
Lanjut bestie.
Author harap kalian semua sehat.
Amin.
Adita yang mendengar ad yang menjemput merasa heran.
Karena ia tidak meminta untuk di jemput.
Iris yang mendengar itu juga tidak kalah heran nya.
''Kenapa harus di jemput bukan kah kakak akan nginep?''tanya Iris karena ia masih belum puas membanggakan diri dan membuat Adita insecure sampai saat ini dia belum hamil juga.
''Iya, sayang bukankah kamu akan menginap lagian suami mu itu tidak ada di rumah, kita juga belum makan malam tunggu papa pulang.'' Ucap Mama Anita.
''Aku juga tidak tahu kalau mau di jemput, tapi aku juga tidak mau menginap,'' jelas Adita.
Mereka yang menjemput Adita bukan hanya satu dua orang melainkan 4 mobil, Arion sengaja memerintah kan mereka semua untuk menjemput sang istri karena dia tidak percaya pada orang-yang berada di kediaman Fanghoten.
Apalagi tadi pagi Adita terlihat kurang sehat, Arion hanya tidak ingin kepergiannya dibuat enak oleh mereka semua.
''Kenapa kalian menjemput ku?'' tanya Adita.
''Pak bos yang menyuruh kami ke sini, dan kepala pelayan juga sangat sangat mengkhawatirkan buk bos.'' jelas salah satu dari mereka.
''Baiklah kalau begitu tunggu sebentar,'' ucap Adita.
Dia segeralah pamit pada Mama Anita, Adita juga minta maaf, karena tidak bisa makan malam bersama. Tak lupa juga Adita memberikan selamat kepada Iris dan itu adalah ucapan tulus nya.
''Kenapa pulang sih, aku masih belum melihat wajah frustasi nya, aku yakin saat ini dia sedang tertekan karena tidak bisa hamil, sok sok an minta di jemput segala hanya untuk melarikan diri, tapi tak apalah lah sudah cukup untuk hari ini, aku yakin setelah sampai di rumah nya di akan nangis kejer,'' batin Iris.
__ADS_1
Mama Anita mengantar Adita keluar rumah, dan ia sangat kaget karena ada beberapa orang yang membungkuk saat melihat Adita.
''Apakah ini sungguh nyata ,'' gumaman mama Anita.
''Kenapa,ma,'' tanya Adita.
''Mereka memang bersikap kayak gini,'' tanya nya.
''Ya.''
''Kenapa mama terlihat sangat terkejut,'' heran Adita.
''Ini tidak seperti yang mama dengar,'' jelas mama Anita.
''Memang apa yang Mama dengar, apa ini tidak sesuai dengan ucapan seseorang yang memberikan info ,'' tanya Adita.
Sekarang ia tahu kenapa sang mama sampai terkejut seperti itu.
Mendekati itu Adita hanya menggelengkan kepala nya saja.
''Aku saranin buat orang yang mencari info itu dengan lengkap, juga dengan mama jangan termakan omongan orang yang iri dengan hidup ku. Aku baik-baik saja, rumah tangga ku baik-baik saja, suami ku memperlakukan ku seperti Ratu, sekalipun dia tidak sempurna di mata semua orang tapi bagi ku dia mendekati kata sempurna, aku bisa mendapatkan apa yang aku ingin kan, aku bisa membeli apa yang aku ingin kan, aku hanya memberi perintah, hanya menunjuk ini dan itu aku sudah bisa mendapatkan segala nya, mau makan pun aku sudah terbiasa biasa di suapi, mandi pun ada yang menemani. Hidup ku sangat bahagia sangat kontras dari apa yang orang itu katakan. Aku menjalani pernikahan ini bukan hanya formalitas. Aku, dan Arion benar-benar menjalani pernikahan ini kayaknya pernikahan," jawab Adita panjang lebar.
''Kita tidak bekerja di dunia hiburan, kita berdua juga orang tipe orang yang suka berakting, apa yang kita kerjakan, apa yang kita rasakan itu semua sesuai dengan ekspresi kita.''
''Dan Mama tahu sebagai hadiah pernikahan, aku mendapatkan saham 45% atas nama ku sendiri dan juga beberapa perhiasan.'' Jelas Adita.
''Mulai saat ini jika ada orang yang mengatakan hal yang tidak-tidak tentangku. Suruh selidiki dengan benar dan juga, mama jangan terlalu percaya dengan apa yang orang itu katakan, karena tidak semua orang jujur sekalipun orang itu orang orang kita, terlalu banyak topeng yang mereka gunakan, dunia ini kejam, Ma setajam silet, aku pamit, Ma kasihan mereka sudah menunggu jika aku telat pulang mereka yang akan kena getah nya.''
Setelah mengucapkan itu Adita langsung pergi dia apa merasa sangat puas malam ini karena bisa membalas ucapan sang mama dengan tegas.
Selama ini ia memang diam tapi bukan ia tidak memiliki emosi.
__ADS_1
Sebagai seorang anak yang di singkirkan secara tak langsung tentu memiliki perasaan yang tidak bisa ia keluarkan, dan tidak bisa ia bagi dengan siapa pun, perasaan iri, marah, tentu Adita rasa kan semua itu, tapi ia memilih diam, karena ia takut jika ucapan nya akan keterlaluan dan membuat nya menjadi anak yang durhaka. Jika pun Adita merasa tidak bisa mengendalikan emosi nya ia lebih memilih pergi setidaknya sampai emosi nya renda.
Adita tidak ingin kata kata yang keluar dari mulut nya bisa melukai hati seorang ibu, sekalipun Adita merasa itu pantas untuk orang tua nya tapi ia tidak lakukan sebab ia juga seorang perempuan. Iya juga akan menjadi seorang ibu seperti hal nya mama Anita, tapi Adita sudah membentengi diri nya sendiri. Apapun keadaan nya bagaimana pun kondisi anak anak nya kelak Adita akan tetap memperlakukan mereka sama, tidak ingin di beda beda kan karena ia tau rasa nya sangat sakit.
Di perjalanan Adita teringat dengan keanehan yang ia rasa kan.
Sekali pun tidak ada rasa mual seperti orang hamil pad umum nya, tapi itu bisa saja.
Sejauh ini Adita sudah mengikuti program supaya ia bisa lebih mudah memiliki momongan, dengan pola makan yang teratur, dan ia pun menerapkan nya pada Arion tanpa ia sadari.
Adita memantapkan hati nya, jika pun perkiraan nya salah itu tidak akan menyakiti siapapun, tapi di sini mental nya yang sedang di pertaruhkan.
''Aku pasti kuat,'' gumam nya.
''Mampir ke supermarket terdekat,'' ucap Adita.
Sang sopir hanya mengangguk, setelah sampai Adita langsung masuk sendiri, karena tidak ingin terlalu mencolok.
Setelah melihat apa yang ia cari Adita langsung membeli beberapa jenis, dengan masing masing tiga.
Adita berharap ada keajaiban setelah ia mengecek nya.
Kalau kata dokter jika ingin melakukan tes lebih baik di pagi hari hasil nya akan akurat.
Tapi karena Adita sedikit ragu ia kan melakukan nya di malam hari.
Sampai di mansion Adita langsung melancarkan keinginannya.
Dengan lima tesp*ck sekaligus.
''Bagaimana pun hasil nya nanti, itu adalah yang terbaik.'' Ucap nya.
__ADS_1
Cukup untuk hari ini ya bestie bye bye jangan lupa dukungan nya.