Kuyup

Kuyup
Wedding


__ADS_3

"Gue kira apaan, ternyata cuma tulus doang"


"Tolus doang, denger ya didunia ini susah cari cewek yang tulus, langka tau ngak?"


"Oke, terus lo tau dari mana kalau dia tuh tulus? liat aja, dia tuh orang miskin. dan lu ngak denger kalau bokapnya ngak mau Daddy bayarin biaya rumah sakitnya, dan malah minta gue nikahin anaknya si gadis udik tuh"


"Ya gue denger. terus apa hubungannya dengan tulusnya cewek itu"


"Masa lo ngak paham juga si. kalau mereka ngomong gitu cuma mau nguras harta kita. dan gue ngak akan biarin dua orang kampungan itu menang"


"alah tuh cuma akal akalan lo kan" kata Alan yang justru tertawa mendengar penuturan adiknya.


"akal akalan gimana?"


"ya elah, gue tuh bukan cuma seminggu dua minggu kenal sama lo. gue kenal banget sama lo, lo bilang gitu cuma karena lo belum bisa muve on dari Loopykan?"


"gue ngak mau bahas tuh cewek"


"Udahlah Ry, lebih baik lo turutin perintah Daddy"


"Ngak, sampai kapanpun gue ngak bakalan nikah sama tuh cewek"


"Terserah lo, tapi gue ngak bisa buat apa apa kalau lo diusir dari rumah dan mendekam dibalik jeruji besi"


"lo tega ya sama adik lo sendiri. ngak abis pikir gue" kata Ryder menggelengkan kepala.

__ADS_1


"gue yang seharusnya ngak abis pikir, lo udah beruntung masih dianggap anak sama mommy dan Daddy. Kalau gue jadi daddy udah gue masukin lagi lo kerahim mommy"


"udahah, gue males debat sama lo. lebih baik gue tidur" kata Ryder mendorong kursi rodonya sendiri


"eh, gue belum selesai ngomong ya" kata Alan setengah berteriak, namun tak dihiraukan Ryder. "tuh anak emang keras kepala"


"Al" merasa namanya dipanggil, Alan menoleh kebelakang.


"dad"


"dimana Ry" tanya Harry menengok kiri kanan.


"Ryder balik ke kamarnya"


"Bawa dia keruang rawat pak Eddy, karena sebentar lagi penghulu datang"


"Mau tidak mau dia harus tetap menikah dengan Aleesa. Karena Daddy tidak mau nama keluarga kita semakin tercemar karena ulah anak itu"


"Ya udah, aku nyamperin Ry dulu dad"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Senyum dong pengantin baru" kata Alan memotret dua pasangan suami-isteri itu yang baru saja sah secara agama dan negara.


Dengan sangat terpaksa Ryder menampilkan senyum kakunya. "Andai aja gue ngak diancem bakal diusir dari rumah, ngak bakalan gue mau nikah sama ni gadis kampungan" batin Ryder.

__ADS_1


"Saya sengat senang akhirnya ada yang menjaga putri saya sebelum saya pergi"


"ayah jangan bilang gitu, sebentar lagi ayah pasti sembuh" kata Alesha yang tak kuasa membendung buliran bening tuk jatuh.


"Ya elah, drama lagi" kata Ryder yang tentunya hanya dalam hati.


"Nak Ryder saya percayakan Alesha pada kamu" kata Eddy menat menantunya penuh harap.


"Jawab" bisik Al karena Ryder hanya diam saja.


"iya, saya akan menjaga putri anda sepenuh hati. Jadi anda tidak perlu mencemaskannya, karena saya akan menjaga Alesha dengan sebaik baiknya" kata Ryder yang tentu saja terpaksa melakukannya.


"Ayah... ayah kenapa?" tanya Alesha panik, karena ayahnya kesusahan bernapas.


"Al cepat panggil dokter" printah Harry pada putra sulungnya.


"Ayah tolong jawab aku" Alesha mengguncangkan tubuh ayahnya karena ayahnya diam saja dan tak bergerak sedikitpun.


"Maaf nona, biar saya periksa keadaan pasien" kata dokter yang baru saja tiba bersam Alan.


"Bagai mana keadaan ayah saya dok? ayah saya baik baik saja kan?" tanya Alesha penuh harap.


"Maaf nona, saya harap anda mengikhlaskan pasien. karena pasien sudah berpulang kepada yang mahakuasa"


"Ngak, ngak mungkin dok. ayah saya masih hidup. dokter pasti salah, tolong cek lagi"

__ADS_1


"Maaf nona tapi saya harus pamit, lebih baik anda ikhlaskan saja kepergian pasien"


"Ngak, ngak mungkin ayah pasti masih hidup" kata Alesha terus mengguncang tubuh yang sudah tak bernyawa itu.


__ADS_2