
Tiba-tiba saja, pada tahun 2030, Perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi, Canaries Corporation, mengklaim telah membuat mesin VR Full Dive pertama di Dunia. Canaries Corporation, mengklaim jika mesin VR buatan mereka, Ke-I memungkinkan pengguna merasakan kelima indera mereka di dalam realitas virtual.
Selain Ke-I, Canaries Corporation juga menciptakan beberapa game yang dapat dimainkan dengan mesin Ke-I. Salah satunya adalah, MMORPG [Daybreak]. Ketika game ini launching, setiap orang berbondong-bondong membeli mesin Ke-I. Anehnya, harga mesin Ke-I tidak begitu mahal. Itu hanya senilai 50 Juta Rupiah untuk unit paling rendah Ke-I Type Red. Sementara itu, yang terbaik, Ke-I Type Black, dibandrol dengan harga 20 Miliar Rupiah.
Dengan harga seperti itu, tidak menyurutkan minat masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang tua, mereka ingin menjadi bagian dari sejarah, seseorang yang memainkan VR full dive pertama kali.
***
Di kediaman Austin yang damai seperti biasanya. Seorang kurir datang dengan dua paket besar.
Kurir menekan bel dan berteriak keras. "Permisi! Paket!"
Tak perlu menunggu selama beberapa saat, pintu rumah terbuka. Seorang gadis remaja(?) mengenakan kaos putih oversize dan celana pendek muncul.
"Iya, tunggu sebentar," ucap gadis itu sambil menuju gerbang pagar.
Membuka kunci pagar, gadis itu keluar dan segera bertanya pada kurir itu. "Atas nama siapa, ya?"
Namun, kurir itu tidak bisa berkata-kata. Matanya diambil sepenuhnya pada gadis itu. Kulit putih terawat, mata bulat besar dipadukan dengan alisnya yang cukup tebal. Rambut hitamnya tergerai lurus sampai bahu. Bibir merah mudanya terlihat seperti buah peach yang siap dimakan kapan saja. Pipinya yang berisi juga membuat siapapun ingin menyentuhnya.
Merasakan tatapan kurir, gadis itu mengerutkan kening. "Permisi. Atas nama siapa paket ini?" Gadis itu kembali bertanya dengan nada yang lebih kuat.
Kurir itu kembali ke kenyataan begitu mendengar suara tidak senang gadis itu. "Ah, atas nama Feyn Austin," ucap kurir dengan canggung. Dia terlihat sangat gelisah.
"Feyn? Jarang sekali," gumam gadis itu.
Saat itu, seorang pria yang usianya tidak berbeda jauh dari gadis itu, keluar dari dalam rumah.
"Alice, apakah itu paket-ku?" tanya pria itu.
Gadis itu, Alice, berbalik dan mengangguk. "Ya."
Pria itu mendekati Alice dan kurir di depan. Dia kemudian berbicara dengan si kurir. "Mas, tolong pindahkan ke dalam, ya."
"Baik. Tunggu sebentar ya, Mas!" Kurir itu pergi ke mobil untuk meminta bantuan rekannya.
"Jika begitu, aku akan ke kamarku dulu, Feyn." Alice segera kembali dalam rumah setelah dia mengatakan itu.
"Ya, " balas Feyn singkat.
***
"Hmm, apakah ini Ke-I yang kamu ciptakan?"
Di ruangan kosong, Alice, memandang mesin Ke-I yang baru datang dengan mata menyipit. Dia memperhatikan setiap detail dan sisi dari mesin Ke-I.
__ADS_1
"Aku hanya menyerahkan cetak biru kepada Canaries Corporation. Aku sendiri tidak menyangka mereka akan membuat mesin ini begitu cepat." Feyn di belakang menjawab pertanyaan Alice.
Alice puas dengan melihat-lihat Ke-I, berbalik. Dia berjalan ke samping Feyn. "Aku tidak tahu sihir bisa digunakan untuk hal seperti ini."
"Ini bukan sihir …." Feyn memegangi kepalanya terlihat cukup tertekan.
"Begitu? Jadi, bisakah aku memainkan game sekarang?" Alice dengan acuh bertanya pada Feyn.
Feyn, balas dengan anggukan kecil. "Tentu. Namun, lepaskan pakaian lebih dulu."
Ketika mendengar omongan Feyn, Alice menutupi seluruh tubuhnya dengan tangan. Dia memandang Feyn dengan tatapan menghina.
Merasa bahwa penjelasannya kurang detail, Feyn menambahkan penjelasannya. "Ketika proses pembuatan character, akan dilakukan scanning untuk membuat replika tubuh asli. Jadi, agar hasilnya maksimal, lebih baik tidak mengenakan sehelai pakaian sama sekali saat proses scanning."
Alice merasa penjelasan Feyn masuk akal. Namun, dia juga merasakan Feyn memiliki niat tersembunyi.
Frustasi karena dicurigai, Feyn berbicara. "Aku sudah sering melihatmu tanpa pakaian, lalu apa yang membuatmu begitu malu?"
Atas kata-katanya sendiri, Feyn menerima sebuah pukulan telak di ulu hatinya.
"Ugh." Tubuh Feyn melengkung 90°. Feyn merasa, isi perutnya hampir keluar semua.
Alice, memandang Feyn dengan raut wajah marah dan pipinya memerah. Alice, meninggalkan Feyn yang kesakitan, mulai berbalik dan menanggalkan pakaiannya satu persatu. Ketika satu persatu pakaiannya dilepas, kulit putih Alice terekspos. Selain itu, tubuhnya yang sangat indah, dengan perut tanpa adanya lemak sama sekali, bisa terlihat.
Tanpa menunggu lama, Alice segera masuk ke dalam Ke-I dan menutupnya. Kemudian, Ke-I mulai beroperasi.
Masuk ke dalam mesin Ke-I, Feyn mulai mengoperasikan mesin. Saat mesin sudah mulai beroperasi, sebuah suara A.I bisa terdengar bersamaan dengan hologram yang berisikan daftar game yang bisa dimainkan.
Feyn memilih Daybreak, game VRMMORPG yang sedang booming. Menurut data, sudah ada lebih dari 500 Juta Player yang mendaftar bahkan sebelum game-nya rilis.
Ketika cahaya warna-warni mengaburkan pandangannya, Feyn tiba-tiba saja dipindahkan ke sebuah ruangan putih polos.
[Selamat datang di Dunia Daybreak, Penjelajah.]
[Ingin melakukan scanning tubuh asli?]
Suara A.I datang entah dari mana. Pada bagian ini, Feyn merasa sangat disayangkan tidak ada karakter pemandu seperti Peri, Malaikat, atau Dewi.
Mengesampingkan pikiran bodohnya, Feyn menjawab pertanyaan A.I. "Ya."
[Melakukan scanning pada tubuh asli.]
Saat itu, sebuah hologram muncul di depan Feyn. Awalnya hanya siluet tubuh manusia kosong. Namun, itu perlahan-lahan membentuk siluet Feyn. Mulai dari bentuk wajah, otot tubuh, dan tinggi badannya. Itu sama persis.
[Scanning selesai. Apakah anda ingin melakukan editing?]
__ADS_1
Ketika selesai, itu adalah sosok pria dengan mata sedikit tenang, tetapi memiliki tatapan yang dalam. Rambut hitam sedikit ikal, tubuh yang tidak kurus dan sedikit berotot. Tingginya mungkin sekitar 182 cm. Wajahnya … bibir sedikit tebal, hidung mancung dan alis tebal. 10 dari 10 wanita mungkin akan menoleh ketika berpapasan dengannya di jalan.
Feyn sedikit melakukan editing pada bagian mata. Dia mengubah warna matanya menjadi ungu muda. Kemudian, dia mengubah rambutnya menjadi lurus dengan potongan undercut. Selain itu, tidak ada hal lain yang diubah.
"Selesai."
[Menyimpan data.]
[Sekarang, masuk ke pembuatan character.]
[Silahkan tentukan nama Anda.]
Tanpa pikir panjang, Feyn segera memasukkan namanya. "Feyn."
[Memeriksa nama yang sama … tersedia.]
[Nama terdaftar.]
[Selanjutnya, silahkan tentukan Kota Awal Anda.]
Berikutnya, 10 nama Kota yang ada di Game Daybreak muncul. Ketika Feyn menekan nama Kota, penjelasan lengkap tentang Kota muncul. Feyn, yang sudah menentukan di Kota mana dia akan bermain, segera memilih.
[Anda memilih Kota Aman.]
[Pilih senjata awal Anda.]
Selanjutnya, puluhan senjata muncul melayang-layang di sekitar Feyn. Mulai dari kipas, halberd, ataupun pedang panjang. Feyn sedikit dilema untuk sementara waktu. Dia bimbang di antara 3 senjata. Halberd, Gladius, atau. Jian. Ketiganya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena itu, Feyn semakin dilema dalam memilih senjatanya.
Setelah berpikir cukup lama, Feyn akhirnya memutuskan. Dia mengulurkan tangannya dan memilih Jian Sword. Meraih Jian Sword, Feyn mulai menariknya dan mengayunkan pedang itu beberapa kali untuk memeriksa beratnya.
"Oh," seruan kecil keluar dari bibirnya ketika dia terkejut dengan seberapa baik senjata yang ada di tangannya.
[Apakah anda akan mendaftarkan Jian Sword, sebagai senjata awal Anda?]
Tanpa keraguan, Feyn mengangguk. "Ya."
Kemudian, sampailah Feyn pada tahap terakhir.
[Apakah anda ingin mengikuti tutorial? Jika anda menolak, anda tidak akan mendapatkan hadiah awal.]
Itu sama saja dengan paksa menyuruh seseorang untuk mengikuti tutorial dengan paksa. Mau tidak mau, Feyn harus menjalankan tutorial.
"Aku akan."
[Pindah ke tempat tutorial.]
__ADS_1
Feyn ditelan oleh cahaya putih yang menyilaukan sebelum dipindahkan dari lobby pembuatan character ke tempat tutorial.