
"Sudahlah nak, ikhlaskan kepergian ayahm. Mommy yakin ayahmu sudah tenang dialam sana" kata Petty berusaha menenangkan menantunya.
"Lebih baik kita pulang, karena sebentar lagi Maghrib. dari pada kamu terus menangisi kepergian ayahmu, lebih baik kita sholat Maghrib bersama sama, dan doakan semoga ayahmu bahagia dialam sana" kata Harry ikut membujuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ry ayo"
"apaan sih bang, kan gue dah bilang, kalau gue ngak mau ikut. kalau lo mau pergi, ya pergi aja sendiri" jawab Ryder tanpa memalingkan pandangannya dari layar handphone.
"Ry, yang meninggal tuh mertua lo"
"ya terus?"
"Ya seharusnya lo tuh disana, nemenin istri lo. bukannya malah disini main game"
"Udahlah, lo ngak usah sok amnesia. gue nikah sama dia juga terpaksa"
"Bang, apaan si" kata Ryder tak terima handphonenya direbut Alan. "Balikin ngak" Sambung Ryder berusaha meraih handphonenya.
"Ngak, gue bakalan balikin setelah lo ikut gue ke makam"
"Bang, harus berapa kali gue bilang? gue ngak mau ikut" kata Ryder setengah berteriak.
__ADS_1
"lo bener bener ngak punya hati nurani.." ucapan Alan terhenti setelah mendengar suara pintu terbuka. "mom, dad, Alesha"
Sedangkan Ryder yang melihat kedatangan Alesha justru merubah posisi membelakangi mereka berempat. sangat malas menatap wajah wanita yang baru saja menjadi istrinya.
"Ryder Daddy mau ngomong sama kamu"
"Besok aja, aku lagi ngak mau diganggu" jawab Ryder tanpa menatap Harry.
"Ngak bisa, kita harus bicara sekarang"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa yang mau Daddy bicarain" tanya Ryder to the poin setelah sampai dikantin rumah sakit.
"Aku males datang, lagi pula kan Daddy dan Mommy udah datang"
"Apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan barusan"
"sadar kok" jawab Ryder dengan santai.
"Ry dimana otak kamu?" Harry berusaha menahan emosinya. "Bisa bisanya kamu ngak datang di acara pemakaman mertua kamu"
"Udah deh dad, kalau Daddy nyuruh aku kesini cuma buat bahas hal ngak penting kaya gini, lebih baik aku balik" kata Ryder hendak beranjak.
__ADS_1
"Ryder kalau kamu pergi, Daddy ngak akan kasih kamu uang bulanan lagi" kata Harry yang membuat pria yang mengenakan pakaian biru pasien rumah sakit itu mengurungkan niatnya.
"apa lagi yang harus dibahas?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Oh ya, kita belum kenalan. kenalin gue Alan. panggil aja gue Al" kata Alan mencoba mengajak Alesha bicara. Namun Alesha yang masih larut akan kesedihan mengabaikan tangan Alan yang terulur.
"Lo dah makan?" tanya Alan setelah menarik tangannya kembali. dan seperti sebelumnya gadis itu tak menjawab pertanyaan Alan.
"Udah kamu pesenin aja gih, dia masih sedih atas kepergian ayahnya" kata Petty yang mengerti akan situasi yang dialami menantunya.
"Kalau mama mau aku pesenin apa?" Alan bangkit dari duduknya.
"Mama jus jeruk sama nasi goreng seafood aja"
"udah? itu aja" tanya Alan yang dijawab anggukan oleh Petty.
Tangan Alan terulur hendak meraih gagang pintu, namun sudah terlebih dahulu dibuka Ryder. karena saat ini Ryder sudah tidak menggunakan kursi roda.
"Ngagetin aja lo jadi orang, hampir jantungan gue tau ngak"
Ryder tak menggubris ucapan Alan, karena pria 20 tahun itu benar benar kehilangan moodnya. terlihat jelas raut masam terpancar dari wajah tampannya, apa lagi setelah melihat keberadaan istrinya duduk disofa bersama Petty.
__ADS_1
"Ini semua gara gara kau, setelah kau datang semuanya berantakan. akan ku pastikan kau sendiri yang akan pergi dari kehidupanku" kata Ryder dalam hati.