Kuyup

Kuyup
Demam


__ADS_3

Pagi tiba, dengan membawa sang mentari dari ufuk timur. Membawa sejuta kebahagiaan untuk dunia. semua orang kini tengah bersiap menjalankan aktivitas masing masing. Berbeda dengan dua insan yang telah terikat hubungan pernikahan itu, kini masih terlelap dalam keadaan yang berbeda.


Ryder membuka matanya perlahan, karena tidurnya terganggu suara dering telepon yang dari tadi berbunyi.


"Halo" kata Ryder dengan suara serak khas bangun tidur.


"Lo dari mana si? dari tadi gue telfon ngak diangkat. sampe sampe gue dah di depan rumah sakit" kata Alan yang kini melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit.


"lo udah nyampe" kata Ryder terkejut bukan main.


"ya, ini sebentar lagi gue datang. buruan sebelum gue masuk, benerin dulu baju lo jangan sampe gue masuk lo malah masih begituan lagi" kata Alan dengan nada candaan. Ryder tak menggubris candaan Alan, ia memutus sambungan telepon dan buru buru bangun dari bet-nya.


"Heh, bangun" kata Ryder membangunkan Alesha dengan kakinya. "Buruan bangun, lelet banget si"


Alesha membuka matanya perlahan, dan melihat wajah Ryder yang tampak panik.


"Malah bengong lagi, buruan bangun" kata Ryder setengah berteriak.


"a ... ada apa kak"


"buruan naik keranjang. nih pake slimutnya" kata Ryder melemparkan selimut ke muka Alesha.


"Inget, lo jangan ngadu sama Al. kalau lo sampe buka mulut..."


Ceklek, pintu terbuka. Pandangan dua insan itu langsung tertuju kearah pintu. dan terlihat pria berumur 25 tahun itu berdiri diambang pintu.


"Sorry gue masuk diwaktu yang ngak tepat, ya udah lanjutin aja" kata Alan yang mengira pasangan pengantin baru itu baru saja berciuman, karena wajah Ryder sangat dekat dengan Alesha.


"E ... ngak ngak. kita udah selesai kok" kata Ryder menjauhkan wajahnya dari Alesha. dan Alan yang tadinya hendak pergi kini mengurungkan niatnya.


"Gimana kabar lo" tanya Alan setelah meletakkan rantang nasi di atas meja.

__ADS_1


"gue baik baik aja, dan hari ini gue bisa pulang" jawab Ryder.


"Pede amat, gue ngak nanya lo kali" kata Alan yang ternyata mengajak Alesha bicara. "Lo baik baik aja kan?" sambung Al menatap wajah pucat Alesha.


"A ... aku ...." ucapan Alesha tergantung karena tatapan tajam Ryder mengkodenya untuk tutup mulut soal perlakuannya semalam.


"Astaga, lo panas banget" kata Alan terkejut karena suhu badan iparnya tinggi. "Lo ngak tau kalo bini lo demam?" tanya Alan menoleh ke Ryder. Ryder yang ditanya bingung menjawab apa, karena memang ia baru tahu.


"Ya udah, gue panggil dokter sekarang" kata Alan bergegas mencari dokter untuk memeriksa iparnya.


"Eh, awas ya lo. kalo lo sampe ngaduin lo demam gara gara gue. lo bakalan tahu sendiri akibatnya" kata Ryder memicingkan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nyonya Alesha hanya demam biasa, nanti saya akan menuliskan resep obat. nanti anda bisa menembusnya" kata dokter Anna usai memeriksa Alesha.


"Baik dok" jawab Alan.


"Kok bisa sampe demam si"


"kayaknya kemarin dia kebanyakan minum es, ditambah dia nangis terus sampe istirahatnya kurang. jadinya demam deh" jawab Ryder mengarang cerita.


"bener?" tanya Alan menatap Alesha, meminta kepastian.


"E ... i ... itu ngak ..." ucapan Alesha tergantung karena Ryder menatapnya tajam, mengkode untuk tidak buka mulut.


"Ngak?"


"Maksudnya ngak salah. iya kan sayang?" kata Ryder memaksakan senyum kepada Alesha.


"I ... iya" jawab Alesha terpaksa berbohong.

__ADS_1


"Oh, lain kali jangan kebanyakan minum es. lo juga, istrinya sedih bukannya nenangin malah asyik tidur"


"Sejak kapan lo jadi peramal? gue tuh udah coba nenangin dia tau ngak. tapi dia lagi ngak mau diganggu. ya udah, gue biarin aja dulu" jawab Ryder yang sangat lancar berakting.


"Ya tetep aja lo salah, istri demam baru tahu"


"iye ... iye gue salah. dibahas terus"


"Adek ipar, nanti kalo Ry ngapa ngapain lo, lo ngadu aja sama gue, biar gue yang hajar dia" kata Alan yang dijawab anggukan oleh Alesha.


"Apaan si, ngak jelas banget"


"Udah lo jagain aja ipar gue. gue mau nebus obat dulu. bentar lagi mommy juga dateng"


"Ya udah sana pergi" kata Ryder, karena Alan tak kunjung pergi.


"Inget jangan lo apa apain adek gue"


"Iye ... iye bawel banget si"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alesha Caroline



Ryder Richardo



Zico Verdian

__ADS_1



__ADS_2