Kuyup

Kuyup
Mencari Alesha


__ADS_3

Jam istirahat tiba


Zico segera pergi ke kelas Alesha yang terletak di lantai 4 ruangan 22. Kebetulan jaraknya cukup jauh, karena kelasnya berada di lantai 1 ruangan 12. Sehingga ia harus berjalan menaiki setiapa anak tangga dan lorong kampus.


Zico nampak frustasi setelah melihat kelas Alesha dalam keadaan kosong. tak ada satupun murid di sana kecuali, gadis cupu dengan kaca mata tebal, rambut diikat dua yang sedang membaca sebuah buku tebal dipojokkan.


Awalnya ia nampak ragu, tapi jika dipikir-pikir tidak ada salahnya jika ia menannyakan kehadiran Alesha padanya.


Tok tok tok


Samantha yang merasa ada yang mengetuk mejanya, mendongakkan kepala. Ditatapnya wajah tampan Zico yang begitu sempurna. kulit putih kekuningan, manik coklat cipit, disempurnakan dengan bibir seksi yang begitu menggoda. jika dinilai, pria ini mendapatkan nilai 97 untuk ketampanannya. karena baginya Ryderlah pria paling tampan yang pernah ia temui.


Namun sayangnya Mona melarang keras, tidak ada yang boleh mendekati Ryder, karena Ryder hanyalah miliknya. Jika sampai ada yang berani mendekati Ryder, maka orang itu akan berhadapan dengan bidadari jahat dari neraka itu.


Masih jelas teringat, bagaimana kekejaman Mona. Dia akan menyingkirkan siapa saja yang menghalanginya, membuatnya ditakuti semua orang. bahkan para dosen juga tak berani menegurnya, karena dia adalah anak dari pemilik kampus ini.


Zico mengibaskan tangan didepan wajah Samantha. karena dari tadi wanita itu malah bengong, menatapnya.

__ADS_1


Samantha yang tersadar, salah tingkah, ia berusaha terlihat biasa biasa saja. Samtha menggenggam rok yang ia kenakan kuat kuat, ia begitu gugup bisa menatap wajah Zico sedekat ini.


"Maaf, a ... ada apa"


"Apa kau melihat Alesha? dari tadi aku tidak melihatnya, apakah dia masuk?" kata Zico to the poin.


"Tidak, dia tidak masuk hari ini"


"Apa dia sakit?"


"Baiklah kalau begitu, terimakasih"


Samantha tersenyum melihat punggung Zico yang semakin menjauh. Meski hanya ditanya beberapa pertanyaan, rasanya dia sangat senang bisa menatap wajah Zico dari jarak yang begitu dekat.


"Semoga saja aku bisa berteman denganmu" sebenarnya Samantha menginginkan lebih dari sebatas teman, tapi ia sadar diri. Tak mungkin jika ia bersanding dengan pria tampan seperti Zico. Belum lagi setatus sosial mereka yang jauh berbeda, bak langit dan bumi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Tok tok tok


Lama Zico menunggu, namun sang pemilik rumah tak kunjung membuka pintu.


tok tok tok


"Alesha, ini aku Zico. kamu dirumah?" tak ada jawaban.


Zico mengacak-acak rambutnya frustasi, selama di luar negeri ia tak pernah menghubungi Alesha sehingga ia tak tahu anak itu suka pergi kemana.


Terakhir ia bertemu sepuluh tahun yang lalu, tepatnya sebelum orang tuanya bercerai dan ia ikut bersama mamanya ke Denmark. Tapi ternyata beberapa minggu yang lalu ayahnya memenangkan hak asuh anak, sehingga ia kembali ke Indonesia.


Zico mendengus kesal "Harus cari kemana lagi coba?"


Ceklek


Zico berbalik, mendengar suara pintu yang dibuka. "Alesha" mata Zico berbinar, karena pikiran buruknya ternyata salah. Senyum yang ada diwajah Zico, seketika redup setelah melihat wajah Alesha yang tampak pucat, mata sembab, kantung hitam di bawah mata, dan yang membuatnya semakin teriris adalah sebuah bekas luka disudut bibir wanita pujaan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2