Kutukan Sang Mantan

Kutukan Sang Mantan
Setimpal


__ADS_3

Hari ini Adita memilih untuk mengunjungi sang mama, setelah tau jika ia hamil ia ingin memberitahu kan kabar bahagia itu dengan sang mama.


Karena bagaimana pun Adita masih menganggap nya sebagai orang tua nya terlepas dari apa yang mereka lakukan.


Adita datang dengan keadaan mood yang baik, ia bahkan tidak pergi ke kantor hanya untuk sarapan bareng bersama dengan keluarga nya.


Adita langsung menuju ke ruang makan karena memang mereka semua sedang sarapan.


Adita menatap iri ke arah Iris karena sang mama sangat perhatian.


Dia sudah sering mendapat kan hal seperti ini tapi entah kenapa sekarang rasa nya berbeda.


Dan itu membuat Adita mengurung kn niat nya untuk memberitahu tentang kehamilan nya, apalagi sedari tadi Iris selalu menyindir nya, dan sang mama mengiyakan tanpa tau bagaimana perasaan nya.


''Kini aku benar benar yakin dengan pilihan ku sendiri, dengan pemikiran ku selama ini, bukan karena aku sedang berbadan dua tapi karena memang di rumah ini aku sudah bukan siapa siapa, aku hanya tamu,'' batin Adita.


Dan menyembunyikan tentang kehamilan nya adalah hal yang benar.


Adita merasa sedikit terancam karena apa yang Iris lakukan.


Karena apapun yang ia ucapkan, apa yang ia lakukan menjadi hal yang paling mama, dan papa nya percaya dengan entah itu adalah sebuah kebenaran atau pun sebuah kebohongan.


Adita yang tadi nya ingin sarapan kini hanya mengaduk ngaduk kan makanan nya, dan itu tak lepas dari pandangan sang papa.


Saat Adita sedang sibuk dengan hati nya Iris tiba tiba jatuh tepat di hadapan nya, dan itu membuat Adita sangat kaget apalagi Iris mengaduh kesakitan dengan memegang perut nya.


Saat Adita akan menolong nya tiba tiba Iris langsung menolak nya, Adita kaget tapi ia tetap ingin membantu nya karena ia yang paling dekat dengan Iris.


''Jangan mendekat, jangan sakiti bayi ku,'' ucap Iris dengan histeris.


Mendengar itu Mama Adita langsung menjauhkan Adita dari Iris seakan-akan Adita orang yang patut di salah kan, lagi lagi Adita di singkirkan tanpa ia membuat kesalahan, dan seperti biasa Adita yang akan menanggung semuanya.


Mungkin jika ia tidak mengandung ia akan baik-baik saja, tapi sekarang mood nya sedang sensitif.


Adita yang geram langsung menatap mereka semua.


Tapi ia tidak bisa melakukan apa apa.


''Apa yang aku buat,'' tanya Adita.

__ADS_1


''Kau masih tidak sadar dengan kesalahan yang kamu buat,'' tanya sang mama.


''Aku memang tidak salah untuk apa aku mengaku salah," jawab Adita tegas.


''Dasar anak tidak tau diri, ucap sang mama dengan emosi.


''Apa aku pantas di perlakukan seperti ini,'' tanya Adita.


''Sebenar nya apa yang aku lakukan kenapa setelah dia datang aku selalu di salah kan dengan setiap permasalahan yang ada tanpa kalian cari tau kejadian yang sebenar nya.''


''Aku tidak masalah dia di adopsi di keluarga ini, aku juga merasa senang dengan kehadiran nya, tapi apakah kalian tau kalian telah membuang ku tanpa sadar.''


''Dengan kejadian ini membuat ku sadar jika apa yang aku lakukan selalu salah sedangkan apa yang di lakukan Iris selalu benar,di sini ada CCTV, di setiap sudut ada kenapa kalian tidak periksa kenapa di jatuh.''


Mendengar itu orang tua nya langsung te diam.


''Jika kamu memang kesakitan seharus nya dari kamu merintih, bukan malah mendengar perdebatan ini,'' ucap Adita pada Iris.


''Jika aku tidak salah apa kalian semua akan meminta pada ku,'' tanya Adita


''Apakah kalian berani akan meminta nya berlutut di hadapan ku, seperti yang seringkali kalian lakukan pada ku jika aku di nyatakan bersalah,'' tanya Adita.


Lagi lagi orang tua nya diam.


''Kalian tidak perlu khawatir biar kan pihak yang berwajib yang menyelesaikan ini karena aku takut di curigai.'' Lanjut Adita.


Setelah itu ia pergi karena ia sudah di tunggu oleh Kevin, tanpa mereka semua tau jika Kevin sudah menyebabkan kekacauan di saat itu juga.


Adita pergi, bersamaan dengan orang tua nya yang ingin membawa Iris ke rumah sakit.


Sedangkan Iris sendiri sudah sangat senang karena rencana nya berjalan dengan lancar.


''Setelah ini aku yang akan berkuasa,'' batin nya senang.


Adita yang sudah tersulut emosi, langsung menghubungi beberapa kerabat nya untuk meminta bantuan.


Dan dalam hitungan detik, beberapa orang berseragam datang ke kediaman Fanghoten.


Sedangkan Adita saat ini juga sedang menuju ke kantor piliso, dan kehadiran nya sudah di tunggu.

__ADS_1


Bukan untuk di tahan melainkan untuk membuat laporan dengan tuduhan pencemaran nama baik.


Dan Iris akan sulit keluar, karena rata rata orang di sana sangat lah mengenali sosok Adita.


Bukan tidak ingin melakukan tugasnya dengan baik tapi karena bukti yang di bawa oleh Adita sangat lah lengkap.


Dengan laporan itu nama kedua orang tua nya kan di bawa bawa, dan Adita tidak peduli.


Karena mereka juga terlibat jika saja mereka lebih berani menegur Iris saat melakukan kesalahan mungkin Iris yang di akan menjadi manusia yang tidak tau diri seperti saat ini.


Karena di didik dengan benar.


Tapi untuk saat ini kesabaran Adita sudah habis, biar lah ini sebagai tanda perpisahan dari nya untuk mereka karena setelah ini Adita tidak akan mau lagi berurusan dengan mereka lagi.


''Ini aku lakukan agar mereka sadar jika aku juga memiliki batas kesabaran, dan jika mereka menyakiti ku terlalu dalam aku bisa melupakan ikatan apapun,'' ucap Adita dengan tegas.


Kevin dengan setia menemani Adita, tanpa ingin memberitahu Arion, dan jug David.


Karena ia sangat senang bermain-main dengan nyonya muda nya tersebut.


Kevin sangat kagum dengan pembawaan Adita, sekali pun ia sedang marah tapi tidak ada kata kata umpatan yang Adita keluar kan.


Dan itu sudah cukup untuk Kevin.


''Apakah buk bos tidak ingin memberitahu pad pak bos,'' tanya kevin.


''Jika aku beritahu apakah menurut mu Iris masih akan bebas,'' tanya Adita.


''Aku ingin membuat dia menderita yang jauh lebih sakit dari kematian itu sendiri, biar lah dia merasakan pembalasan ku berkali-kali lipat agar kedepannya dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, jika pun tidak dia akan tetep berada di kegelapan dalam waktu yang tidak bisa aku tentukan," jelas Adita.


Adita memang berhati lembut, memaafkan setiap kesalahan orang yang di lakukan pada nya.


Tapi bukan berarti ia bodoh.


Dan untuk Iris itu berbeda, dia sudah mengambil semua yang ia miliki, dan sebagai balasan Adita akan mengambil kenikmatan yang ia rasa kan selama ini.


Setimpal itulah yang Adita pikiran.


Maaf ya bestie jarang update.

__ADS_1


Semoga kalian masih ada untuk author.


Terimakasih


__ADS_2