Kuyup

Kuyup
Sekampus


__ADS_3

"Ini kak kopi sama cakenya" kata Alesha


"taroh disitu" kata Ryder. Ryder mengangkat cangkir kopi dari meja, ragu untuk meminumnya.


"Kok diendus endus gitu"


"Lo campur apa aja?"


"cuma kopi sama gula"


"yakin? ngak lo campur bahan yang aneh aneh kan?"


"Astaghfirullah aku ngak ngasih apa apa selain kopi sama gula kak"


"Higenis ngak nih? nanti kalo gue minum malah sakit perut lagi"


"Higenis kok kak, aku pake gelas sama sendok yang bersih" jawab Alesha apa adanya.


"Gue minum, tapi kalo gue sakit perut abis minum kopi ini ... liat aja apa yang bakalan gue buat sama lo" kata Ryder meneguk kopi yang dibuat Alesha.


"Enak juga ni kopi, manisnya pas ngak bikin enek. emang bener si, nih kopi paling enak yang pernah gue minum. tapi, masa gue muji kopi bikinan dia si" kata Ryder dalam hati.


"gimana kak, enak?"


"biasa aja"


"ya udah kalau gitu, aku tidur dulu. takut kesiangan"


"hmm" kata Ryder kembali kesetelan pabrik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Daddy kemana mom" tanya Al menata nasi dipiring.


"Daddy udah berangkat dari tadi"


"Pagi bener, belum juga pamitan sama Al"


"Lo tuh ngak penting, makannya Daddy ngak mau pamitan sama lo" kata Ryder yang tiba-tiba saja datang.


"Apaan sih, datang datang maen nyambung aja. emang tadi Daddy pamitan sama lo"


"ya dong, secara gue kan anak kesayangan" jawab Ryder dengan pedenya.


"Iya iya raja pede, yang juara banget ngarang cerita" kata Alan dengan nada candaan.


"Oh jelas, gue ngomong gitu karena dari kecil gue selalu dapat penghargaan lomba mengarang cerita"


"bisa aja kalian. oh ya dimana menantu kesayangan mommy" kata Petty menata lauk dan sayuran di piringnya.


"ini nih, ciri ciri cowok ngak pengertian. istri lagi mandi bukannya ditungguin malah makan duluan"


"Emang lo jadi cowok pengertian?" tanya Ryder balik.


"ya kagak"


"kalian ini ..." ucapan Petty tergantung karena melihat sosok wanita yang sudah rapi dengan tas kecil menuruni tangga. "Sayang, sini gabung. kita sarapan bareng" kata Petty yang membuat dua insan kakak beradik itu menoleh kebelakang.


"iya mom" kata Alesha menarik kursi.


"Ry nanti kamu anterin Alesha ke kampus ya. Daddy udah urus perpindahan Alesha"


"uhuk ... uhukk" Ryder yang tersedak buru buru mengambil jus anggur milik Alan.

__ADS_1


"Itu punya gue Bambang"


"Udah, nanti dibikin lagi sama sarah" kata Petty menengahi.


"Emang kenapa sih bisa kesedak gitu? ngak nyangka kalau lo bisa sekampus sama Alesha, terus ngak sabar bisa mesraan?"


Ryder yang masih terkejut tak menghiraukan candaan Alan. Justru ia sibuk dengan pikirannya, menerka nerka apa yang akan terjadi jika ia dan Alesha sekampus. "Sialan, gue sekampus sama ni cewek. bisa anjur harga diri gue kalo pada tahu, gue dah nikah sama cewek jelak ini" kata Ryder yang tentu saja dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Turun" kata Ryder setelah menghentikan motor sportnya dipinggir jalan.


"kenapa kak, kan kampusnya masih jauh?" tanya Alesha tak mengerti, tapi tetap menuruti perintah suaminya.


"Justru itu, gue ngak mau kalau pada liat cowok seganteng gue boncengin cewek jelek kaya lo. bisa bisa mereka pada tahu kalau kita udah nikah"


"kan emang bener kita udah nikah"


"tapi gue malu punya istri kaya lo. emang lo nggak ngaca apa? tuh liat di spion, kita tuh beda jauh, ngak pantes kalau kita jadi pasangan suami istri. yang ada lo tuh pantesnya jadi pembantu gue tau nggak?" kata Ryder terus terang tanpa memikirkan perasaan Alesha, wanita sebatang kara yang kini telah sah menjadi istrinya. "Dan satu lagi, serahin cincin lo"


"cincin?"


"iya cincin, malah bengong lagi"


"bu ... buat apa?" kata Alesha menyerahkan cincin yang pernah Ryder pasangkan dijari manisnya.


"Pake nanya lagi, ya biar ngak ada yang curiga kalo kita udah nikah lah. oh ya, kalo lo udah nyampe di kampus, lo harus pura pura ngak kenal gue. apalagi kalo kita itu sebenarnya pasangan suami istri. paham lo" kata Ryder yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Alesha.


"Awas jangan ngadu sama orang rumah kalo gue nurunin lo dijalan" sambung Ryder memakai helm dan langsung meninggalkan Alesha dipinggir jalan.


"Ya Allah, kenapa hidup aku jadi gini. apa orang miskin dan jelek kaya aku nggak pantas bahagia?" Alesha menghapus buliran bening yang membasahi pipinya.

__ADS_1


__ADS_2