
Malam tiba, Ryder yang sudah diperbolehkan pulang tak sabar ingin pergi jauh jauh dari tempat bau obat ini.
"Ngak ada yang jemput gue nih?"
"Ngak ada, emang lo sepenting apa? sampe sampe mommy yang lagi arisan bela belain kesini? lagi pula Daddy juga lagi sibuk, besok ada meeting di luar kota. jadi jangan manja jadi orang" kata Alan melirik saudaranya dari spion tengah.
"Kalau nyetir ya nyetir aja kali. matanya ngak usah nglirik kebelakang juga" kata Ryder yang menangkap basah Alan.
"Ngak, pede banget jadi orang".
"Minimal pede dulu kali. lagi pula lo udah ketangkap basah juga masih ngelak aja. jelas jelas lo ngintipin gue sama bini gue lagi mesra mesraan tadi. ya kan honey?" Ryder berbalik menatap Alesha yang kini duduk dipangkuannya dengan kepala yang disandarkan dipundak Ryder, yang tentu saja itu atas perintah Ryder agar terlihat bahwa dia sangat menyayangi istrinya. dengan begitu dia tidak akan disalahkan jika wanita yang ada dipangkuannya pergi meninggalkannya.
"I ... iya" jawab Alesha terpaksa ikut ikutan berakting, meski ia tahu semua perlakuan baik suaminya hanyalah ilusi yang akan pudar jika mereka sudah berdua.
"Ya deh iya, gue ngaku. emang tadi gue ngintipin lo pada. lagi pula kalian sempat sempanya mesra mesraan didalam mobil. ngak mikirin jiwa jomblo gue apa?"
"makanya buruan nikah, biar bisa enak enakan tiap malem kaya kita" kata Ryder membelai lembut pipi istrinya.
"Jangankan nikah, calonnya aja ngak ada"
"siapa bilang ngak ada?"
"oh ya, emang siapa calon gue" kata Alan melirik Ryder yang masih setia bermesraan lewat spion tengah.
"tuh nyamuk" jawab Ryder dengan gelak tawa yang mengiringinya.
"ya elah, gue serius juga" kata Alan memalingkan pandangannya, fokus ke jalanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Alesha, ini mommy ambilin makanan yang banyak, biar kamu cepet sembuh ya" kata Petty meletakkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk yang menggunung.
"ya elah mom, itu mommy ngasih orang makan seminggu apa gimana sih? banyak bener" kata Alan.
__ADS_1
"biarin ngapa si, lagi pula tuh masih banyak lauknya" kata Ryder membela sang mommy.
"ya udah deh, terserah lo aja. serba salah gue" kata Alan memasukkan makanan ke mulutnya.
"jombo emang serba salah"
"iye iye gue jomblo, dibahas terus"
"udah, kalian habiskan makannya jangan ngomong terus" kata Harry buka suara karena dari tadi makannya terganggu dua insan kakak beradik itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"lo mau kemana?" tanya Alan melihat Ryder menaiki tangga.
"kamar" jawab Ryder tanpa menoleh ke arah kakaknya.
"Mau ngapain?"
"tumben lo belajar, kesambet apaan?" tanya Alan. "idih ngak jawab lagi"
"gue sibuk, jangan ganggu gue" kata Ryder berbalik lalu melanjutkan langkahnya.
"idih, sok sibuk" kata Alan sambil mengunyah snak kesukaannya. "Mommy sama Daddy mau kemana"
"Mommy mau bantuin Daddy kemas kemas, besok Daddy harus berangkat awal"
"Adek ipar, lo disini aja ya nemenin gue. gue ngak ada temen nih" kata Alan berbalik menatap Alesha.
"E ... aku harus kekamar sekarang, takut kak Ry nungguin" kata Alesha tak enak hati meninggalkan Alan.
"Ya elah, gue sendiri nih? nasib deh jadi jomblo" kata Alan mengganti channel tv.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Masuk" kata Ryder setelah mendengar suara ketukan pintu.
"kak ..."
"Apa?" tanya Ryder sewot.
"E .... aku tidur dimana?" tanya Alesha takut takut.
"Emang lo ngak liat? tuh lantai luas kan?"
"i ... iya"
"ya udah sana tidur"
"iya kak, maaf"
"tunggu bentar" kata Ryder membuat Alesha yang hampir memejamkan mata mengurungkan niatnya.
"ada apa kak?"
"buatin gue kopi"
"dapurnya dimana?"
"dibawah, lo cari aja sampe ketemu"
"i ... iya"
"tunggu" kata Ryder yang membuat langkah Alesha terhenti.
"kak Ry mau bikinin apa lagi?" tanya Alesha hati hati.
"Bikinin gue cemilan, inget yang enak tapi" kata Ryder yang dijawab anggukan kepala oleh Alesha.
__ADS_1