
Hari ini Arion akan pergi ke luar negeri untuk melakukan operasi, hanya operasi kecil, tapi akan membawa dampak yang sangat besar untuk kehidupannya.
Tapi Arion masih menyimpan keraguan, karena sebelum nya ia juga sudah melakukan hal yang serupa tapi gagal.
Tapi kali ini Arion ingin mempertahankan semua kebaikan yang ia lakukan selama ini untuk operasi Yanga kan ia jalani.
Arion berharap ini adalah terakhir kali nya ia melakukan operasi. Karena untuk kedepan nya ia akan begitu sibuk, ada hal yang harus dia lakukan.
Arion hanya ingin semua nya berjalan dengan yang sudah di rencanakan.
Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja nya bersama dengan David, sedangkan ke in tidak akan ikut, karena perusahaan sedang membutuhkan nya.
''Apakah semua nya sudah siap," jawab Arion.
David hanya mengangguk, terlihat sangat jelas, jika saat ini, ia sedang khawatir. David takut jika operasi kali ini juga gagal tapi ia juga berharap semuanya baik-baik saja, dan ia sudah menyiapkan rencana B jika operasi yang akan di jalani oleh Arion akan gagal. David tidak akan membiarkan Arion merasakan kegagalan lagi sudah cukup selama ini ia menanggung semuanya sendiri.
''Apakah Bos tidak ingin memberitahu tentang operasinya pada Bu Bos?'' tanya David.
''Aku ingin memberitahu nya tapi aku juga takut gagal, jadi lebih baik diam, aku takut kepulangan ku nanti akan membuat nya kecewa,'' jelas Arion.
David hanya mengangguk karena ia juga merasa khawatir dengan hasil akhir nya, tapi setidaknya mereka sudah berusaha.
Karena memang kaki Arion hanya butuh beberapa tindakan kecil.
''Persiapan semua nya sudah beres?'' tanya Arion.
David mengangguk.
''Jam berapa kita akan pergi?'' tanya nya kembali.
''Jam 09.00,'' jelas nya.
''Baik lah kalau begitu aku akan sarapan bersama dengan Adita.''
Lagi lagi hanya bisa mengangguk.
Dia merasa terusik dengan apa yang akan di lalui oleh Arion.
Karena operasi kali ini tidak ada persiapan yang matang.
Tidak seperti dulu.
Kali ini Arion hanya mengandalkan keberuntungan.
Dan semoga saja kali ini keputusan Arion memang benar, jika tidak Arion tidak akan mau lagi menjalani hal yang serupa.
Di meja makan Adita udah menunggu kedatangan Arion.
Sedari pagi Adita sudah merengek ingin ikut dengan Arion, tapi dengan tegas Arion, menolak keinginan sang istri, dengan beralasan jika kali ini urusan nya penting dan juga sangat padat jadi sekalipun Adita ikut, ia tetap sendiri.
Akhirnya Adita luluh, tapi sebagai seorang isteri ia memiliki feeling yang kuat.
Adita merasa curiga dengan kepergian Arion, apalagi tadi malam mereka baru makan malam romantis.
__ADS_1
''Tidak ada yang kamu sembunyikan dari aku kan honey?'' tanya Adita serius.
''Tidak,'' jawab Arion berbohong.
''Aku merasa kamu sedang berbohong kali ini,'' jelas Adita.
''Sarapan dulu, nanti aku akan antar kamu ke perusahaan setelah itu aku baru ke bandara,'' jelas Arion agar Adita tidak mengetahui akal bulus nya.
Mau tidak mau Adita patuh.
Tapi kali ini ia tidak ingin sarapan yang ada di depan nya, ia ingin makan jajanan pasar.
''Aku tidak mau makan ini, aku ingin makanan jajanan pasar,'' jelas Adita.
''Jajanan pasar ,'' heran Arion.
Adita hanya mengangguk.
''Kenapa aku aneh ya?'' tanya Adita.
Karena ia juga merasa kan hal yang sama, ia juga merasa aneh dengan diri nya sendiri.
Tapi ia juga tidak tau kenapa.
''Aki juga merasa agak gemukan, padahal aku tidak doyan makan,'' jelas Adita lesu.
''Jangan batasi tentang makanan, makan apa yang kamu suka, jangan pikirkan tentang bentuk itu, '' jelas Arion.
''Kamu yang akan menjadi satu satu nya istri ku,'' jawab Arion.
Dan setelah itu Arion memerintah anak buah nya untuk mencari jajanan pasar.
''Yuk kita berangkat kita tunggu mereka di pinggir jalan,'' ajak Arion.
Adita mengiyakan, karena sejujur nya ia merasa sangat lemes hari ini.
''Jangan terlalu sibuk, aku merasa kamu terlalu giat bekerja,'' jelas Arion.
''Apakah uang yang aku berikan belum cukup, kamu merasa kurang dengan itu?''tanya Arion.
Adita menggeleng.
''Aku hanya menjalani tugas ku dengan baik," jelas Adita
Saat ini mereka sedang menunggu kedatangan anak buah Arion yang sedang berada di dalam pasar.
''Apa aku membuat mu terganggu dengan berita akhir akhir ini?'' tanya Adita.
Arion menggeleng.
''Aku tidak akan terusik dengan itu, lagian itu tidak akan merugikan ku.'' Jelas Arion.
''Adita,'' panggil Arion.
__ADS_1
''Hem.''
''Setelah aku pergi, berjanji lah satu hal, jangan pernah memikirkan nya, karena itu adalah berita sampah, jangan di masukkan ke hati jik ada orang yang menyinggung ku, ataupun keadaan ku, jangan pernah terpancing dengan provokasi mereka,'' jelas Arion.
''Aku hanya ingin kau menjalani hari hari mu dengan baik, besar kemungkinan aku akan sedikit lama, jika kamu ingin melakukan sesuatu lakukan, tapi jika kamu tidak ingin orang mengetahui nya apa yang sedang kamu lakukan beritahu Kevin dia kan menghandle semua nya.''
''Jika ada orang yang mengaku mengaku aku sebagai anak, dan keponakan jangan pedulikan, jangan pernah memberi kan mereka celah untuk masuk ke dalam rumah kita, karena itu akan sangat merugikan.''
''Kamu paham?'- tanya Arion.
''Adita mengangguk.
''Aku janji akan baik baik saja, tapi berjanjilah kembali dengan utuh,'' balas Adita.
Arion hanya mengaguk.
Setelah berhasil mengantar Adita, Arion langsung ke bandara.
Banyak yang mengantar kepergian nya, sedang kan Adita merasa ia sedikit pusing, tapi ia masih bisa bekerja sekalipun tidak maksimal.
''Menurut saja lebih baik ruangan ini di perbesar, dan ruangan yang lain nya di perkecil,'' jelas mandur yang memegang kendali pembanguan itu.
Sedangkan Adita sibuk berpikir, dan juga menerka nerka.
Karena ia baru sadar ia tidak pernah datang bulan setelah ia berhubungan dengan Arion.
''Apa jangan jangan aku hamil,'' batin Adita dag dig dug.
Tak bisa di pungkiri ia juga merasakan hal yang aneh dengan diri nya sendiri.
''Nanti aku akan cek,'' gumam nya.
''Bagaimana buk Adita?'' tanya mandor tersebut.
''Jangan rubah apapun, karena ini bukan bangunan pribadi, jika ingin di rubah harus di adakan rapat terlebih dahulu, tapi jika ingin merubah konsep tidak masalah, tapi tidak dengan ukuran bangunan,'' jelas Adita.
Dan mandor itu pun mengerti.
''Ubah semua sudut seperti yang aku inginkan seperti kemaren.''
Mandor itu mengangguk.
''Berapa lama lagi pembangunan ini selesai,'' tanya Adita.
"Paling lama dua bulan.''
''Baiklah terima kasih atas kerjasama nya.''
Setelah itu Adita memilih untuk masuk ke ruangan yang sudah di siapkan untuk nya.
Ia kembali memegangi perut nya berharap apa yang ia pikir kan bener bener ada.
Jangan lupa dukungan nya bestie.
__ADS_1