Kuyup

Kuyup
menjalankan rencana


__ADS_3

"Alesha, ayo kita pulang. biar Al yang jagain Ry" kata Petty yang dijawab anggukan oleh Alesha.


"Ngak, gue ngak mau dijagian dia. biar istri gue aja yang jagain gue disini" kata Ryder.


"Tapikan..."


"Udahlah mom, biarin aja pengantin barunya berduaan. Siapa tahu sebentar lagi ada suara bayi dirumah kita" kata Alan dengan nada candaan.


"Bukan bertambah, justru gue pastiin bakal berkurang" ucap Ryder dalam hati.


"lo udah ngak sabaran aja, belum juga gue hajar" kata Ryder memaksakan senyum diwajahnya, padahal ia ingin muntah karena ucapannya sendiri.


"Secara kan rumah kita besar nih, jadi gue pengen punya keponakan yang banyak. biar rumah ngak sepi"


"Terus kenapa lo nggak bikin aja sendiri? ketimbang kesenangan gue terganggu tangisan anak kecil. ya bukannya gue nggak mau punya anak si, tapi gue mau nikmatin dulu masa masa dimana gue bisa berduaan sama orang yang gue sayang tanpa ada yang ganggu. ya kan sayang?" kata Ryder beralih menatap Alesha. sedangkan Alesha yang kebingungan harus menjawab apa, justru malah salah tingkah sendiri.


"Ehem, kayaknya ada yang salting nih" kata Alan melirik ke iparnya.

__ADS_1


"Udah kamu jangan godain adik kamu terus, nanti pipinya tambah merah" kata Petty yang juga ikutan menggoda menantunya.


"Aleesa apa kamu mau nemenin Ryder, kalau ngak mau ngak apa-apa, biar Al yang jagain" kata Harry buka suara.


"A ... Aku mau kok om" kata Alesha yang tak enak hati menolak permintaan Harry. lagi pula ayahnya sudah berpesan, untuk menjadi istri yang baik dan menuruti perintah suaminya.


"Ya udah kalau gitu kita pulang dulu, nanti kamu tidur disana ya" kata Harry menunjuk kasur yang berada disebelah bet Ryder.



"hm, gue usahin. tapi gue ngak yakin kalo gue bisa tahan" jawab Ryder.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua orang sudah pulang, kini hanya tersisa dua insan yang baru saja mengenal itu. seperti yang diperintahkan mertuanya, Alesha akan tidur di kasur yang berada di samping Ryder. Namun belum sempat ia mendudukkan pantatnya di ranjang, tangan Ryder menghadang membuat langkah Alesha terhenti.


"Mau apa lo" tanya Ryder sinis.

__ADS_1


"a ... aku mau tidur kak"


"Tempat lo bukan disini"


"ta ... tapi tadi om Harry..." kata kata Alesha terhenti karena Ryder mencengkeram dagunya dengan kuat dengan tangan kirinya. karena tangan kanannya menggenggam wadah infus.


"apa lo pikir, gue bakalann biarin lo tidur nyenyak disini?" tanya Ryder dengan tatapan tajam.


Alesha meringis kesakitan, matanya kembali berembun menahan sakit.


"Menangislah, menangis sesuka hati lo! karena gue ngak perduli. Dan dengar ini baik baik, gue nggak sudi menikah sama lo kalau bukan karena ancaman orang tua gur. jadi, lebih baik lo tahu diri, dimana tempat tidur orang miskin yang ngak berharga kaya lo" kata Ryder yang semakin kuat mencengkram dagu Alesha.


"Akhh ..." Aleesa meringis kesakitan, karena Ryder mendorongnya hingga jatuh kelantai. Ya, sebenarnya Ryder sudah baikan dan mungkin esok bisa kembali kerumah. Jadi tak heran jika saat ini Alesha jatuh kelantai.


"Disitu tempat tidur yang cocok buat lo, karena kasur itu ngak pantas buat lo tiduri" kata Ryder tersenyum puas, melihat wanita yang telah sah menjadi istrinya beberapa jam yang lalu menangis karena ulahnya.


"Ya Allah, kuatkanlah hamba. bantulah hamba menghadapi semua cobaan ini. ayah ... kenapa ayah terlalu cepat pergi, andai saja ayah masih ada, pasti hal seperti ini tak terjadi" ucap Alesha dalam hati, meratapi nasibnya yang malang.

__ADS_1


__ADS_2