Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?


__ADS_3

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Whisk berhenti mencari Haz karena melihat Iris yang sedang berjaga di dekat sebuah pintu masuk—yang tadinya merupakan pintu gudang yang dimasuki oleh Haz. Dia tahu ada yang tidak beres dengan Iris. Maka dari itu, dia pun tak segan untuk memergokinya.


"Oh, ternyata ada Nona Iris di sini," kata Whisk dengan nada sinis. Tapi, hal itu tidak diindahkan oleh Iris. Wanita itu menepis ucapan Whisk bagai menepis seekor lalat.


Iris tidak membalas perkataan Whisk. Dia merasa tidak memiliki urusan apa pun dengan pria bersurai kemerahan.


"Iris Hassan, kamu kira aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan di sini bersama anakmu?" tanya Whisk. Pertanyaan itu sukses membuat Iris melotot ke arahnya dan berdecak kesal.


"Kenapa? Kamu akan melaporkan hal itu kepada sanak keluargamu? Aku sarankan untuk tidak melakukannya, Iris Hassan. Sebentar lagi, aku akan membongkar seluruh rahasia busuk yang sudah kau jalankan selama bertahun-tahun," kata Whisk.


Iris yang semula terlihat panik mulai menenangkan dirinya. Dia tertawa keras, tapi hal itu tidak akan berhasil mengecoh Whisk yang adalah seorang Detektif Internasional, yang telah diakui oleh seluruh petugas keamanan PBB.


"Kamu tertawa untuk menantikan kehancuran dirimu sendiri, ya? Itu bagus. Dengan begitu, kami tidak perlu repot-repot menangani ketika kamu sudah tertangkap." Whisk terlihat yakin dengan ucapannya. Namun ucapan itu hanyalah bagian dari atraksi manipulasi yang harus dilakukannya.


Karena panggilan bersama Haz belum terputus, Whisk bisa memanfaatkan rekamannya untuk membuka persidangan. Nich yang akan melakukannya.


"Whisky Woods, kau sangat sombong. Menurutmu, apakah kau bisa menangkap diriku hanya dengan asumsi kecilmu itu?" tanya Iris.


Whisk tidak tahu kalau-kalau itu adalah jebakan dari Iris, tapi dia harus memainkan perannya sebaik mungkin. Dia tak boleh membocorkan bahwa di tangannya sudah ada bukti akurat. Hanya belum sampai ke tangan Nich saja.


"Apa pun itu, Nyonya Hassan, aku sarankan kepadamu agar tidak bermain-main dengan kami. Kamu tidak akan tahu bahaya apa yang sedang mengintai walau kamu berada di dalam kegelapan," kata Whisk dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Whisk ingin melewati Iris, tapi langsung dihadang oleh wanita itu. "Kenapa?" tanyanya. "Apakah sekarang kamu tidak ingin aku pergi ke bawah sana dan menyelamatkan calon istriku tercinta? Aku yakin sekali kalau anakmu sedang menghadapinya sekuat tenaga. Maka dari itu, aku tidak boleh diam saja."


Iris mulai panik lantaran rahasianya sudah terbongkar satu per satu. Namun dia berusaha untuk tetap tenang karena dia masih memegang dua kartu AS yang tidak diketahui oleh siapa pun—sebenarnya, satu kartu AS telah dibuka oleh Haz. Wanita berambut panjang gelombang mengetahui salah satu kartu AS milik Keluarga Hassan. Namun dia kesulitan menebak siapa satu lagi.


"Hah!" Iris mencemooh Whisk. "Kau memang sudah mengetahui siapa diriku dan siapa Ryan di Keluarga ini. Tapi, kau tidak akan pernah bisa menangkap dan mengadili kami."


Iris terlihat sangat yakin. Namun itu tidak akan mengubah pandangan Whisk tentang kekurangan yang diciptakan oleh Iris.


"Menyingkir lah, Nyonya Hassan. Kenapa kamu takut? Aku kan tidak bisa menangkap kalian berdua dan komplotan kalian?" Whisk mulai tak sabar dengan sikap yang ditunjukkan oleh Iris alias Nyonya Hassan. Jika diperbolehkan, dia akan mendorong wanita itu dan segera masuk ke ruangan yang dijaga susah-payah olehnya.


"Langkahi dulu mayatku jika kau ingin masuk ke dalam!" seru Iris.


Whisk menghela napas panjang. Dia tidak segan lagi untuk mendorong Iris hingga terjungkal beberapa langkah ke belakang dan terjembab ke atas lantai keramik apartemen.


Tepat saat itu, pintu gudang terbuka. Ryan menubruk tubuh Whisk. Pria itu melihat ke arah Iris yang meringis kesakitan karena terjatuh akibat dorongan dari pria bersurai kemerahan. Dia menarik pergelangan tangan Iris dan mereka segera pergi dari tempat itu.


"Aku tidak melakukan apa pun, Whisky Woods," jawab Haz. "Qerza yang menakutinya hingga dia lari. Yang terpenting, aku telah menemukan Cyan dan Zenneth. Sekarang, bantu aku mengangkat dan membawa mereka ke Rumah Sakit. Telepon ambulans saja."


Whisk tentu mengerti mengapa Haz menyuruhnya menelepon ambulans alih-alih membawa mereka secara pribadi ke Rumah Sakit. Itu akan menguntungkan bagi mereka karena Cyan bisa bersaksi atas penculikan atas dirinya dan Zenneth. Itu pun kalau dia tidak bodoh dan menyia-nyiakan kesempatan.


Tak lama kemudian, ambulans datang bersama dengan mobil polisi. Cyan dan Zenneth diamankan ke Rumah Sakit. Sedangkan Haz dan Whisk harus menjalani proses pemeriksaan karena mereka yang menemukan korban penculikan.


Haz dan Whisk bisa diajak kerja sama. Cyan yang masih menjaga kesadarannya pun menceritakan kalau dia dan Zenneth telah diculik oleh orang yang tidak mereka kenal.

__ADS_1


Whisk dan Haz di bawa ke kantor polisi terdekat.


"Aku menemukannya di gudang tua apartemen. Aku juga tidak tahu kenapa mereka ada di sana," kata Haz, menceritakan kepada polisi. Ada Nich di sana, tapi entah kenapa wanita berambut panjang gelombang menjadi curiga kepadanya.


Whisk diinterogasi oleh polisi yang berbeda. Pernyataan yang diberikan kepada polisi sama seperti Haz. Hanya saja kata-katanya yang berbeda. Itu adalah cara yang paling baik untuk menghindari kecurigaan.


Selesai diinterogasi, Nich mendekati Haz dan Whisk. Haz menyenggol Whisk untuk menyampaikan pesan tersirat. Whisk sendiri yang harus menerjemahkan pesan itu. Namun dia tahu pastilah berhubungan dengan Nich.


Mungkin Hazelia mencurigainya sebagai salah satu komplotan Keluarga Hassan. Setiap orang memang tak boleh dengan mudah dipercaya. Sampai saatnya tiba, orang akan menunjukkan taringnya yang sebenarnya, pikir Whisk.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Nich.


"Baik-baik saja." Haz menjawab singkat.


"Baiklah." Ada yang aneh dan tidak biasa dari Nich. Whisk juga bisa merasakannya, tidak hanya Haz.


Bahkan setelah mereka berdua pergi dari hadapan Nich, polisi itu tidak mengatakan apa-apa. Seperti tengah dibungkam oleh sesuatu. Tapi, dua sejoli tidak terlalu memperdulikannya sampai mereka berada sedikit jauh dari kantor polisi.


"Kamu merasakannya, Whisk?" bisik Haz kepada Whisk.


"Nicholas Qet Farnaz sangat aneh hari ini." Whisk berbisik balik kepada Haz. Dia juga merasakannya. "Apakah kamu bisa menebak kenapa?"


Haz menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ini adalah PR untuk kita berdua. Kita harus menemukan penyebab Nicholas menjadi seperti itu."


Whisk mematikan panggilan telepon yang masih tersambung dan menyimpan rekaman suara di dalam ponselnya. Haz juga menyimpan rekaman panggilan mereka.


__ADS_2