
Saat ini Arion sudah berada di depan apartemen.
Dia ingin masuk tapi Iya juga ragu, David yang sedari diam hanya bisa menghela nafas ini sudah hampir 15 menit mereka berada di luar.
''Bos sampai kapan kita akan berdiri di sini?''tanya David karena ia sudah merasa sangat capek.
''Aku ragu apakah aku akan masih atau tidak," jelas Arion.
''Jika Pak Bos ragu Mari kita kembali, aku takut pak bos sakit karena kita baru mendarat,''jelas David padahal bukan itu yang ingin katakan, dia ingin bilang kalau ia capek, dan ingin istirahat jika Arion tidak ingin beristirahat maka biarkan dia kembali. Itulah yang ingin dia katakan tapi David tidak berani mengungkapkan nya secara gamblang.
Mendengar itu hari yang hanya menata David dengan tajam dan detik berikutnya, Arion memasukkan password apartemen tersebut.
Ruangan itu masih terang, Arion pikir Adita masih belum tidur.
Tapi sayang nya tidak saat Arion melangkah kan kaki nya ke kamar, kamar itu sudah gelap.
David langsung memberikan sesuatu pada Arion.
''Apakah dia akan suka?'' tanya Arion
''Jika ingin tahu maka berikan hadiah itu kita akan tahu dengan melihat ekspresinya," jelas David.
Arion hanya mengaguk.
Arion tidak tahu tentang perempuan, dia memang pernah beberapa menjalin dengan perempuan cantik sebelum Adita.
Tapi mereka hanya di jadikan pajangan oleh Arion.
Sedangkan Adita berbeda, dia istri nya, orang yang ia cintai, dan yang akan menjadi Ibu dari anak-anak nya kelak.
Memikirkan tentang anak Arion menjadi takut.
Karena yang Arion tahu ibunya sakit-sakitan setelah melahirkan nya sampai akhir nya dia meninggal, tapi itu tidak bisa di jadikan kebenaran karena pada hari ini melihat itu, ibu nya di bunuh oleh sepupu nya sendiri.
David masih setia menunggu Arion di depan kamar nya Adita.
sedangkan Arion mulai mendekat, entah kenapa hati nya mendadak lesu.
Arion teringat dengan masalah yang menimpa sang istri, dia tidak terima dengan berita miring itu.
''Pasti sangat sulit akhir-akhir ini, tapi kamu hebat, kamu masih terlihat sangat tenang, dan kami juga terbawa suasana panas itu,'' ucap Arion dengan mengecup kening Adita.
Adita merasa ada seseorang di samping nya, Adita langsung membuka mata nya, karena ia tidak ingin di sentuh orang lain selain suaminya apalagi itu dalam kamar.
__ADS_1
Adita langsung tersenyum saat melihat Arion di samping nya.
''Honey,'' ucap nya bahagia.
Adita memeluk Arion sangat erat, ia menyalurkan apa yang ia rasa.
Setelah di rasa puas Adita melepaskan nya.
Dan Arion langsung memberikan hadiah yang ia bawa untuk nya.
''Maaf aku terlalu lama meninggalkan mu," jelas Arion.
Adita hanya menggeleng kan kepala nya.
''Dan ini hadiah dari ku, aku ingin kamu memakai nya mulai sekarang,'' pinta nya.
Adita langsung membuka kotak itu, tanpa di beritahu pun Adita tahu jika itu adalah perhiasan.
''Aku sengaja milih yang simple, karena aku ingin kamu memakai nya setiap hari, dan itu tidak akan mengganggu aktivitas mu," jelas Arion.
Adita tidak tau harus merespon gimana.
Karena ia tau perhiasan itu pasti sangat lah mahal.
''Ini sangat indah," balas Adita.
''Kalau kamu suka aku akan sering memberikan ini pada mu,'' jelas Arion.
''Tidak usah, cukup kamu berada di samping ku saja itu sudah jauh lebih cukup," balas Adita.
''Ini masih belum seberapa Adita, aku merasa, aku hanya laki laki yang tidak berguna untuk mu. Jika aku bisa aku akan melakukan hal yang lebih dari ini, dan itu juga belum cukup akuu rela memberikan nyawaku untuk mu, karena saat ini kamu salah satu tujuanku, jadi jangan pernah mengeluh, kata kan apapun yang kamu rasa untuk ku,'' ucap Arion.
Adita yang mendengar itu merasa terharu, dan lagi lagi Adita memeluk nya, tapi kali ini bukan hanya memeluk melainkan lebih dari itu.
''Bisa kita melakukan nya malam ini,'' tanya Adita, entah kenapa saat memeluk Arion, Adita menginginkan hal yang lebih.
Untung saja David sudah termasuk ada di sana.
Mendengar pertanyaan dari Adita, Arion langsumg tersenyum, dan tersebut.
Jadilah pergulatan panas di antara suami istri tersebut.
Pagi nya Arion kembali ke mansion, sedangkan Adita pergi ke kantor karena surat resign nya masih belum disetujui oleh papa adam, papa Adam yang tidak mengizinkan Adita untuk keluar dari perusahaan. Karena Adita memiliki saham di perusahaan itu.
__ADS_1
Dan sebagai ganti nya Adita di beri tugas untuk meninjau perjalanan proyek, dan mau tidak mau Adita akan lebih sering berada di luar kantor.
Seperti saat ini Adita langsung pergi ke lapangan di sana sudah ada Alia, dan Neni yang menunggu kedatangannya. Karena Adita meminta satu tim nya untuk aia di ajak ke lapangan untuk meninjau langsung pembangunan yang sedang di proses.
''Kami terlihat sangat ceria sekali,'' ucap Alia
''Ya, sudah pasti, hidup harus selalu di syukuri," jelas Adita.
''Tapi aku rasa kamu sedang berbunga-bunga, apakah suami mu sudah kembali,'' tanya Neni.
''Ya tebakan mu benar,'' jujur Adita.
Tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi, semua orang sudah tai jika ia memiliki suami.
Ya sekalipun suami nya itu masih menjadi misteri.
Tapi Adita tidak pernah terusik dengan hal itu.
Karena Arion saja sudah cukup.
Sat jam makan siang, mereka semua bergabung dengan dengan para pekerja tidak ada batasan di antara mereka.
Karena Adita ingin yang bekerja, dan yang mempekerjakan sama sam nyaman tidak ada rasa canggung, dan sebagai nya.
Hingga pandangan nya teralih kan dengan sosok yang ia kenal sedang menghubungi istri nya, dan hampir setiap hari Adita melihat itu.
Adita merasa takjub dengan keluarga harmonis itu.
Mereka terlihat masih menyempatkan waktu untuk menghubungi satu sama lain dan biasanya, mereka akan berhubungan di saat saat tertentu. Seperti jam makan siang makan, dan mungkin itu salah satu membuat keluarga itu terlihat harmonis, sederhana tapi terlihat sangat memotivasi.
Padahal satu keluarga itu berada di tempat yang terpisah, tapi sejauh apapun keberadaan mereka, hati mereka masih menyatu.
Adita juga mengharapkan hal yang seperti itu, menjadi ibu, dan juga istri yang baik.
Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan makhluk kecil yang ia harapkan.
Tapi tidak menyerah, yang penting ia sudah berusaha menjalani program tanpa di ketahui oleh Arion.
Adita hanya ingin memberikan Arion kejutan, ia akan senang atau tidak Adita tidak peduli.
Karena impian terbesar Adita adalah menjadi seorang ibu.
Jangan lupa dukungan nya bestie.
__ADS_1