Kutukan Sang Mantan

Kutukan Sang Mantan
Keras kepala


__ADS_3

Saat ini posisi Adita, dan masih sama.


Tidak berubah sama sekali.


''Apakah kamu ada berpikiran untuk meninggalkan ku?''


''Apakah kamu tidak malu memiliki suami cacat seperti ku''


''Apakah kamu yakin dengan pilihan mu?''


''Apakah kamu yakin dengan hati mu sendiri?''


''Jangan di paksa Ta,'' ucap Arion serius.


''Kau tau, aku takut untuk memulai hubungan, aku takut jika aku sudah percaya pada orang itu jika aku sudah menaruh hati pada nya, mereka semua akan meninggal kan,'' jelas Arion.


''Dan kamu juga tau bagaimana sikap ku selama ini, bagaimana watak ku, bagaimana keras kepala ku, dan aku yakin di antara orang orang terdekat ku mereka pasti mengetahui bagaimana aku,'' jawab Adita.


''Jila aku sudahi mengambil keputusan maka aku akan menjalin nya dengan sepenuh hati, aku akan mengambil semua konsekuensi nya baik itu sekarang, dan nanti,'' lanjut Adita.


''Jangan pernah merasa jika hanya kamu yang paling tersakiti, jangan pernah mengajarkan aku bagaimana cara nya bersikap, bagaimana cara menghadapi orang-orang yang tidak menginginkan kita.''


''Karena aku orang yang paling mengerti bagaimana rasa nya di tinggal.''


''Aku sangat tau bagaimana kita di acuh kan, karena ada yang lebih menarik dari pada kita sendiri.''


''Karena mengalami nya sendiri.'' Ucap Adita dengan sangat jelas, dengan menatap Arion seksama.


''Aku memang tidak pernah mengingat bagaimana kisah kita di masa kecil, tapi aku yakin kamu orang yang baik, aku yakin kamu orang yang bertanggung jawab, aku yakin kamu adalah orang yang aku cari," jelas Adita .


''Aki sangat ingin mengingat bagaimana kisah kita dulu, dan aku sangat menyesal, karena tidak bisa mengingat nya sekeras apapun aku berusaha.''


''Kamu juga jangan khawatir, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku tidak akan pernah menghianati mu, tidak akan mengkhianati kepercayaan mu, aku tidak akan pernah menghianati hubungan ini," jelas Adita dengan sangat sangat gamblang.


Dan Arion dapat merasa kan jika saat ini Adita sedang bersedih.

__ADS_1


Hanya saja Adita sangat pandai menutupi nya.


Arion merasa bersalah, karena seharus nya ia tidak terlalu menghakimi Adita.


Karena buka hanya diri nya yang tersakiti, di khianati, tapi Adita juga merasa kan hal yang sama, dan itu di lakukan oleh orang tua nya sendiri.


''Apakah kamu sedang merindukan mereka?'' tanya Arion.


Adita langsung menggeleng kan kepala nya.


''Bohong jika aku bilang tidak, tapi sekarang aku sudah terbiasa, hidup ku lebih berwarna ketika aku meninggalkan rumah itu," jelas Adita.


''Pada awal nya aku memang memutuskan untuk menikah hanya karena aku ingin keluar dari rumah itu tanpa ada drama, tapi setelah kamu berhasil mengucap kan ijab kabul, dengan menyebut nama ku, aku udah berjanji di hadapan Tuhan jika kamu akan menjadi suami ku satu-satu.''


''Jadi jangan pernah meminta ku untuk mundur dari hubungan ini, karena aku tidak akan pernah mundur sedikitpun, aku akan menerima semua kekurangan mu, aku akan memenuhi tugas ku sebagai seorang istri.''


''Aku akan berusaha untuk menjadi pendamping yang baik untuk kamu, yang terbaik dari yang terbaik yang pernah kamu temui, aku akan berusaha untuk menjadi penerang dalam hidup kamu.''


''Aku tidak akan meminta imbalan, aku hanya minta jadilah suami ku seutuh nya, jadi lah imam ku, jadi lah pendamping yang setia menemani ku, dan terima lha semua kekurangan ku," jelas Adita dengan sangat serius.


''Baik lah sekarang ayo tidur, tenang kan diri kamu lebih dulu ," jawab Arion.


Tapi Adita menolak nya.


''Bukan kah tadi kamu mengajak untuk istirahat,'' ucap Arion.


''Sekarang tidak lagi aku ingin menikmati malam ini di sini," jelas Adita.


Setelah itu Adita bangun, dan beralih pada tirai yang ada di depan tempat meja kerja Arion, Adita membukanya secara perlahan dan terlihat jelas keindahan kota pada malam hari.


Adita membuka jendelanya, berdiri pada pembatas balkon untuk menikmati udara malam yang terasa sangat sejuk.


"Hm, sejuk nya." Ucap nya dengan merentangkan tangan nya.


Sedang kan sendiri hanya menatap Adita dengan tatapan yang tidak pernah ia berikan pada siapapun sebelum nya.

__ADS_1


Arion baru tahu jika sebenar nya Adita sangat lah rapuh, dia tidak tidak seceria kelihatan nya.


Ada rasa yang Adita simpan sendiri, Arion Adita juga rasa Adita perempuan yang tidak tersentuh melihat karakter nya yang Adita tunjukkan, tapi Arion salah ternyata Adita juga bisa merasakan apa yang orang lain rasa kan, hanya saja ia pandai untuk menutupi semua kesedihan yang ia rasakan, tidak jauh berbeda dengan diri nya, hanya saja beda nya Arion melampiaskan kemarahan itu kesedihan itu pada orang yang ada di dekat nya, sedangkan Adita memilih untuk memendam nya sendiri.


Arion lupa jika Adita juga sama seperti perempuan pada umum nya, yang bisa merasakan apa yang nama nya sakit, hanya saja cara menghadapinya berbeda.


Adita memilih untuk bersikap cuek terhadap sekeliling nya, dan Arion berjanji akan membahagia kan Adita mulai saat ini, setelah mendengar kata-kata Adita membuat Arion sadar, jika Adita adalah pendamping yang baik untuk nya.


''Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk kamu Adita, aku akan berusaha secepat nya menjadikan kamu sebagai istriku seutuh nya, tapi aku butuh waktu tidak mudah seperti kita membalikkan telapak tangan, aku harus menyiapkan mental ku, aku harus menyiapkan semua nya, aku akan berjuang untuk malam kita, aku ingin memberikan yang terbaik untuk mu, tapi aku tidak tau harus memulai nya dari mana, karena keadaan ku seperti ini,'' ucap Arion.


Arion sangat ingin menjadikan Adita sebagai milik nya seutuh nya, dengan begitu Arion akan tenang.


Tapi masalah nya ia tidak percaya diri.


''Aku akan memikirkan lagi untuk melanjut kan pengobatan ku, atau tidak,'' gumam nya.


Arion menatap Adita, yang saat ini sedang menikmati indah nya malam.


Sedang kan Adita memikirkan bagaimana cara meluluh kan hati Arion yang sudah terlanjur membeku.


''Bagaimana lagi cara ku membuat mu yakin, jika aku benar-benar serius dengan pernikahan ini,'' batin Adita bingung.


Adita tidak tau lagi bagaimana cara mendekati Arion.


Apakah ia harus menjadi perempuan yang tidak tau malu agar Arion mau melirik nya.


''Dasar keras kepala,'' umpat Adita kesal.


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...

__ADS_1


...šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž...


__ADS_2