Last Human Return: Daybreak

Last Human Return: Daybreak
Bab 2 - Tutorial


__ADS_3

Ketika merasakan kakinya menyentuh tanah, Feyn bisa mendengar suara-suara jeritan dari sekitarnya. Namun, tidak bisa melihat karena efek kebutaan sementara akibat cahaya terang tadi.


"Kyaaa! Tolong!"


"Gorul! Gorul menyerang!"


Feyn mengerutkan dahi. Hidungnya mencium bau hangus dari sesuatu yang terbakar. Selain itu, dia mencium bau anyir secara samar-samar dari sekitarnya. Kulitnya juga merasakan sedikit panas setelah berdiri di tempat selama beberapa saat.


Sstt.


Feyn menarik pedangnya dan menusukkan ke arah balik punggungnya. Perasaan menusuk daging yang begitu realistis sedikit mengganggu Feyn. Namun, ini bukan pertama kali baginya, jadi, Feyn dengan cepat kembali mendapatkan ketenangan.


Penglihatan Feyn pulih. Dia akhirnya mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Rumah-rumah yang terbuat dari kayu, seluruhnya hangus terbakar. Genangan darah bisa dilihat di jalan-jalan Desa. Feyn berbalik untuk melihat, seekor makhluk bipedal dengan kepala hyena, dia memiliki sepasang taring runcing yang mencuat dari mulutnya. Feyn mengerutkan kening melihat makhluk yang sudah menjadi mayat karena pedangnya itu.


"Apakah ini Gorul?" Feyn ingat ketika seseorang berteriak tentang Gorul yang menyerang.


Namun, saat itu, pandangan Feyn terganggu dengan ikon surat yang ditimpa dengan tanda seru di atasnya. Feyn mengklik tanda itu dan, muncul pesan hologram.


[Tutorial.


Misi: Bertahan hidup!


Arc Gorul, menyerang Desa bersama dengan bawahannya. Bertahan hidup dari para Gorul!


Reward: Tergantung tingkat penyelesaian misi!


Note: Kamu tidak dapat naik level di tutorial.


]


"Bertahan hidup?" Feyn sedikit terganggu dengan konten misinya.


Meskipun misinya terlihat umum. Namun, hanya ada dua cara untuk bertahan hidup saat ini. Kabur dari Desa atau … membunuh setiap Gorul yang ada. Dan, jika dilihat dari hadiah misi yang diberikan tergantung tingkat penyelesaian, maka, sudah pasti, misi yang lebih sulit akan mendapatkan imbalan yang lebih besar. Hanya dengan ini saja, Feyn sudah tahu, apa yang harus dilakukannya.


Feyn menutup jendela misi dan melihat sekeliling. Anehnya, itu cukup tenang. Dia tidak melihat warga desa atau para Gorul.


"Ayo kita selesaikan ini dengan cepat."


Feyn menarik pedangnya dari Gorul yang dibunuhnya, kemudian, dia menggorok leher Gorul tersebut. Feyn membiarkan darah dari Gorul menetes ke tanah. Tujuannya, untuk mengundang Gorul lain datang mendekat. Ini adalah perjudian. Feyn tidak tahu apakah Gorul memiliki tipe yang sama dengan Hyena asli. Karena itu, kemungkinan Gorul mendekat adalah, 50:50.


"Krrr."

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk Feyn memenangkan perjudian. Tidak tanggung-tanggung, 3 dari Gorul datang dari tiga arah yang berbeda. Mata merah mereka menatap ke arah mayat rekannya sendiri dan Feyn dengan tatapan penuh kelaparan. Feyn sedikit terganggu dengan hal tersebut.


Feyn sedikit membungkuk, melawan tiga musuh sekaligus dengan nilai fisik dibatasi, tidak mungkin mudah bahkan untuk Feyn. Namun, musuhnya adalah makhluk tanpa akal. Tingkat kesulitannya turun 50%. Musuh yang hanya mengandalkan insting adalah, mangsa bagi Feyn.


"Krrr!"


"Rrrr!"


Ketiga Gorul segera berlari mendekati Feyn dan mayat Gorul. Mereka lari tanpa berpikir panjang.


Pertama, Feyn melakukan tebasan vertikal ke arah Gorul di depan.


Splash!


"Gyeee!?" Gorul itu mengerang kesakitan.


Namun, Feyn tidak memperdulikannya. Dia menundukkan badannya, menghindari cakar Gorul yang datang dari kirinya. Kemudian, dia memutar pedangnya ke tubuh bagian dalam dan mendorongnya ke perut Gorul yang tidak terjaga itu.


"!" Gorul itu membelalakkan matanya sebelum akhirnya dia kehilangan HP dan mati.


Bersamaan dengan serangan ke Gorul di sisi kirinya, Feyn melepaskan pedangnya dan dia melakukan tendangan scorpion ke dagu Gorul di belakang punggungnya.


Tidak menduga serangan akan datang, Gorul gagal bertahan dan tendangan Feyn masuk telak ke dagunya membuat kesadaran Gorul terganggu. Di celah itu, Feyn meraih lehernya dan segera memutarnya ke arah yang tidak seharusnya.


Suara sesuatu yang patah terdengar nyaring. Kepala Gorul menjuntai lemas dan tubuhnya ambruk ke tanah. Terakhir, Gorul yang di awal terkena tebasan, mencoba untuk berdiri. Namun, Feyn yang sudah mendapatkan Jian swordnya lagi, segera menusuk jantungnya, merenggut nyawa Gorul.


Feyn mengatur nafasnya ketika dia selesai menghabisi Gorul terakhir. "Hah … hah … stamina-ku terkuras hanya dengan melawan tiga Gorul. Padahal, dulu aku berhasil melawan 5 Great Disaster sendirian." Lumayan sedikit membuat sedih dengan penurunan performa. Namun, Feyn tidak larut dalam kesedihannya.


"Ayo kita segera selesaikan ini." Feyn kembali bergerak. Dia tidak ingin terlalu lama berdiam di tutorial.


***


Setelah itu, Feyn kembali melakukan hal yang sama selama tiga kali. Dia berhasil membunuh 5 Gorul lain. Namun, setelah itu, tidak ada Gorul lain yang datang. Penasaran, Feyn pergi memeriksa. Hasilnya adalah, dia menemukan 10 Gorul berdiri di depan pintu keluar Desa. Selain itu, pandangan Feyn jatuh ke Gorul besar yang membawa war axe besar. Feyn memperkirakan akan sedikit merepotkan melawan mereka secara frontal dari depan.


Jadi, Feyn mempersiapkan beberapa hal lebih dulu. Untungnya, ada apotek dan toko senjata di Desa ini. Feyn kebetulan menemukan keduanya saat sedang mencari Gorul lain. Feyn mengambil beberapa anak panah, botol racun, hp potion, dan strength up(low).


Setelah dirasa persiapannya cukup, Feyn kembali mendekati tempat para Gorul berkumpul. Feyn sebisa mungkin meredam setiap suara yang keluar setiap berjalan. Mengendap-endap sampai ke jarak terdekat yang bisa didekatinya.


Pertama, Feyn meletakkan beberapa mayat Gorul di jalan-jalan sempit Desa. Itu diletakkan sedekat mungkin dari para Gorul yang lapar. Feyn sekali lagi mencoba bertaruh, berharap para Gorul itu terpancing naluri binatang mereka.


Sementara menunggu, Feyn mempersiapkan anak panah. Dia mengoleskan racun di ujung anak panah. Racun ini tidak terlalu kuat, sebatas racun yang bisa didapatkan di Desa Tutorial. Namun, ini lebih dari cukup untuk memberikan damage konstan kepada Gorul besar itu … seharusnya, menurut pikiran naif Feyn.

__ADS_1


Mencium bau darah dan daging, para Gorul menjadi gila. Air liur menetes melewati mulut mereka. Namun, mereka tidak berani bergerak ketika pemimpin mereka, Arc Gorul, belum memberikan izin.


"Krrrr! Rr!" teriak Arc Gorul yang Feyn tidak paham apa artinya.


Namun, Feyn menjadi paham ketika para Gorul kecil di sekitarnya segera berlari seperti orang bodoh. Mereka lari sekuat tenaga ke arah di mana Feyn meletakkan mayat Gorul sebelumnya. Sekali lagi, pertaruhan Feyn berhasil.


Dari atap salah satu rumah warga, Feyn, yang sudah meminum strength potion, menarik tali busurnya hingga membentuk bulan sabit. Dia menahan nafasnya dan membidik ke arah Arc Gorul. Setelah yakin dengan bidikannya, Feyn melepas tapi busurnya.


Psyu!


Anak panah terbang dengan kecepatan yang seharusnya tidak mungkin direspon oleh makhluk hidup. Dan, Arc Gorul adalah salah satunya. Dia menyadari anak panah mendekat. Namun, mengetahui, belum tentu membuat Arc Gorul mampu merespon.


Jleb!


"Graaaaa!" Arc Gorul berteriak keras ketika rasa sakit yang luar melanda begitu anak panah menusuk salah satu matanya.


[Anda jatuh ke dalam kondisi fear.]


[Status: Tertegun.]


Namun, bukan hanya Arc Gorul yang mendapatkan pukulan. Tubuh Feyn membeku karena teriakan dari Arc Gorul. Wajah Feyn yang tanpa ekspresi, sedikit berkedut karena situasi yang tidak terduga.


Arc Gorul memegangi salah satu matanya, dia menatap Feyn. Matanya yang masih bisa melihat, berubah menjadi merah dan nafasnya menjadi kasar. Itu adalah tatapan penuh kebencian dan niat membunuh. Jika tatapan bisa membunuh, sekarang Feyn pasti sudah mati.


"Krrr! Kiing!" Arc Gorul melolong keras. Dan, saat itu, dia menerjang langsung ke arah Feyn.


Wajah Feyn menjadi gelap. Meskipun dia berada di atas atap warga, tetapi, Arc Gorul memiliki tinggi yang bisa dengan mudah menjangkaunya. Apalagi, War Axe di tangannya menambah area jangkauan Arc Gorul.


Swoosh!


War Axe diayunkan dengan ayunan besar. Feyn, dengan panik segera melompat ke samping ketika tubuhnya berhasil pulih dari status tertegun.


Bang!


War Axe dengan mudah membelah rumah menjadi dua. Kekuatan destruktif yang sangat konyol. Feyn tidak pernah berpikir, boss tutorial sekuat itu.


Feyn, mengambil posisi lagi. Dia menyiapkan pedangnya di tangan. Posisinya sekarang benar-benar buruk. Meskipun strength-nya sedikit meningkat, tetapi, tidak mungkin untuk mengimbangi kekuatan destruktif Arc Gorul.


Arc Gorul, melolong keras kembali. "Kinggg!"


Feyn menjadi waspada. Dia berjaga menunggu apa yang akan terjadi. Namun, beberapa detik berlalu, tidak ada yang terjadi. Arc Gorul jatuh ke dalam kondisi bingung. Sementara Feyn, yang mengetahui situasinya, tersenyum kecil.

__ADS_1


"Sepertinya semua bawahanmu sudah mati karena racun, ya. Sekarang, berhenti bermain seperti Raja. Datanglah."


"Kkrrr!" Arc Gorul yang sudah tidak tahan, segera berteriak kembali berlari lurus ke arah Feyn.


__ADS_2