Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
114 : Untitled


__ADS_3

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


"Tahu apa kamu soal Evocation?" Yudel bertanya kepada Whisk. Mungkin dia sudah panas, hingga sampai ke ubun-ubun. Dia meninggikan suaranya. Orang-orang memang tidak menyadarinya, tapi Haz menyadarinya dan memperingatkan mereka berdua.


"Bisakah kalian tidak bertengkar di rumah makan kecil seperti ini?" tanya Haz. Wajahnya terlihat sangat sebal. "Terutama kamu, Whisky Woods! Jangan mengatakan hal yang tidak menyenangkan di telinga orang lain."


Aku dimarahi oleh Hazelia Lify lagi, batin Whisk, sedih.


Yudel langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Evocation pernah bilang, "Suatu saat nanti, kamu akan bertemu dengan seorang wanita yang kamu kagumi."


Aku tidak boleh mencari masalah dengan wanita yang satu ini. Yudel berkata di dalam hati. Dia langsung mengalihkan perhatiannya ketika Haz menatap lurus ke arahnya. Dari auranya, Resplendent Nephila sangatlah berbahaya. James Stetson juga sudah memperingatkan kami.


"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengatakannya," kata Whisk. "Maksudku, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu."


"Kamu seharusnya meminta maaf pada Evocation, pada Dad. Bukan padaku. Karena kamu telah menghina misi mulianya. Dia itu, meski seorang pembunuh bayaran, dia sudah bertobat. Dia bahkan sering mendengarkan ceramah para pendeta. Dia begitu percaya pada Kristus." Yudel menolak permintaan maaf dari Whisk.


Whisk tak membalas penolakan Yudel atas permintaan maafnya. Dia juga merasa, bahwa ucapannya tak bisa dikendalikan. Namun dia sebenarnya sedang mengatakan sebuah kebenaran. Maksudnya, Evocation mungkin saja percaya pada Kristus, tapi belum tentu dia benar-benar bertobat.


Whisk tahu yang dimaksud Evocation dalam kata 'bakti'. Dia tahu dengan jelas. Seorang pembunuh bayaran adalah 'seekor anjing pemburu' bagi para pemesannya. Mereka juga harus selalu menuruti keinginan dari para pemesannya. Itu berarti mereka haruslah 'berbakti'. Jadi, kata 'bakti' yang dimaksudkan oleh seorang Evocation adalah selalu tunduk dan menjadi 'anjing' orang lain. Namun orang-orang biasa dengan kewarasan yang mereka miliki, sulit sekali untuk memahaminya.


Whisk berbalik dan menatap ke arah Haz yang masih betah bercengkrama dengan Waikit. Wanita berambut panjang gelombang sangat bisa mengendalikan dirinya. Sedangkan dia, sudah merasa sangat tidak nyaman dengan Yudel. Ya, salahnya juga karena telah menciptakan kesan yang kurang bagus.


Kadang-kadang, Haz dan Waikit tertawa. Haz selalu menjadi pemicunya, seakan-akan dia mengetahui apa yang membuat orang suka dan yang membuat orang tak suka. Whisk merasa kalah darinya. Tentu saja, dia iri dengan Haz yang sangat fleksibel, tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Haz yang menyadari di perhatikan seseorang pun langsung menoleh ke arah Whisk setelah dia mengucapkan, "Pardon me―Izinkan aku." kepada Waikit. Dia melihat atmosfer yang mengelilingi Whisk dan Yudel, lalu menggelengkan kepalanya. Dia menatap tajam ke arah Whisk, seakan-akan menelanjangi jiwanya dan bertanya, "Kesalahan apa yang telah kamu perbuat hingga Yudel menjadi seperti itu?"


Dan, Whisk hanya bisa mengangkat bahunya sembari tersenyum nanar.


Haz memutar bola mata malas dan mengisyaratkan kepada Whisk untuk meminta maaf dan meminta izin kepada Yudel untuk berganti tempat dengan Haz.


"Maafkan aku, Tuan Waikit. Pembicaraan menyenangkan kita sampai di sini dulu. Aku akan berganti tempat dengan rekanku. Semoga pembicaraan kalian menyenangkan," kata Haz.


"Kau tahu, Nona? Kau adalah wanita yang sangat menyenangkan. Tapi, berhati-hatilah dengan kejeniusan yang kau miliki. Para pria belum tentu menyukainya," balas Waikit.


Haz hanya tersenyum kepada Waikit, menundukkan kepalanya, dan bertukar tempat dengan Whisk.


Yudel sendiri sudah tidak peduli dengan siapa yang ada di hadapannya. Namun harus diakuinya, bahwa entah kenapa jantungnya berdetak kencang ketika mengetahui Haz bertukar posisi dengan Whisk. Dia pernah merasakannya sekali, kepada suster yang merawatnya. Bawahan Waikit. Harapan yang dipendam di dalam hatinya harus pupus ketika mengetahui bahwa suster itu telah memiliki suami dan sangat bahagia dengan kehidupannya. Dia tidak mungkin merusak kehidupan orang lain.


Nama yang disebutkan oleh Haz ... dia lah yang dimaksud oleh Yudel. Perawat itu, namanya Amanda Yvel, yang berkode nama Healer II. Jantung Yudel langsung berdetak kencang. Dia juga menatap lurus ke arah Haz.


Bagaimana dia tahu siapa yang sedang kupikirkan? Apakah dia benar-benar seorang cenayang? tanya Yudel di dalam hati.


Haz tersenyum, dan berkata, "Sedang memikirkan cinta pertama mu?"


Yudel tak menjawab pertanyaan Haz. Dia sibuk memikirkan dari mana Haz mengetahui Amanda Yvel adalah cinta pertamanya. Dia merasa ngeri dengan seorang Hazelia Lify, yang berkode nama Resplendent Nephila. Wanita yang sedang duduk di hadapannya.


Dia benar-benar berbahaya daripada sebuah misi yang harus dijalankan, batin Yudel.

__ADS_1


Namun Yudel tak tahan untuk menjawab, "Ya." Pria merutuki kebodohannya sendiri. Itu berarti dia menyatakan bahwa cinta pertamanya benar-benar Amanda Yvel.


Haz berusaha mendekati orang dengan cara tidak terduga. Seperti yang dia lakukan pada Yudel sekarang. Yudel adalah orang yang lebih sulit didekati, hanya berorientasi pada masa lalu. Dia hanya menebak-nebak saja. Terima kasih kepada percakapan antara Yudel dan Whisk yang tak sengaja terdengar olehnya, di beberapa bagian.


"Tidak salah memikirkan cinta pertama," kata Haz. Wajahnya terlihat sangat meyakinkan.


Yudel tersenyum tipis kepada Haz dan menggelengkan kepalanya. Dia sadar bahwa dirinya sangat terobsesi pada masa lalu, terutama masa kecilnya yang sangat berantakan sampai dia bertemu dengan Evocation yang sudah pensiun dan membuka toko kelontong di sebuah kota terpencil, kota dimana dirinya dilahirkan.


"Juga, tidak salah memikirkan masa lalu." Haz menyambung kalimat sebelumnya.


"Seberapa banyak yang kamu tahu, Nona Resplendent Nephila?" tanya Yudel. Dia penasaran dengan bagaimana cara Haz bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkan orang lain. Itu hal yang mustahil dilakukan. Haz seolah-olah merupakan Sherlock Holmes asli.


"Tidak banyak. Aku hanya sedang mengupas perlahan-lahan tentangmu. Aku juga tidak sengaja mendengar apa yang kamu katakan kepada Whisky Woods tadi," jawab Haz.


"Lalu?"


"Aku hanya asal menarik kesimpulan, bahwa kamu suka memutar kepingan masa lalu mu."


Yudel terdiam ketika mendengarkan pernyataan dari Haz. Sesaat kemudian, dia bertanya, "Setelah itu, apa yang kamu ketahui?"


"Kamu dan dia, diadopsi oleh orang yang sama. Bukankah begitu?" Haz berbalik tanya kepada Yudel.


"Bukankah kamu sudah tahu terlalu banyak, Resplendent Nephila?"

__ADS_1


Haz tersenyum manis, dan menjawab, "Aku tidak tahu apa pun. Tapi, kalian sendiri lah yang memberitahuku tentang diri kalian."


__ADS_2