
Setelah kejadian panas itu Arion, dan Adita tampak sangat dekat.
Saat ini Arion sedang berada di ruang kerjanya sedangkan Adita sudah berangkat ke kantor, dan nanti malam mereka memutuskan untuk dinner di luar.
Tadi pagi Adita kesulitan berjalan, tapi di bantu oleh Arion, karena memang tadi malam Arion menghajarnya bukan hanya sekali dua kali.
Tampak sekali jika Arion sangat bahagia dengan pencapaian nya bersama dengan Adita tadi malam.
Pencapaian yang tidak pernah Arion bayang kan sebelum nya.
Pencapaian yang sangat Arion hargai.
Pencapaian yang sangat berarti untuk nya.
Arion berjanji akan menjaga Adita dengan sangat baik, akan menjaga pernikahan nya, dan akan selalu berusaha untuk membuat Adita bahagia.
Dan Arion sendiri akan melakukan operasi sekali lagi.
Agar ia bisa berjalan dengan baik, dan bisa menjaga Adita dengan kemampuan nya sendiri.
Saat ini Adita, dan Arion ingin menghabiskan waktu bersama.
Sebelum mereka sibuk dengan urusan nya masing-masing, apalagi setelah ini bisa di pasti kan jika Adita tidak akan pernah memiliki waktu, karena event nya semakin dekat.
Dan semua nya Adita lakukan sendiri, tanpa bantuan dari orang lain.
Karena untuk di butik sampai saat ini Adita masih belum menemukan orang yang tepat untuk menyerah kan butik tersebut.
Dan pagi ini Adita akan pergi untuk mengurus semua keperluan nya event nya, dan kebetulan semua nya sudah hampir selesai.
Satu yang menjadi kendala nya yaitu pembangunan butik yang sedang ia bangun untuk di jadikan tempat pusat untuk semua bisnis nya mengalami masalah.
Adita kurang suka dengan tinggi bangunan yang ada di lantai 4, dan mau tidak mau itu semua harus di rombak dari awal dan waktu yang sudah di tentu kan pasti tidak akan sesuai.
__ADS_1
Dan Adita harus memutar otak nya agar semua yang telah di rencanakan sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Dan uang yang berbicara di sini.
Adita harus menambah lagi beberapa pekerjaan, tapi kendala nya adalah mereka semua menolak karena mereka cuma di minta untuk membantu bukan yang memegang proyek.
''Gini amat ini orang,'' kesal Adita.
''Emang kenapa kalau bukan mereka yang memegang proyek nya, oh ya Tuhan,'' ucap nya.
Bahkan Lusi harus bekerja lebih ekstra lagi karena kendala yang di alami oleh Adita.
''Lagian kamu juga sih kenapa harus di rombak segala,'' ucap Lusi yang kini juga sedang bingung.
''Karena di sana akan di jadikan tempat produksi, dan mereka harus tetap nyaman dengan suasana nya.''
''Lantai satu, dan dua akan di jadikan butik, lantai tiga akan di jadikan tempat untuk gudang dan beberapa kamar jika mereka ingin menginap, lantai ke empat khusus tim produksi dan semua ruangan nya harus di di berikan alat agar suara bising itu tidak kedengaran karena takut mereka yang mampir ke butik ini akan terganggu, lantai ke lima untuk ku, dan atap nya akan aku jadikan tempat bersantai,'' jelas Adita.
''Tapi waktu nya sudah mepet,'' jelas Lusi.
''Yang kita undang untuk menikmati karya ku ini tidak lah sedikit,'' lanjut Adita.
Tapi ini semua keluar dari rencana kita,'' jejas Lusi ''Pada awal nya bangunan yang ini awal nya hanya tiga lantai karena akan fokus pada butik, dan kantor yang lama akan tetap bekerja tapi beberapa bulan kemudian kamu memutuskan untuk menambah bangunan nya lagi karena kamu ingin butik ini menjadi satu kesatuan.''
''Dan pertanyaan nya butik yang lama itu akan digunakan untuk apa?'' tanya Lusi.
''Bangunan butik yang lama aku jadikan restoran khusus penyuka seafood, dan itu kamu yang akan urus .Jika kamu kerepotan mengurus semua nya cari beberapa orang yang bisa kamu percaya untuk membantu kamu.''
''Karena aku tidak bisa memantau semua nya, aku juga harus bekerja di perusahaan papa, belum lagi butik ini aku sendiri yang handle, yang mendesain dan kain yang akan di gunakan,'' jelas Adita.
''Dan event ini tidak ada di daftar kita sebelum nya, apa yang sudah kita rencanakan, kamu bilang akan langsung ke inti tapi nyata nya kita harus mengurus beberapa model yang bisa membantu kita,'' ucap Lusi yang merasa sangat frustasi.
''Aku hanya ingin membuat persembahan yang tidak bisa di abaikan oleh orang, untuk membuat ku bangga, dan semua yang bekerja di sini,'' jelas Adita.
__ADS_1
''Aku tidak masalah dengan itu yang aku kesel adalah ide itu kamu keluar beberapa minggu ini dan itu membuat ku pusing,'' jujur Lusi.
''Aku juga baru kepikiran, dan merasa akan lebih indah jika kita menggunakan acara yang besar di mana karya yang sudah aku ciptakan akan di pakai oleh beberapa model dan itu akan di lihat oleh banyak orang.''
''Aku minta maaf jika kamu harus kerepotan dengan urusan ku, dengan semua bisnis ku, aku hanya percaya sama kamu, tidak ada yang bisa aku percaya lagi, orang tua ku tidak mungkin, karena mereka yang sudah membuatku tidak akan pernah mempercayai orang lain dengan begitu mudah nya, butuh waktu untuk itu, tapi aku berjanji akan memberimu kehidupan yang layak sesuai dengan apa yang kamu inginkan,'' ucap Adita dengan tulus.
''Apa yang kamu lakukan untuk ku sudah jauh lebih cukup, dan aku berterima kasih untuk itu,'' jawab Adita.
''Dan aku punya ide, bagaimana kalau kamu minta bantuan ke suami mu itu tentang pembangunan,'' ucap Lusi.
''Kamu kan tau dia tidak tahu tentang ini,'' jawab Adita frustasi.
''Itu urusan mu, sekarang aku pulang dulu bye bye.''
Di dalam perjalanan pulang Adita memutar otak nya agar bisa dapat bantuan dari Arion tanpa harus Arion curiga.
Dan Adita akan memancar kan aksinya setelah makan makan.
"Honey," panggil Adita.
Tidak ada perubahan Arion masih sama seperti dulu, Arion masih kaku jika harus berhadapan dengan Adita, jika hanya di panggil sekali ,dua kali, tiga kali Arion tidak menanggapi ucapan nya, karena itu sudah menjadi karakter dan juga kebiasaan buruk nya, tapi untuk marah-marah Arion sudah dapat mengurangi nya dia sudah tidak seperti dulu.
Tapi bukan berarti ia sudah tidak marah lagi.
Arion hanya dapat mengontrol nya saja.
Adita merasa kesal dengan kelakuan suami nya itu.
Karena tidak ada inisiatif untuk merayu atau pun memuji apa yang Adita lakukan.
Saat Adita sengaja berdandan cantik malam ini hanya karena Adita ingin mengenang kan sang suami.
Tapi tak ada tanggapan dari Arion.
__ADS_1
''Dasar batu,'' umpat Adita
''Jika saja bukan karena aku ada maksud untuk meminta bantuan nya udah aku tinggal tidur ini suami laknat,'' ucap nya dengan suara yang sangat pelan.