Kuyup

Kuyup
Pelajaran


__ADS_3

"Tadi gue udah tawarin ke bini gue, katanya dia mau istirahat aja. dia juga udah minum obat" Ryder berusaha meyakinkan kakaknya, agar tak masuk dan curiga melihat istrinya menangis sesenggukan. "Semoga aja dia percaya" kata Ryder dalam hati.


"Ya terus ngapa dia masih berdiri?"


"Ya kan ada lo, ngak mungkin lah istirahat kalo lo masih disitu kaya patung"


"Ya elah, bilang aja Al sono lo pergi, bini gue tercinta mau istirahat. susah amat"


"Ya udah sana pergi" kata Ryder mengusir Alan. "Eh tunggu" sambung Ryder membuat langkah Alan terhenti dan berbalik menoleh kearahnya.


"Apa lagi" Alan menahan kekesalan.


"Jangan lupa tutup pintunya"


"Makasih" Meski Alan kesal, Alan tetap menuruti perintah adiknya.

__ADS_1


"Heh ... lo ngapain nangis gitu" kata Ryder setengah berteriak. "Oh, gue tahu, lo pasti mau bikin gue kelihatan jelek dimata keluarga gue sendiri, lo pengen nguasain keluarga ini dengan cara buat seolah olah gue penjahatnya dan lo yang tersakiti gitukan?" tuduh Ryder sekali lagi, Alesha langsung menggeleng cepat.


"Udah deh, lo ngak usah munafik. Dan gue sendiri yang bakalan pastiin, kalo tujuan lo itu ngak bakalan tercapai" Ryder mendekatkan wajahnya ke wajah Alesha yang tertunduk menangis sesenggukan karena ulahnya.


"Berhenti nangis" kata Ryder setengah berteriak. "Gue bilang jangan nangis" ulangnya, ia benar benar muak dengan tangisan Alesha yang terkesan dibuat buat dimatanya.


"Lo emang mau nantangin gue? Oke kalau emang itu yang lo mau" Ryder menyeringai, hal yang sudah lama tersimpan di benaknya sepertinya akan terlaksanakan.


Tanpa aba-aba Ryder menarik lengan Alesha hingga jatuh terhuyung ke kasur.


Ryder tak puas jika hanya berhenti disitu, dengan cepat ia membuka kemeja yang membalut tubuh berototnya. Hingga terlihat perut kotak kotak yang membuat siapa saja melihatnya gemas ingin menyentuhnya. tapi tidak dengan Alesha, gadis itu nampak ketakutan pada suaminya sendiri.


Ryder merangkak mendekati Alesha yang nampak ketakutan karena ulahnya.


"Jangan kak" terlambat, Ryder sudah menyobek nyobek pakaian yang dikenakan Alesha hingga tak berbentuk.

__ADS_1


"Kenapa? bukannya ini yang lo mau? mengandung pewaris dari keluarga Richardo dan lo bisa memperalat anak itu untuk mendapatkan seluruh harta keluarga ini"


Alesha hendak mengelak, tapi ia yang masih sesegukan tak sanggup untuk mengeluarkan sepatah katapun agar Ryder tak jadi menerkamnya.


"Oke, gue bakalan bantu lo. tapi gue nggak yakin tujuan lo bisa tercapai" kata Ryder menyeringai, yang membuat Alesha semakin ketakutan. dengan cepat ia menarik pakaian dalam Alesha, sehingga ia berhasil membuat istrinya telanjang bulat.


Sementara itu, Alesha yang melihat Ryder sibuk membuka resleting celananya, mengumpulkan tenaga untuk melarikan diri. Bukan tak mau melayani suaminya, tapi ia tahu kalau percintaan ini bukan percintaan biasa, seperti pada umumnya.tapi ajang pelampiasan emosi yang akan membuatnya sengsara.


Alesha mempercepat langkahnya, tinggal selangkah lagi ia berhasil lolos dari cengkeraman singa. Namun keberuntungan tak memihaknya, Ryder menarik rambutnya kuat sehingga tubuhnya yang hendak meraih kamar mandi terhuyung kebelakang.


"Akhh ampun"


"Jangan lo pikir, lo bisa lolos dari gue" Ryder memicingkan matanya. Ryder menggendong tubuh polos Alesha dan melemparnya keranjang bak karung tak berharga.


Ryder menyeringai, ia memang belum memiliki rasa pada istrinya. Tapi ia begitu penasaran dengan film dewasa yang sering ia tonton. bagaimana rasanya? apa benar seenak yang dikatakan Andrew, teman bejatnya yang suka meniduri banyak wanita di club. Dari pada penasaran kenapa tidak coba saja sendiri? Sekalian memberikan pelajaran pada wanita yang telah membuat hidupnya tak bisa tenang agar tidak berani berbuat macam macam .

__ADS_1


__ADS_2