
"Huh …."
30 menit kemudian, semua robot petarung sudah berubah menjadi besi rongsok. Mereka tergeletak di lantai terpisah menjadi beberapa bagian.
Meskipun menang, Alice sama sekali tidak bahagia. Dia terlihat murung dan gelisah. Feyn, di sisi lain, tersenyum sangat lebar dan cerah. Mood mereka 180° berkebalikan.
Saat itu, pintu gerbang kembali terbuka dengan mencolok dan suara tepuk tangan yang begitu nyaring, menggema di ruangan tersebut.
"Selamat. Kalian benar-benar luar biasa!" Zeyn memberikan pujian kepada Feyn dan Alice dari lubuk hatinya.
Zeyn kemudian tersenyum, dia mengeluarkan sesuatu dari poch di pinggangnya. "Sesuai janji, aku akan memberikan kalian sesuatu untuk membuat kalian lebih kuat. Ambil ini." Zeyn menyerahkan dua buah scroll dan dua buah aksesoris kecil bulat dengan warna hitam dan emas.
Feyn dan Alice menerima kedua hadiah mereka. Keduanya sangat senang dengan hal itu. Terutama, scroll yang berisikan sebuah skill. Skill di Daybreak sangat sulit untuk didapatkan. Itu hanya muncul di dalam Dungeon tertentu saja atau saat player mengambil Job atau meningkatkan Job mereka. Karena itu, scroll sendiri merupakan barang terbaik yang bisa mereka pikirkan untuk dapatkan. Feyn dan Alice segera merobek scroll skill tersebut di tempat saat itu juga.
DING!
[Anda berhasil menyelesaikan Misi!]
[Anda mendapatkan Skill: Fighting Spirit.]
[Fighting Spirit (Aktif)
Rank: Rare.
Menciptakan aura tipis di seluruh tubuh untuk memperkuat status sebanyak 3% selama 1 menit.
Cooldown: 5 menit.
MP Cost: 10.
]
Melihat itu, suasana hati Alice sedikit membaik. Feyn juga dalam suasana hati yang cukup baik. Bibir mereka melengkung naik tanpa mereka sadari. Melihat mereka tersenyum, membuat Zeyn, yang dikenal sebagai Demon Fist, sedikit berdebar.
Entah tidak menyadari suasana hati Zeyn atau hanya berpura-pura tidak menyadarinya. Feyn dan Alice tersenyum tulus ke arah Zeyn.
""Terima kasih, Tuan.""
__ADS_1
Sikap rendah hati keduanya, membuat Zeyn malu dan bangga pada saat yang sama. Ketika waktunya tiba, Zeyn akan menyombongkan diri kepada kenalannya bahwa kedua orang ini, pernah berterima kasih kepadanya.
"Jangan khawatir. Jika begitu, aku menantikan saat nama kalian mulai tersohor nanti." Zeyn melambaikan tangannya dan berbalik pergi.
Feyn dan Alice juga kembali ke kota, lebih tepatnya kamar penginapan untuk log out.
***
Dua hari kemudian, Feyn bersantai di depan layar komputer. Dia menatap layar komputer sambil menikmati secangkir coklat panas.
"Apa yang kamu lakukan?" Alice berdiri di samping Feyn bertanya sambil ikut melihat ke arah layar komputer.
Feyn melirik ke arah Alice yang mengenakan gaun handuk hitam yang kontras dengan warna kulitnya. Selain itu, rambut perak indah tergerai lurus dengan butiran air yang menetes dari ujungnya. Mata merahnya yang bulat terlihat begitu lucu saat dia menatap ke arah layar komputer dengan serius. Feyn berpikir jika itu seperti yang diharapkan dari Ancestor Vampire.
Melihat Feyn tidak menjawab, Alice memicingkan matanya. "Ada apa? Apakah ada sesuatu?" tanya Alice dengan suara datar.
Feyn tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ada. Hanya saja, aku pikir kamu sangat cantik."
Biasanya, gadis manapun akan jatuh hati ketika pria setampan Feyn, memuji mereka. Namun, bagi Alice, itu adalah kata-kata yang didengar setiap hari. Jadi, hatinya sudah cukup mampu menahan damage-nya.
"Begitu? Terima kasih." Alice mengucapkan terima kasih yang tidak terdengar serius. "Jadi, apakah kamu meng-upload video pertarungan kita di ruang pelatihan?" Alice bertanya sekali lagi saat dia menunjuk ke arah layar komputer.
Alice mengerutkan keningnya. Kata-kata Feyn terdengar omong kosong bagi Alice. "Apa yang kamu katakan? Kamu pemegang saham terbesar di Canaries Corporation, kamu tahu itu, kan?"
Seperti yang Alice katakan, Feyn adalah pemegang saham terbesar di Canaries Corporation. Feyn memegang 25% saham di sana. Pendapatan Feyn sudah cukup untuk hidup tanpa bekerja sampai hari tua jika dia ingin.
"Tidak apa, bukan? Lagipula, uang tidak pernah cukup, kamu tahu?" Feyn berbicara seolah itu dia orang bijak.
Alice tidak mengatakan apa-apa. Dia setuju dengan Feyn. Lebih baik banyak uang lebih baik dan kebanyakan uang jauh lebih baik lagi. Intinya, uang adalah segalanya.
"Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah mencoba mencari Player yang memiliki bakat? Bukankah itu tujuan kamu?" tanya Alice ketika dia mengingat tujuan Feyn menciptakan game ini.
Feyn, menciptakan game ini, bertujuan untuk mencari orang-orang dengan bakat terbaik. Selain itu, dengan game ini, setidaknya ketika terjadi Daybreak di Bumi asli, manusia lain bisa melawan sedikit. Inilah hal yang Feyn lakukan pertama kali saat dia kembali ke masa sekarang.
Ketika Alice mengatakan itu, wajah Feyn sedikit muram. "Soal itu … sepertinya akan cukup sulit sekarang ini," ucap Feyn dengan lirih. Feyn kemudian menunjukkan utas dari forum resmi Daybreak. "Lihat ini. Level tertinggi saat ini hanya di level 12. Leveling player lain cukup lambat."
Alice membaca statistik yang diberikan oleh Canaries Corporation selaku development game. Di sana dijelaskan ranking level player saat ini. Seperti yang dikatakan Feyn, player dengan level tertinggi hanya level 12. Bahkan, hanya ada 10 player yang berada di level 10 atau lebih tinggi.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan player dengan level paling tinggi? Kenapa kamu tidak mengundang mereka?" Alice mengutarakan pikirannya.
"Itu ide yang bagus. Namun, mereka memiliki harga diri yang kuat. Selain itu … mereka bisa saja hanya seorang maniak game, kamu tahu?"
"Ah …. " Alice mengangguk setuju. Gamers, biasanya memiliki konstitusi tubuh yang tidak seimbang. Biasanya karena kurangnya waktu tidur dan pola hidup yang buruk.
Feyn sendiri hampir ingin mencoba untuk mengundang orang-orang itu. Namun, Feyn segera mengurungkan niatnya begitu dia memikirkan hasil kedepannya. Target Feyn adalah, mencari rekan yang bisa mempertahankan Bumi dan membunuh Azatoth. Seseorang dengan konstitusi tubuh yang baik dan bakat hebat jauh lebih penting.
"Hoaaam …." Feyn meregangkan tubuhnya ketika rasa kantuk menyerangnya.
"Apakah kamu sudah mengantuk? Jika begitu, ayo tidur."
Feyn mengangguk dengan malas. Dia bangun dan tiba-tiba saja membopong Alice.
"Eh!?" Alice terkejut dengan tindakan Feyn yang tiba-tiba. Sekarang, Alice berada dalam pelukan Feyn sepenuhnya. Alice, yang sudah kembali tenang, hanya balik memeluk ke arah Feyn.
Keduanya pergi tidur segera mereka menyentuh kasur.
***
Sementara itu, di Internet, 8 jam setelah Feyn mengupload video pertarungannya dan Alice melawan robot fighter di Desktube, videonya sudah ditonton oleh 10.000 orang dan masih terus bertambah. Kolom komentar video unggahan pertamanya itu, dibanjiri komentar netizen.
King Nangklem: Hah!? Apa-apaan skill itu!?? Apakah mereka cheater!?
Harem is My Goal: Tidak, lebih dari itu, apakah ada yang tau, di mana monster robot itu!?
Furry lokal: Sial! Mereka benar-benar anggun dan luar biasa! Aku menjadi basah!
Kolom komentar berisikan kekaguman dan pujian entah itu penampilan atau skill bermain keduanya. Namun, ketika ada yang suka, tentu saja ada yang tidak.
Watashi MC: Hah! Dia hanya beruntung karena mendapatkan skill bagus. Aku juga bisa seperti itu jika memiliki skill yang sama.
Sanapabeach: Hah, apa yang luar biasa dari ini? Wajah mereka biasa saja, skill mereka juga hanya rata-rata. Aku jauh lebih baik daripada mereka.
Setan merah: Wanita itu, entah berapa lama waktu yang dihabiskannya untuk melakukan editing character, LoL.
Namun, terlepas dari hate komen itu, video Feyn menjadi trending. Netizen lain, menjadi penasaran dan menontonnya, lalu, mereka share video itu ke platform lain atau ke kenalan mereka secara langsung.
__ADS_1
Tentu saja, Feyn, sudah tahu tentang ini. Dia yang membuat ada dua kubu untuk saling bertengkar itu sehingga kolom komentar akan menjadi ramai dan video akan terus naik. Ini adalah strategi bisnis yang licik. Namun, masih efektif sampai sekarang. Terutama, untuk orang yang sangat suka berkomentar tanpa pikir panjang.