Last Human Return: Daybreak

Last Human Return: Daybreak
Bab 10 - Dangerous.


__ADS_3

"Oh! Itu luar biasa imut, Alice!" Feyn berseru kagum ketika melihat Alice dengan pajama.


Pajama beruang pendek dengan warna coklat susu dengan celananya yang pendek memperlihatkan paha putihnya yang jenjang, memberikan kesan imut yang luar biasa.


Alice, memutar tubuhnya beberapa kali untuk memeriksa dirinya sendiri. "Hm … ini nyaman. Kamu benar-benar memiliki selera yang baik, Feyn." Alice mengangguk puas dengan pakaian yang Feyn pesankan untuknya.


Pria kerdil, yang menyaksikan dua sejoli aneh itu, menyela momen merah muda mereka. "Jadi, di mana 2000 zenny yang tersisa?" tanya pria kerdil itu dengan nada cemberut. Bukan karena dia cemburu. Ya, bukan berarti dia cemburu.


Alice lupa jika equipment mereka belum dibayar. Jadi, dia mengambil 2000 zenny dari inventory.


"Terima kasih, Ossan¹." Alice menyerahkan 2000 zenny kepada pria kerdil itu.


Pipi pria kerdil itu berkedut ketika Alice memanggilnya Ossan. Dia benar-benar ingin marah. Akan tetapi, dia tahu jika memarahi Alice hanya akan menjadikannya musuh publik. Jadi, dia menahannya dan menerima uang dengan tenang.


"Jika tidak ada yang ingin kalian lakukan lagi. Maka, segera pergi dari sini." Pria kerdil itu berbalik ke tungku pembakaran setelah selesai urusannya dengan Feyn.


Feyn hanya tersenyum pahit melihat sikap pria kerdil yang tsundere itu. Namun, Feyn segera meninggalkan pria kerdil itu dari pandangannya dan mengalihkannya pada Alice kekasihnya.


"Jika begitu, ingin mencoba equipment baru?"


Alice mengangguk tanpa keraguan sama sekali. Dia juga ingin mencoba sabit berwarna putih tulang di tangannya.


***


Namun, di luar perkiraan Alice. Mereka bukan mencoba senjata. Namun, mencoba untuk bunuh diri.


"."


Dengan sepasang gladius di kedua tangan, Feyn berlari menebas sekelompok serigala sambil terus menghindari serangan mereka. Feyn berani bertindak seperti itu, tentu saja karena Alice ada melindungi punggungnya.


Namun, Alice benar-benar ingin mengutuk Feyn. Alice mati-matian untuk mengejar dan melindungi Feyn yang hampir terkena serangan dari serigala. Alice ingin Feyn merasakan sedikit rasa krisis di hatinya!


"!"


Ayunan besar Alice menghempaskan 5 serigala yang ada di dekatnya. Sementara itu, Feyn membunuh 2 serigala dengan serangan beruntun yang sangat cepat sehingga mereka kehabisan HP saat itu juga. Tiga lainnya, mencoba untuk menggunting ke arah Feyn. Namun, tentu saja, tidak mungkin Feyn dan Alice membiarkan hal seperti itu terjadi.


Feyn berbalik dan melakukan dodge dengan sedikit menunduk sebelum dia menusuk perut salah satu serigala dengan pedangnya. Alice, membunuh salah satu serigala yang mendekat lainnya. Sementara Feyn, mencabut pedangnya dan berlari ke arah serigala lain yang terakhir.


"!"


Sstt.


Dua kilatan cahaya tercipta begitu saja melewati tubuh serigala yang malang itu. Serigala itu berubah menjadi cahaya dan menghilang.


Lima serigala yang sudah pulih, mendekat dengan kecepatan yang luar biasa, mencoba untuk melakukan serangan kejutan. Feyn dan Alice cukup terkejut dengan kepintaran serigala-serigala itu. Namun, hanya itu saja.


"."


Dengan ayunan besar, Alice menembus kelima serigala yang sudah sekarat itu. Kelimanya berubah menjadi cahaya bahkan sebelum bisa berteriak kesakitan.


[Anda naik level.]


[Anda naik level.]


[Anda--]


Pesan tentang peringatan kenaikan level bisa dilihat di sudut mata Feyn. Feyn sedikit terkejut dengan seberapa cepatnya dia naik level sekarang.

__ADS_1


Alice, yang juga selesai memeriksa statusnya, berbicara dengan Feyn. "Feyn, apakah kita akan kembali? Atau, melanjutkan?"


Level mereka sudah mencapai 15. Itu cukup cepat mengingat mereka baru saja level 10, 10 menit yang lalu. Sekarang, mereka bisa mengubah Class mereka menjadi second Class.


Feyn berpikir sejenak. Dungeon ini terlalu sulit untuk diselesaikan dengan level mereka saat ini. Namun, bonus exp yang didapatkan karena menjadi orang pertama yang masuk ke dalam Dungeon terlalu menggiurkan untuk ditinggal.


Setelah pertimbangan yang rumit. Feyn memutuskan pilihannya. "Ayo kita berburu di tempat ini selama beberapa saat."


Menurut pikiran Feyn, berburu di tempat ini tidak akan menjadi masalah. Meskipun, tidak mungkin untuk menyelesaikannya. Feyn hanya akan fokus menimbun exp agar nanti jauh lebih mudah naik level. Apalagi, mereka bisa mendapatkan lebih banyak exp dengan melawan musuh yang memiliki level jauh di atas mereka.


Alice sama sekali tidak keberatan. Dengan levelnya yang sekarang, Alice tidak berpikir dia akan kalah melawan musuh yang ada di Dungeon ini.


… Namun, itu semua hanyalah kesombongan keduanya saja.


***


"!" Alice memotong serigala terakhir dan mengubahnya menjadi item drop.


Feyn dan Alice sudah berburu selama 5 jam penuh. Tidak tahu seberapa banyak exp yang mereka dapatkan. Apalagi, mereka memonopoli tempat berburu sendirian. Setiap kali Monster muncul, Feyn dan Alice memburu mereka tanpa ampun.


Feyn yang selesai mengumpulkan item drop, meregangkan tubuhnya. "Yah, jika begitu, ayo kita-- !"


Bang!


Tiba-tiba saja, sesuatu mendarah tepat di tempat Feyn berdiri sebelumnya. Untungnya, Feyn, yang merasakan kehadiran itu, segera melompat menjauh dari tempatnya berdiri.


"Grrr."


Suara geraman penuh kemarahan terdengar. Seekor serigala dengan bulu merah seperti api dan sebuah tato hitam di matanya, menatap Feyn dengan penuh permusuhan.


Feyn mengutuk dalam hatinya. Tidak peduli bagaimana Feyn melihatnya, serigala di depannya saat ini tidaklah normal. Mungkin, dia Monster Rare atau Monster Boss. Feyn bingung antara harus senang, sedih, atau kesal dengan keberuntungannya.


[Hidden Quest.


Misi: Dendam Serigala.


Jiwa dari serigala-serigala yang Anda kalahkan membentuk sebuah wujud. Tujuannya lahir ke Dunia adalah, untuk membunuh Anda. Kalahkan Wraith Wolf atau bertahan selama 10 menit.


Reward: Tergantung tingkat penyelesaian.


]


Feyn dan Alice meneguk air liur tanpa sadar. Developer terlalu berniat untuk menciptakan hal seperti ini. Melihat konten misi, serigala ini hampir mustahil dikalahkan dengan level saat ini.


Ketika Feyn dan Alice terganggu dengan misi, serigala itu menendang tanah dan sudah berada di depan Feyn dengan cakarnya siap membelah Feyn menjadi dua.


"!" Feyn yang terkejut, segera menunduk untuk menghindari ayunan cakar itu.


Bang!


Batu yang menjadi target pengganti karena Feyn menghindar, meledak berkeping-keping. Kekuatan penghancur serigala itu sangat luar biasa.


Serigala itu terus mengejar Feyn. Dia terus menerus menyerang dengan kecepatan tinggi seperti Monster tipe serigala pada umumnya. Feyn, di sisi lain, mati-matian untuk menghindar. Sebisa mungkin, Feyn tidak ingin menahan serangannya dengan pedang. Karena, pedangnya akan benar-benar rusak!


"Mengabaikanku? Kamu benar-benar sudah gila, serigala bau. !"


Alice masuk ke pertarungan keduanya. Dia mengayunkan sabitnya dengan sekuat tenaga ke arah leher serigala.

__ADS_1


Melihat sabit yang datang ke arahnya, Serigala itu berhenti menyerang Feyn dan memutuskan untuk menjauh. Namun, serangan Alice terlalu cepat.


-100.


Meskipun tidak dalam, tetapi, serangan Alice berhasil memberikan damage yang luar biasa. Namun, karena itu, MP Alice juga hanya sisa 5. Itu sama sekali tidak cukup untuk bertarung. Feyn tahu tentang itu. Dia sudah menghitung berapa kali Alice menggunakannya. Jadi, Feyn memberikan sebuah saran.


"Hey, pulihkan MP-mu lebih dulu. Aku akan menahannya selama itu. Saat MP-mu sudah full, segera datang dan bantu aku."


Alice sedikit mengerutkan kening. Rencana Feyn sangat beresiko. Meskipun Feyn adalah player yang berspesialisasi dalam kecepatan. Namun, kecepatan serigala itu ada di level lain.


"Hah …" Alice menghembuskan nafasnya. Dia merasa konyol ketika mengkhawatirkan Feyn. Jadi, Alice tersenyum ke arahnya. "Jika begitu, tunggu aku."


Feyn hanya tertawa kecil dan mengencangkan cengkramannya pada sepasang gladius di tangannya. Suasana di sekitarnya berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi ekspresi di wajahnya. Hanya ada tatapan dari predator yang ingin memangsa buruannya.


Tap. Woosh.


Feyn dan Serigala itu bergerak dalam waktu yang sama. Cakar serigala sekali lagi mencoba untuk menyerang Feyn yang maju dalam garis lurus. Namun, Feyn tiba-tiba saja melakukan manuver. Dia menghindari serangan tepat saat cakar berjakar 2mm dari wajahnya. Kemudian, Feyn menyerang kaki serigala itu.


Seolah tidak terpengaruh dengan serangan Feyn, serigala itu berbalik dan mencoba untuk melahap Feyn. Feyn, dengan tenang menghindari serangan serigala. Monster berkaki 4 cenderung memiliki pola serangan yang membosankan. Karena itu, hanya dengan beberapa pengamatan ekstra, seseorang bisa dengan mudah menebak kemana serangannya.


Alice yang dari jauh menonton pertarungan Feyn hanya bisa menggelengkan kepalanya. Feyn sangat tidak normal. Dia menghindari semua serangan yang dilancarkan serigala itu seolah-olah dia bisa melihat masa depan. Dia bergerak bahkan sebelum serigala menyerang. Karena itu, meskipun Feyn kalah dalam hal status, dia tidak menerima damage sama sekali.


Alice melirik ke arah jam yang ada di sudut kanannya. 5 menit sudah berlalu dan MP sudah penuh sepenuhnya. Alice bangun dari batu tempatnya duduk dan mengambil sabitnya. Namun, Alice tidak langsung menyerang. Dia mencari sebuah celah seperti sebelumnya. Jika tidak, dia hanya akan mati.


Bar HP serigala itu perlahan-lahan mulai turun. 60%, 50%, 45% … entah karena merasa frustasi atau apa, serigala itu menjadi sangat gila. Dia menyerang secara membabi buta. Tidak ada lagi pola sebelumnya. Itu hanya serangan yang dilancarkan secara acak. Feyn tersenyum senang dengan perubahan ini. Karena serangan serigala yang menggila, pola serangannya menjadi lebih sederhana.


Saat itu, sesuatu berwarna merah hitam muncul dan menebas sekali lagi leher serigala itu.


Bam!


Serigala jatuh ke tanah karena tekanan dari sesuatu yang tiba-tiba itu. Debu mengepul dan tanah retak ketika tubuh besar serigala jatuh.


Serigala itu meronta mencoba untuk bangun lagi. Namun, sesuatu terbang ke matanya.


Jleb!


"Awoooo!" Lolongan kesakitan dari serigala, menggema keras saat pisau menembus mata kirinya.


Memanfaatkan momen kesakitan serigala, Feyn menggunakan dan beberapa basic attack, menyerang tubuh serigala itu. Total, ada 42 tebasan yang Feyn lakukan hanya dalam waktu 2 detik saja, sebelum serigala itu akhirnya lepas. HP serigala itu tersisa 8%.


"Awoooo!" Serigala itu melolong. Tubuh serigala itu berubah menjadi api hitam ungu. Auranya juga berubah menjadi kuat. Matanya menatap ke arah Feyn. Dia benar-benar benci pada Feyn.


Tap!


"!" Feyn terkejut ketika serigala itu tiba-tiba menghilang dan muncul di depannya. Terlalu cepat. Tubuhnya tidak bisa mengikuti kecepatan refleksnya sama sekali. Feyn mencoba yang terbaik untuk bertahan.


Bang!


"Kieek!"


Namun, tiba-tiba saja, bukan Feyn yang terkena damage. Namun, serigala itu. Serigala itu terpental ketika sesuatu yang hitam muncul entah dari mana mengenai punggungnya. HP serigala langsung berkurang menjadi 1%. Melihat itu, Feyn tanpa basa-basi langsung saja membunuhnya dengan gladiusnya.


[Anda berhasil mengalahkan Unique Monster.]


[Anda berhasil menyelesaikan misi.]


[Anda mendapatkan--]

__ADS_1


Pesan sistem yang tiada hentinya berdering di sudut pandang Feyn. Namun, Feyn sama sekali tidak meliriknya. Dia justru mendongak ke langit malam bulan purnama yang indah. Di sana, seorang pria dengan jubah misterius dan sebuah sabit hitam di tangannya, melayang-layang menatap Feyn dan Alice.


"Jadi, siapa kamu?"


__ADS_2