Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
119 : Fokus, Hazelia Lify!


__ADS_3

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Hwzelia Lify dan Whisky Woods sampai di rumah sakit ....


"Permisi ... maaf, bolehkah saya bertanya?" Haz menghentikan seorang perawat yang sedang berjalan di lorong rumah sakit. "Apakah Anda tahu dimana pasien di ruangan itu dipindahkan?" Wanita berambut panjang gelombang menunjuk ke arah kamar pasien yang ditempati oleh Zenneth beberapa jam yang lalu.


Oh ya, kenapa aku tidak menghubungi Cyan saja? batin Haz, merutuki kebodohannya yang melupakan zamannya adalah zaman modern.


Perawat itu menatap Haz, lalu menjawab, "Saya tidak tahu. Mengapa Anda tidak bertanya di bagian administrasi saja?"


"Baiklah, terima kasih."


Perawat itu pun pergi dari hadapan Haz, menghilang di balik dinding lorong bercabang.


"Aku sudah coba menelepon Cyan. Dia menolak panggilanku. Mungkin karena takut," kata Whisk. Dia sudah selesai dengan acara telepon-meneleponnya yang tidak diangkat sama sekali oleh Cyan.


"Kamu butuh aku?" Fabel tiba-tiba saja muncul di dalam kepala Haz.

__ADS_1


"Kamu terlalu banyak memakai empati, Fabel," kata Haz.


"Dan, aku adalah kamu." Fabel menyambung ucapan Haz.


"Benar. Aku tidak mengerti mengapa aku menciptakan kalian di dalam kepalaku." Haz mengikuti Whisk yang berjalan menuju administrasi. Dia berhenti ketika Whisk berhenti di depan meja pengurus.


..."Karena kamu kesepian. Lagipula, kami tidak bermaksud untuk bermacam-macam terhadap dirimu. Jadi, bukan menjadi masalah jika memiliki kami, bukankah begitu?" ...


Belum sempat Haz menjawab Fabel, Whisk sudah lebih dulu berkata, "Mereka berkata Zenneth masih ada di sini. Mereka diminta untuk merahasiakan kamarnya dari siapa pun."


"Mereka tidak ada di sini. Kamar yang dimaksud Whisky Woods juga kosong," ujar Fabel.


"Dimana mereka berdua?" tanya Haz kepada Fabel.


"Menurut empati ku, Cyan membawa Zenneth ke rumahnya, gedung kasino itu. Tapi, kenapa tidak mengecek rumah Zenneth yang ada di seberang jalan sana lebih dulu?" Fabel memberikan jawaban kepada Haz.


"Empati mu terbagi menjadi dua ya?"

__ADS_1


"Kita bisa saja salah dengan hanya mengandalkan empati," protes Fabel. Dia melakukannya dengan lembut.


"Kamu benar. Tidak harus selalu mengandalkan empati. Bagaimana menurutmu jika aku coba meneleponnya?" tanya Haz.


Fabel terdiam selama beberapa saat. Begitu juga dengan Haz, dia terdiam di depan meja pengurus, bahkan setelah dipanggil berkali-kali oleh Whisk pun tidak ada respon.


"Haz? Hazelia Lify, apakah kamu baik-baik saja?" Whisk mengguncang pelan tubuh Haz. Tidak ada respon dari wanita berambut panjang gelombang.


Sepertinya dia sedang berbicara dengan imajinasinya, batin Whisk. Maafkan aku, Hazelia Lify!


Whisk menggendong Haz ala bridal style. Sudah banyak orang yang mengantri di belakang. Dia merasa tidak enak, sekaligus malu karena harus menggendong Haz. Dia tidak punya pilihan lain.


Semua orang menatap ke arah pasangan tidak resmi itu sambil berbisik-bisik.


Ah ... ini memalukan, batin Whisk.


"Daripada memikirkan itu, lebih baik kamu coba lihat apa yang sedang terjadi dengan dirimu, Hazelia Lify. Kamu menyusahkan Whisky Woods," kata Fabel.

__ADS_1


"A ... apa ...." Haz langsung tersadar dan menatap ke arah Whisk. Dia kaget karena saat itu Whisk tengah membopong dirinya. Wajahnya langsung merona merah, seperti tomat matang. Dia menatap sekeliling dan menemukan orang-orang menatap aneh ke arah mereka berdua.


Oh astaga, lain kali aku juga harus fokus terhadap dunia asli!


__ADS_2