
#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Anda bisa menemukannya, Nona? Saya tidak begitu yakin ... dia adalah orang yang paling sulit ditemukan," kata Wraith Tentara Bayaran Kuba terkekeh. Ragu terhadap ucapan Haz.
"Apakah kalian sudah makan?" tanya Haz, spontan membuat Wraith Tentara Bayaran Kuba terdiam. Dia menatap lekat ke arah Haz dan menggelengkan kepala. Wanita berambut panjang bisa melihatnya melalui kaca spion depan.
"Bagus. Aku tahu temanmu itu rewel sekali soal perut keroncongan. Aku tidak akan melewatkan yang satu ini. Jika tebakanku benar, dia sedang ada di salah satu rumah makan dengan bau rempah yang menyengat dan aku tahu itu dimana."
"Baiklah, mari kita lihat apakah tebakan Nona Resplendent Nephila benar."
"Oh ... aku tidak berani. Aku sudah bilang aku bukan peramal. Aku hanya menebak asal. Whisk, maaf merepotkan dirimu, ya ...."
"Tidak masalah, petanya, please?"
***
Setelah berputar-putar sesuai arahan Haz: Terjebak macet, adanya pesta hingga jalan ditutup, dan berbagai hal mengesalkan lainnya ... akhirnya mereka bertiga dengan mobil yang dikemudikan oleh Whisk sampai tujuan.
__ADS_1
Hal pertama yang mereka lihat saat sampai di tujuan adalah seorang pria berwajah sangar dan berbadan besar yang sedang menikmati makanannya yang ... astaga!
"Apakah kalian selalu makan dalam porsi sebesar itu?" tanya Haz sambil menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya saat itu.
"Maaf mengecewakanmu, Nona. Tapi, harus kuakui, ya," jawab Wraith Tentara Bayaran Kuba.
"Tidak ingin bergabung?"
"Hubungan kami tidak begitu baik sebagai rekan maupun teman. Kami hanya mengenal satu sama lain, setelah itu ... tidak ada."
Haz menghela napas panjang, lalu mengangguk paham. "Kalau begitu, biar aku saja yang menjumpainya. Makanan di sini juga enak. Aku butuh cemilan," katanya.
Aku tidak bisa menolak pesona seorang Resplendent Nephila, batin Wraith Tentara Bayaran Kuba.
Akhirnya, Wraith Tentara Bayaran Kuba pun ikut turun.
"Halo, bolehkah saya duduk di sini?" tanya Haz kepada Wraith Dokter dan Ahli Laboratorium Kuba.
__ADS_1
Pria itu menatap sesaat ke arah Haz dan menganggukkan kepalanya. Mulutnya penuh dengan makanan.
"Kak." Haz memanggil pelayan dengan aksen Indonesia yang kental.
Pelayan dengan takut-takut mendekat ke arah Haz. Whisk duduk di meja tepat di belakang Haz.
Sedikit penjelasan, tempat itu terbuka, sehingga akan mudah menemukan seseorang di sana. Meja-mejanya tersusun rapi di perkarangan luas yang langsung menghadap ke jalan raya.
Saat Wraith Dokter dan Ahli Laboratorium Kuba melihat rekannya, dia langsung tahu siapa Haz. Namun dia terlalu malas hanya untuk sekedar menyapanya. Dia lebih memilih makanannya.
"Ga usah takut. Dia teman saya."
Wraith Dokter dan Ahli Laboratorium Kuba tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Haz. Sedikit penasaran, tapi juga masa bodoh.
"Saya ga ngerti dia itu ngomong apa. Secara ini kan rumah makan kecil ... jadi, bingung," kata Pelayan.
Haz menepuk jidat pelan. Dia terkekeh gemas. "Gapapa. Ini udah benar kok, Kak. Ntar bill nya kasih ke saya aja. Saya yang bayar sekalian yang di belakang." Dia menunjuk ke arah Whisk dan Wraith Tentara Bayaran Kuba.
__ADS_1
"Oh ... baik, Non. Mau pesan apa, Non?"