
"Huh… huh." Seorang Pria yang penuh dengan luka, berdiri di atas tumpukan mayat Monster. Dia mengatur nafasnya yang acak-acakan.
"Sepertinya kamu sudah sampai pada batas ya, manusia."
Berdiri di depannya adalah seekor Naga besar dengan sisik hitam putihnya dan panjang tubuhnya lebih dari 150 meter. Itu memancarkan rasa intimidasi yang sangat kuat. Intimidasi dari mereka yang berdiri di puncak rantai makanan dan seluruh tatanannya.
Pria itu menatap Naga di depannya dalam diam. Matanya sudah tidak ada niat untuk melawan lagi. Tidak ada suara yang bisa keluar karena kelelahan. Tubuhnya mengalami cedera yang parah dan berada di kondisi yang menyedihkan karena kehabisan mana dan luka fatal. Untuk memperparah, armor yang ada di tubuhnya sudah compang-camping dan semua senjatanya sudah patah. Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya, selain menunggu kematian.
Naga, yang tidak peduli dengan keadaan pria itu berbicara dengan nada sombong yang cocok untuknya. "Manusia, Aku akui kemampuanmu. Dengan kemurahan hati, aku akan menjadikanmu sebagai bawahan pertamaku dan aku akan memberikan kekuatan yang lebih besar dari yang kamu miliki sekarang. Bagaimana?"
Pria itu menatap naga di depannya memikirkan tawaran Naga itu. Saat itu, semua hal yang sudah dilewatinya selama ini mengalir dalam pikirannya. Semua hal yang dilindunginya hancur dan mati. Kemudian, pada akhirnya dia kalah. Semua itu terjadi karena dia lemah, karena lemah dia kehilangan segalanya. Jika dia memiliki kekuatan dia mungkin tidak akan mengalami semua ini.
Setelah kesunyian selama beberapa saat, Pria itu mengulurkan tangannya. Sang Naga tersenyum amis melihat itu. Senyum yang penuh akan kemenangan dan kesenangan.
Namun, tiba-tiba sebuah bola api ditembakkan dari tangan pria itu.
__ADS_1
"Bodoh, untuk apa kekuatan jika semua yang aku punya sudah tidak ada," Pria itu bergumam pelan. Namun, masih dapat didengar oleh sang Naga.
Alasan kenapa dia terus berjuang adalah karena kematian sepupunya, teman masa kecilnya … dia kehilangan semuanya. Dia ingin menyusul mereka semua. Namun, dia khawatir mereka akan sedih jika dia melakukan itu. Karena itu, dia berjuang dan terus berjuang agar orang lain tidak mengalami apa yang dialaminya. Namun, hal-hal yang dia lindungi itu juga hancur. Lalu untuk apa kekuatan lagi?
"Manusia! Beraninya kamu!" Naga itu berteriak, jelas murka.
Meskipun tidak berhasil membunuh atau bahkan menggores tubuh Sang Naga, tapi, serangan itu cukup untuk membuat harga diri Sang Naga tergores. Sebagai Ruler of Pride, tidak ada yang lebih penting baginya selain harga diri dan kebanggaan.
Naga itu sangat marah dan dia mengumpulkan Mana sebanyak mungkin dalam mulutnya.
Nafas Naga- tidak, penghancur planet. Jelas bahwa Bumi akan hancur jika nafas Naga ini menyentuh Bumi. Namun, Pria itu menatap serangan berskala besar itu hanya dengan tenang. Tidak ada tanda-tanda ketakutan, hanya wajah tanpa emosi …
"Alice, Lilith- semuanya, tunggu aku," ucapnya dengan senyum lega, alih-alih takut.
Shiing!
__ADS_1
Sebuah cahaya samar-samar mengelilingi tubuh Pria itu. Pria itu sedikit tersentak dengan perasaan yang sangat hangat itu. Dan, tepat sebelum Nafas Naga mengenainya, tubuhnya bersinar semakin terang dan menghilang.
Boom!
Ledakan yang sangat keras terdengar ketika nafas akhirnya menyentuh tanah. Tanah retak, gempa bumi terjadi, tsunami dan letusan gunung terjadi secara serentak di seluruh penjuru Dunia. Bumi … mengalami sebuah kiamat sungguhan.
Naga itu sama sekali tidak peduli pada apa yang terjadi pada Bumi, Sang Naga mengalihkan pandangannya ke alam semesta yang tidak terbatas.
"Sekarang, mari kita lihat dunia mana lagi yang akan datang," Naga itu, bergumam setelah berpikir jika Pria itu, ‘benar-benar’ mati.
Meskipun Naga itu bersikap tenang, sebenarnya dia cukup khawatir ketika melihat kemampuan Pria itu. Naga itu benar-benar terkejut melihat pria itu membunuh 10 bencana, dan 5 bencana besar selain dia. Ini adalah dunia paling sulit yang pernah dia hadapi.
"Sepertinya, rencananku akan tertunda sesaat, ya."
Dengan terbunuhnya 6 rekannya, Naga itu memutuskan untuk menunggu melanjutkan rencananya menelan Dunia Lain, saat rekannya yang lain hidup kembali. Mungkin, sekitar 100-200 tahun lagi.
__ADS_1