Kuyup

Kuyup
Zico


__ADS_3

"Ya Allah kok dari tadi ngak ada taksi lewat ya" Alesha mondar mandir didepan sebuah ruko menunggu taksi lewat, karena kebetulan hp nya ketinggalan di rumah.


Tiinnnn


Sebuah mobil berwarna silver terhenti tepat didepan Alesha.


"Kamu" kata Alesha tak percaya apa yang ia lihat, karena pengemudi mobil menurunkan kaca sehingga terlihat wajah tampannya dari luar.


"Masuk"


"Ngak usah, aku lagi nungguin taksi lewat"


"Udah masuk aja, dari pada kamu telat" kata pria berkacamata hitam dari dalam mobil.


"tapi ..." ucapan Alesha tergantung karena pria berkacamata itu membuka pintu mobilnya.


"Udah ngak usah kebanyakan mikir, ayo masuk"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa liatin gue kaya gitu? gue ganteng ya?" kata Zico tanpa menoleh kearah Alesha.


"ihh ... kamu bisa aja. ternyata kamu ngak berubah ya, masih sama kaya dulu" kata Alesha menepuk lengan Zico pelan.


"Ngak juga tuh, ada beberapa yang hilang dari gue"


"contohnya?"


"kamu" jawab Zico menoleh sekilas. "kok malah ketawa?" dahi Zico nampak mengkerut.


"ya iyalah, aku nanyanya serius kamu jawabnya malah bercanda. mana ngak nyambung lagi" Alesha merasa tergelitik mendengar kata kata yang keluar dari mulut sahabat lamanya. Memang sahabatnya ini lain dari yang lain, tanya-nya apa jawabnya apa.


"Tapi aku serius" kata Zico menampakkan wajah serius.


"maksud kamu"


"Sebenarnya ...."


"Eh kita udah sampe ya? kalau gitu aku turun duluan ya. makasih tumpangannya" kata Alesha buru buru turun dari mobil Zico.


"Huh, kayaknya gue harus sabar. gue harus nunggu waktu yang tepat buat ngungkapin perasaan gue ke Alesha"


Tiiinnnnnnn


"Iya iya sabar, nih gue lagi parkir. ngak liat apa?" gerutu Zico karena dari tadi mobil dibelakangnya terus mengklakson agar mobilnya minggir, tak menghalangi jalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Duh, taksi onlinenya kok belum datang juga" Alesha mondar mandir menunggu taksi online yang sudah ia pesan 30 menit yang lalu lewat handphone temannya.


Tiinnnnn


Sebuah mobil berwarna silver berhenti didepannya, kaca mobil terbuka dan terlihat seorang pria tampan menatap ke arahnya.


"Lagi nungguin siapa?" kata pria itu yang tak lain adalah Zico.


"Kamu ngapain disini? kamu belum pulang?" kata Alesha balik bertanya.


"Tadi aku ikut ekstra kurikuler, kamu lagi nungguin jemputan?"


"Ini aku lagi nungguin taksi online, tapi belum datang juga"


"Ya udah masuk"


"Ngak usah, mungkin sebentar lagi taksi onlinenya dateng" tolak Alesha tak enak hati jika harus hutang budi sekali lagi pada Zico.


"Ngak usah sungkan, kitakan udah lama temenan. Sekalian gue mau ngajak kamu"


"Kemana?"


"Nanti juga kamu tahu. udah sekarang kamu masuk gih"


"Tapi ..."


"Kamu ngajakin aku ke cafe Xxxxxx, buat apa?" kata Alesha setelah tiba disalah satu cafe terkenal di Jakarta.


"Ya buat makan lah Alesha, masa buat buang hajat"


"Ya tahu, tapi kenapa harus ke cafe ini"


"Emang kenapa? ngak suka ya? makanan disini enak kok. atau jangan jangan kamu ngak suka keramaian? kalau gitu kita cari aja Cafe lain aja yang sepi"


"Bukan itu tapi ..."


"Tapi apa? Ngomong aja, jangan buat gue nebak nebak, gue dah pusing tujuh keliling gara gara materi yan disampein pak Rudolf"


"Aku nggak punya banyak uang, lagian kan makanan di sini mahal mahal" kata Alesha malu mengakuinya, meski Zico mengetahui latar belakangnya yang terlahir dari keluarga sederhana.


"Ohh, gue kira apaan. bikin gue panik aja tau nggak. Kamu santai aja, biar gue yang bayarin"


"Ngak usah" tolak Alesha cepat. Zico menaikkan sebelah alisnya tak mengerti mengapa gadis didepannya menolak tawarannya.


"A ... aku ngak mau ngerepotin kamu. kamu udah anterin aku aja aku udah makasih banget"


"Aku nggak ngerasa direpotin kok, lagi pula aku seneng bisa nolongin kamu"

__ADS_1


"Tapi ..."


"Udah nggak usah kebanyakan mikir. ayo kita duduk disana" Zico menunjuk meja yang kosong.


"Mbak ..." panggil Zico pada seorang pelayan.


"Ya kak, mau pesan apa" tanya pelayan dengan ramah.


"Saya pesan Orange juice, pop corn, kentang goreng sama cheese cake, kalau kamu apa?" Zico berbalik menatap Alesha.


"Aku strawberry juice aja"


"Udah itu aja" tanya Zico yang dijawab anggukan kecil oleh Alesha.


"Ya udah mbak, sama Strawberry juice satu"


"Baik, silahkan ditunggu"


"Oh ya gue minta nomor hp kamu dong"


"buat apa"


"Buat hubungin lo, biar bisa ngobrol ngobrol ya seputar kehidupan sehari-hari gitu" kata Zico bingung harus berkata apa, karena sejatinya dia bukanlah pria yang pandai merayu.


"Permisi, ini pesanannya"


"Oh ya, makasi" kata Zico.


"Nih cobain deh kamu pasti suka" kata Zico menyodorkan sepotong cheese cake kemulut Alesha.


"Nggak, buat kamu aja"


"Udah cobain aja, gue jamin lo pasti ketagihan" karena tak ada pilihan lain akhirnya Alesha membuka mulutnya dan memakan cheese cake yang disuapi Zico.


"Itu bukannya si cewek miskin jelek itu, ngapain dia pacaran disini? atau jangan jangan dia sengaja biar gue cemburu? sayag banget, tapi gue nggak bakalan tertarik apalagi cemburu sama cewek jelek itu" kata seorang pria dalam hati dari kejauhan.


"Kamu ngeliatin apa sih?" tanya seorang cewek karena pacarnya diam saja saat dia sedang mamerkan gaun barunya yang baru ia beli dari uang pacarnya itu.


"Ngak ngeliatin apa apa. Ayo kita pergi"


"Tapi aku belum selesai makannya"


"Udah nanti kita pesan online aja"


"Emang kenapa si" tanya si cewek keheranan, padahal baru saja makanan mereka datang, bahkan makanan milik si cowok belum disentuh sedikitpun.


"Aku lagi banyak tugas dari dosen pembimbing, besok harus dikumpulin" jawab si cowok ketus.

__ADS_1


__ADS_2