya.
Dan Adita sendiri tidak mau memberitahu, pekerjaan apa uang membuat nya sangat sibuk akhir akhir ini.
Dan karena hari ini diri nya di nyatakan libur.
Jadi Adita ingin pergi ke butik, anggap lah iya sedang pergi ke kantor.
Jantung nya pun te dengar berdetak lebih cepat dari biasa nya, mengetahui itu Adita langsung menghubungi Lusi.
Adita takut ini efek dari racun yang sengaja ia minum.
Setelah sambungan telpon tersambung Adita langsung mengutarakan apa yang ia ingin kan.
''Aku merasa lemes, dan gak memiliki tenaga, apa ini efek dari racun yang aku minum?'' tanya Adita.
''Aku rasa ia, tapi itu tidak akan mengganggu tubuh mu, Kate sebelum nya kamu sudah meminum penawaran nya.'' Jelas Lusi.
''Dan mungkin itu akhir dari gejala racun itu.'' lanjut Lusi.
Setelah paham Adita langsung mematikan sambungan telepon nya.
Dan setelah itu Adita memilih untuk turun.
Dan karena diri nya merasa lemes Adita, Adita mengurungkan niat nya, Adita mengerjakan beberapa desain nya yang sudah tinggal beberapa lagi.
Karena waktu nya sudah sangat dekat, dan kain yang di pesan oleh Adita pun sudah sampai di butik nya.
Adita sangat menyukai kain yang di kirim oleh Alex.
Karena kain itu langsung di proses dari pabrik nya, dan hanya di buat khusus hanya untuk Adita.
Jam makan siang baru lah Adita memilih untuk turun, karena badan nya sudah mulai bisa di ajak kompromi, Adita langsung duduk, tanpa banyak kata.
Karena untuk bicara saja rasa nya harus mengeluarkan tenaga.
Dan Adita tidak memiliki nya yg sekarang.
Tapi tiba-tiba badan nya mendadak tak punya tenaga lagi.
Dan tanpa bisa di cegah Adita langsung jatuh dari kursi nya, dan sudah pasti Adita pingsan.
Dan itu membuat semua nya panik.
Apalagi Dini, ia langsung lemes melihat itu semua.
Tapi detik berikut nya Dini langsung memangku Adita.
''Ya ampun, Buk,'' panik Dini.
__ADS_1
Mereka semua mengangkat Adita.
Sedang kan Arion sendiri masih di ruang kerja nya bersama dengan David.
Mereka sedang membahas beberapa poin penting tentang perusahaan yang Arion bangun.
Dan pengembangan nya cukup baik.
Mereka yang sedang-sedang serius terganggu dengan teriakan para pelayan.
Arion langsung bergegas turun karena feeling-nya mengatakan terjadi apa apa pada Adita.
Karena ia mendapat kan kabar, jika Adita sedang tidak enak badan.
Dan benar saja Adita sudah tidak sadar kan diri.
''Panggil kan dokter,'' ucap Arion dengan tegas.
Tanpa menjawab David langsung menghubungi dokter pribadi sang tuan.
Karena hanya dokter itu yang di perbolehkan untuk masuk ke mansion ini oleh Arion.
Untung saja kursi roda milik Arion serba bisa, Arion hanya perlu menjalan kan kursi roda itu dengan perintah nya saja.
Arion dengan cepat sampai di bawah, dan langsung meminta mereka semua untuk membawa Adita ke kamar utama yang berada di lantai dua.
Sampai di depan pintu mereka semua berhenti, karena mereka tidak bisa masuk tanpa izin dari Arion.
Melihat itu Arion langsung mengambil alih tubuh sang istri.
''Suruh dokter itu langsung masuk,'' jelas Arion.
''Baik bos,'' jawab mereka serempak.
Arion membawa Adita masuk, dan ia sadar, jika Adita sedang demam tinggi.
''Bari juga Minggu lalu keluar rumah sakit, masa harus balik lagi,'' gumam nya serius.
''Kan gak lucu Adita, punya fisik lemah amat sih, sayur doang yang di makan, makan tu nasi, ayam, spaghetti,'' ucap nya dengan cerewet.
''Arion bisa gak sih jangan cerewet, k.au membuat telinga pengap,'' ucap Adita dengan lemah.
''Udah, kamu diam saja, udah kayak gini juga masih aja nyocos, mulai besok aku akan melarang kamu makan sayur lagi,'' jelas Arion.
''Tidak bisa gitu dong,'' jawab Adita.
''Bisa ini rumah ku, jadi mereka semua akan menyakiti aturan ku, kalau mau diet, mau sehat makan buah aja, sayur juga boleh tapi se sekali,'' jelas Arion.
''Kalau kamu masih mau membantah, aku akan kirim ke rumah sakit,'' ancam Arion.
''Aki haus,'' ucap Adita.
Dan dengan telaten Arion memberi nya minum.
''Temenin aku tidur,'' linta Adita.
''Mata ku sangat panas, badan ku sakit sakit semua,'' ucap Adita dengan se lesu mungkin.
Mereka tak tega akhir nya Arion menuruti Adita.
Adita langsung memeluk Arion, karena sat ini ia memang tidak memiliki tenaga sama sekali.
''Aku sudah memanggil kan dokter, jadi, jangan tidur dulu,'' ucap Arion.
Tidak ada tanggapan dari Adita.
Pelukan nya pun sangat longgar tidak seperti tadi.
''Hey, kami tidak mati kan,'' ucap Arion.
__ADS_1
Tidak ada tanggapan.
Arion mengecek nya, dan ternyata Adita sudah tidak sadar kan diri lagi, dan yang bikin panik, ada darah yang keluar dari hidung nya.
''Adita.'' Teriak Arion panik.
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain nya bestie.
Chat story.
- Super seksi
- Istri Tuan Muda Mesum
- Hot Mother
- Sweet Daddy
- Baby, Kau Milikku
Novel tamat.
- Hadiah Suami Dari Ayah
- Love Presdir
- Alina
- Suami Tampan Rahasiaku
-Suami Tampan Posesifku
- Gigitan Manis Daddy Season 1
- Gigitan Sang Daddy Season 2
- Pesona Tuan Albert Season 1
- Pesona Hot Daddy Season 2
- GELORA Cinta perselingkuhan
- Kiera & Kenzo
-Lubang Yang Sama
-Kekuatan Takdir Cinta
Novel on going
-Perjodohan anak sahabat
-Kutukan sang mantan
-Istri sang pewaris
-Terjerat gairah mantan
-You are my life goal
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...šššš...
__ADS_1