Last Human Return: Daybreak

Last Human Return: Daybreak
Bab 3 - Arc Gorul


__ADS_3

"Krrr! Graaaa!"


Seperti banteng, percaya diri dengan tubuh besarnya, Arc Gorul menerjang lurus ke arah Feyn. Feyn tidak tinggal diam, dia juga menendang tanah dan berlari lurus langsung ke arah Arc Gorul. Melihat keputusan Feyn, Arc Gorul mendengus dan memandang Feyn dengan remeh. Dia kemudian mengangkat war axe-nya dan diayunkan lurus ke arah Feyn.


Bam!


Tanah retak begitu dihantam oleh war axe. Namun, target utama, Feyn, tidak terlihat di sana. Saat berikutnya, Arc Gorul merasakan rasa sakit di bagian lututnya.


"Kng!" Arc Gorul meringis kesakitan. Dia segera berbalik mengayunkan war axe-nya lagi ke balik punggungnya.


Namun, seolah-olah deJavu, serangannya hanya menebas angin kali ini. Feyn, tidak ada di sana. Merasakan perasaan tidak menyenangkan dari arah kirinya, Arc Gorul memutar kepalanya dan saat itu, ujung pedang Feyn berada tepat di depannya.


"Kng! Graaaa!" Arc Gorul seperti orang gila ketika mata kirinya kali ini terluka. Namun, entah gila karena rasa sakit atau kesal karena Feyn. Arc Gorul menjadi mulai mengamuk tidak terkendali. Aura hitam merah meluap dari tubuh Arc Gorul.


Feyn yang sudah kembali menjaga jarak, sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat itu. "Hah? Bukankah tingkatnya terlalu sulit?" gumam Feyn ketika melihat Arc Gorul yang mengeluarkan aura.


DING!


Suara pesan masuk di saat yang sangat genting. Feyn meliriknya sekilas dan wajahnya menjadi kaku.


[Tutorial.


Misi: Kabur dari Desa!


Arc Gorul, pemimpin dari Gorul yang menyerang Desa, berevolusi karena dendam. Larilah jika kamu masih ingin hidup!


Reward: Hadiah penyelesaian terbaik.


]


Melihat info misi yang berubah. Feyn tidak percaya dia membuat Arc Gorul berevolusi. Dia memandang Arc Gorul yang sudah kehilangan dua matanya dan masih kesakitan. Feyn bisa saja kabur sekarang. Namun, keserakahan sedikit membuncah di hati Feyn. Pertanyaan seperti hadiah apa yang akan didapatkannya ketika dia membunuh Arc Gorul membuatnya penasaran.


Feyn memperkuat pegangannya pada Jian Sword. Dia mengambil nafas dalam-dalam dan tersenyum. "Tujuanku menciptakan game ini untuk berlatih agar tidak tumpul. Bukankah ini kesempatan untuk berlatih?"


Feyn kemudian segera menendang tanah dan mendekat sebelum Arc Gorul menyelesaikan proses evolusinya.


"Void: Nothingness."


Feyn melewati Arc Gorul tanpa ada yang terjadi. Atau begitu yang terlihat. Saat itu, Bar HP Arc Gorul berkurang dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal. Bar HP-nya habis dalam waktu yang sekejap. Aura merah menghilang dari tubuh Arc Gorul dan Arc Gorul berhenti berteriak.


Feyn, masih dalam posisinya membeku mengacungkan pedang. Wajahnya seperti dalam masalah. "Sial, bahkan, nyeri otot juga dapat diproduksi? Game ini terlalu realistis, bukan?"


Feyn tidak bisa bergerak. Kemungkinan, karena otot-ototnya mengalami beban luar biasa. Saat itu, pikiran buruk terlintas di benak Feyn.


"Nanti dulu, aku mengacaukan evolusi Arc Gorul. Jumlah energi sebanyak itu dikacaukan …." wajah Feyn menjadi pucat. "Hey! Sistem! Pindahkan aku segera! Cepatlah!" Feyn dengan putus asa berteriak dengan keras meski tubuhnya masih dalam kondisi tidak bisa bergerak.


Tubuh Arc Gorul membengkak menjadi tidak wajar. Feyn bisa mendengar suara derit tulang dan daging yang tidak menyenangkan dari balik punggungnya.


"Hey! Sistem! Siapkan hadiahnya nanti! Jadi, biarkan aku pergi!"


[Mengerti. Proses pemberian hadiah ditunda.]


[Memindahkan penjelajah ke Kota Aman.]

__ADS_1


Kemudian, dua cahaya yang kuat bersinar. Satu berasal dari Feyn sementara yang satunya berasal dari Arc Gorul. Feyn bisa mendengar suara dari sesuatu yang meledak. Namun, Feyn berpura-pura tidak mendengar apa-apa.


***


Pandangan Feyn berubah. Kali ini, yang dilihatnya adalah, pemandangan bangunan-bangunan yang terbuat dari batu. Selain itu, orang-orang dengan pakaian yang sama dengannya, membawa senjata, berjalan di jalan-jalan Kota.


Feyn menghela nafas lega ketika dia melihat dirinya tidak mati dalam ledakan yang disebabkan oleh pelarian magic power Arc Gorul yang berevolusi. Feyn bersyukur A.I dalam game ini memiliki kemampuan mengambil keputusan secara mandiri ketika terjadi Bug.


"Hah … sekarang, ayo cari tempat duduk lebih dulu."


Feyn berjalan mencari tempat untuk duduk. Dia ingin memeriksa hadiah pencapaian penyelesaian tutorialnya. Selain itu, tubuhnya masih sedikit terbebani dengan teknik pedangnya yang digunakan untuk membunuh Arc Gorul.


Di alun-alun, Feyn menemukan satu tempat duduk. Dia segera duduk di sana. Menyandarkan tubuhnya yang lelah, hembusan nafas kecil keluar dari mulutnya untuk yang sekian kalinya untuk hari itu. Feyn mengarahkan pandangannya ke kotak surat di sudut pandangannya. Tanda seru menandakan ada pesan yang masuk.


[Anda menyelesaikan misi tersembunyi Tutorial.]


[Anda mendapatkan Title: Natural Fighter.]


[Natural Fighter.


Rank: Unique


Bakat bertarung adalah berkah dari Dewa yang bisa membuat semua orang iri.


Efek:



+10 Strength, + 10 Vitality


]



[Anda mendapatkan Title: Devil Battlefield.]


[Devil Battlefield.


Rank: Epic


Kengerian Anda di medan perang membawa ketakutan bagi musuh-musuh Anda.


Efek:



+20 Agility, + 10 Vitality


Ketika melawan musuh dalam jumlah besar, seluruh status meningkat 35%.


]


__ADS_1


[Anda mendapatkan Title: Unnamed Hero.


Rank: Unique


Jasa Anda dalam mengatasi bencana yang akan mengguncang Dunia, akan tercatat dalam sejarah, bahkan ketika nama anda tidak diketahui.


Efek:



Meningkatkan kesukaan NPC pada Anda.


?


?


]



[Anda mendapatkan x 15 brown bread.]


[Anda mendapatkan 1000 zenny.]


Feyn membelalakkan matanya ketika melihat satu persatu notif pesan yang berisikan hadiah. Tidak ada item. Namun, itu bukan masalah. Hadiahnya sangat luar biasa sehingga Feyn tidak tahu bagaimana dia harus mengekspresikan perasaannya.


"Ini … bukankah ini curang?"


Meskipun terlihat sepele hanya dengan beberapa peningkatan poin status, nyatanya, Feyn sama sekali tidak berpikir itu remeh. Di level awal, mungkin saja terkesan tidak berguna. Namun, ketika sampai di level yang lebih tinggi, perbedaan 10 status tidak bisa ditutupi lagi. Karena, untuk naik satu level saja, membutuhkan ratusan ribu experience.


Feyn tersenyum begitu lebar. Dia benar-benar puas dengan hasil yang tidak terduga itu.


"Sekarang, ayo kita pindah ke tempat berikutnya." Feyn bangun dari tempat duduknya dan meregangkan tubuhnya sebelum berjalan pergi.


***


Di ruang pemantauan server Daybreak, semua orang yang bertanggung jawab untuk memeriksa apa saja yang terjadi di Daybreak, sedang menonton sebuah video yang di mana, kata-kata luar biasa bahkan tidak bisa menggambarkannya. Di dalam video itu, seorang player bertarung melawan Arc Gorul yang masuk ke mode berserk dan menang.


"Apakah benar-benar tidak ada tanda-tanda program ilegal?" Salah satu orang di sana, dengan tanda nama, Yoo Ilhan, seorang kepala divisi pengawasan, bertanya.


"Tidak ada. Kami tidak menemukan tanda-tanda adanya kecurangan apapun," jawab salah satu staff juga tidak yakin.


Yoo Ilhan mengerutkan kening. "Apakah mungkin seseorang menebas sebanyak 30x dalam waktu satu detik?" tanyanya dengan nada lelah.


Semua staff hanya diam tidak ada yang menjawab. Karena, mereka tahu perasaan Yoo Ilhan. Mereka juga penasaran, bagaimana cara player itu, berhasil menebas sebanyak itu hanya dalam waktu sesingkat itu. Mungkin, jika itu adalah Dunia Nyata, jauh lebih masuk akal, karena, tidak ada batasan status. Namun, semua orang berpikir hal itu juga tidak normal bahkan jika terjadi di Dunya Nyata.


Yoo Ilhan memegangi kepalanya. Dia tahu jika staff-nya tidak berbohong. Namun, dia hanya tidak ingin akal sehatnya hancur. Jadi, dia berusaha mencari alasan yang lebih rasional seperti program ilegal.


"Dirinya sendiri adalah cheat …." gumam Yoo Ilhan yang diikuti anggukan setiap staff.


Yoo Ilhan mengatur nafasnya. Setelah tenang, dia memberikan arahan ke anggotanya "Awasi dia untuk sementara waktu. Untungnya, tidak ada masalah karena itu hanya tutorial. Akan menjadi masalah jika dia memicu tugas utama."


"""Ya, Pak!"""

__ADS_1


Yoo Ilhan mengangguk dan pergi dari ruangan itu dengan wajah lesu. Dia benar-benar akan dipaksa lembur untuk sementara waktu ini.


"Ayo kita satu batang dulu." Yoo Ilhan, pergi ke atap untuk menenangkan diri. Kepalanya sakit memikirkan dia tidak bisa pulang 2 hari ke depan karena player itu.


__ADS_2