Kutukan Sang Mantan

Kutukan Sang Mantan
Jawaban tajam Adita


__ADS_3

Adita merasa sangat gelisah hari ini.


Ia merasa ada yang aneh dengan nya, dan jug juga sadar telat datang bulan.


Tapi ia jug takut untuk mengecek nya.


Adita berencana untuk mengeceknya saat Arion datang, ia hanya takut kecewa.


Karena akhir akhir ini mood nya sedang tidak baik baik saja.


Setelah jam makan siang Adita memilih untuk berkeliling di proyek berharap rasa gelisah yang ia rasakan bisa berkurang.


Adita mengecek semua nya tanpa terkecuali.


Bahkan tak sedikit Adita memberikan beberapa masukan.


Tapi tiba tiba saat ia sedang fokus, hand phone nya berdering.


Dan ternyata itu sang mama.


''Tumben," gumam Adita.


Tapi ia langsung mengangkat nya.


''Halo, Ma,'' jawab Adita.


''Bisa pulang sekarang ke rumah sayang,'' tanya sang mama.


''Ad acara apa,'' tanya Adita.


Karena kalau gak penting penting amat Adita sangat males jika harus kembali ke rumah itu.


Baju baju yang ada di sana lun sudah Adita bagi bagi kan pada orang yang membutuhkan.


Tidak ada yang tertinggal lagi di rumah itu.


''Gak ada, mama hanya ingin kamu ikut merasakan kesenangan kita," jelas sang mama.


''Apa,'' tanya Adita.


''Adik mu sedang mengandung," balasnya dengan sangat gembira.


''"Baiklah, nanti pulang kerja, aku akan pulang." jawab Adita.


Mama Anita yang mendengar itu, merasa sangat senang. Karena ia sangat merindukan Adita, tapi entah kenapa dia ragu untuk mengunjungi anak sulung nya tersebut, Mama Anita takut menyinggung perasaan Iris.


Yang ada di otak mereka hanya Iris tidak kah mereka berpikir jika Adita juga memiliki perasaan, dia juga berhak atas perhatian orang tuanya bukan hanya Iris.


Tapi karena sudah terbiasa di bedakan sejak kecil Adita tidak lagi memikirkannya.


Adita sudah mati rasa hanya untuk mendapat kan perhatian dari orang tua nya.


Dan Adita lebih bahagia dengan keadaan nya yang sekarang.

__ADS_1


Banyak orang yang mengatakan jika rumah adalah tempat paling terbaik, untuk kita pulang tapi bagi Adita sebaliknya.


Adita akan mengunjungi kediaman Fanghoten jika ia mendapat kan izin dari sang suami.


''Mama yakin Arion akan mengizinkannya,'' ucap mama Anita


''Semoga saja," balas Adita cuek.


''Baik lah, mama tutup dulu Iris sedang ngidam buah mangga," jelas sang mama sangat antusias.


Adita yang mendengar itu, langsung mematikan hand phone nya.


Adita terlalu malas mendengar ocehan sang mama bukan hanya ingin durhaka tapi rasanya tidak adil untuk nya, dari pada hati nya mengatakan hal.yang tidak dia inginkan. Lebih baik Adita segera menghindar. Karena bagaimana pun orang tua tua itu adalah orang nya ramah yang melahirkan nya ke dunia ini.


Adita melanjutkan apa yang sudah dia kerjakan dia masih berkeliling dengan santai, seakan-akan ia tidak peduli dengan permintaan sang mama.


Lagian saat ini masih siang, banyak waktu jik hanya ingin berkunjung.


Lagian Adita tidak ingin berlama-lama di rumah itu, rasa nya sangat tidak nyaman.


Jam enam sore Adita sampai di kediaman Fanghoten.


Adita langsung di sambut baik oleh sang mama.


Iris yang tau jika Adita sudah ada di rumah, ia langsung turun, dan berpura pura sangat bahagia dengan kehadiran sang kakak.


''Kakak,'' panggil Iris dari tangga.


''Hati hati sayang,'' ucap sang mama.


''Mama GK mau sampai kau kenapa kenapa,'' lanjut sang mama.


Mendengar itu tentu Iris sangat bahagia, karena memang itu tujuan nya yaitu ingin menunjukkan jika sang mama lebih menyayangi nya.


''Mama khawatir?'' tanya Iris.


''Ya, iya dong sayang," jelas sang mama.


Mendengar itu Iris langsung memeluk sang mama, sedang kan Adita mengirim pesan ke Arion.


Tadi dia lupa memberitahu, dan baru bilang sekarang.


''Kakak,'' panggil Iris dengan manja.


''Hem.''


''Kakak GK bahagia ya dengar aku hamil?'' tanya Iris.


''Kenapa?'' tanya Adita.


''Kakak bahkan tidak memeluk ku,'' balas Iris.


''Maaf tapi ku baru pulang kerja, aku sedang kotor jadi tidak akan sehat untuk kamu, apalagi sekarang kamu lagi hamil, kurangi juga loncat loncat nya karena ada nyawa lain yang sedang tumbuh di dalam diri kamu," jelas Adita panjang lebar.

__ADS_1


Mendengar itu Iris menjadi geram, dari dulu selalu begitu.


Adita langsung mengembalikan keadaan, tidak peduli jika sang Mama akan memarahi ucapannya.


Adita tidak pernah menjaga image di depan kedua orang tuanya berbeda dengan dirinya, yang selalu bersikap sopan.


Berkata kasar pun Iris tidak pernah melakukan itu di depan orang tuanya.


Mama Anita hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan ke dua putri nya, Mama Anita menganggap itu sebagai harmonisan dalam persaudaraan. Berbeda dengan apa yang di rasa kan oleh Iris, berbeda juga dengan apa yang di rasakan oleh Adita.


Adita tidak pernah ter provokasi dengan apa yang dilakukan oleh Iris, dan itu membuat Iris sangat kesal.


''Kakak tahu, anakku akan menjadi cucu pertama di keluarga fanghoten, begitupun juga di keluarga mertuaku,'' ucap Iris.


''Bagus dong kalau begitu," jawab Adita tersenyum.


''Aku minta maaf ya, kak,'' ucap Iris tiba-tiba.


''Untuk apa ,'' tanya sang mama.


''Karena aku hamil lebih dulu dari pada kak Iris,'' jelas Iris.


''Jangan berkecil hati ya kak,'' lanjut nya dengan tersenyum.


Adita yang mendengar itu tau maksud dari Iris , dia sedang mengejeknya karena belum hamil, tapi berbeda dengan apa yang di pikir kan oleh Mama Anita, dia berpikir Iris sedang menyemangati Adita.


Menurut kalian gimana nih bestie, apakah mama Anita pantas di sebut ibu yang baik?


''Aku tidak masalah adikku sayang," balas Adita.


''Jangan pikirkan tentangku, pikirkan aja tentang kehamilan mu, pastikan dia baik-baik.''


''Siapa tahu, dengan kamu memiliki anak, sikapmu akan berubah menjadi lebih dewasa, tidak kekanakan lagi,'' lanjut Adita dengan senyuman manisnya.


Mendengar itu Iris merasa tersentil.


''Apa hubungan kakak dengan kakak ipar baik baik aja?'' tanya Iris.


''Tentu," balas Adita


''Tapi kenapa sampai sekarang Kaka belum hamil juga,'' jawab Iris.


Iris berharap dengan begitu Adita akan lepas kendali tapi sayang nya itu tidak terjadi.


''Aku memang menikah lebih dulu dari pada kamu, adik ku sayang, tapi jangan lupakan fakta, jika kamu jauh lebih dulu melakukan hubungan suami istri itu dengan Irham dari pada aku, sekalipun waktu itu kami masih memiliki hubungan," jelas Adita.


''Akan sangat tak wajar jika aku yang hamil lebih dulu, jika itu sampai terjadi kamu harus mengecek kesehatan suami mu, tapi untung lah itu tidak terjadi,'' lanjut Adita.


Saat Iris akan menjawab tiba-tiba ada pelayan yang mendekat, dia melapor jika Adita sudah di jemput.


Bagaimana besti, hebat gak Adita?.


Jangan lupa dukungan nya.

__ADS_1


__ADS_2