
Sistem di Daybreak cukup aneh. Player tidak harus memilih Class di awal. Mereka diizinkan untuk mencoba dan mempelajari setiap Class lebih dulu. Tujuannya, agar tidak ada Player yang berhenti di tengah jalan karena menyesal memilih Class.
Kemudian, ada 7 Tower Class di setiap Kota. Tower ini merupakan tempat player mengambil Class mereka. Ketujuh Class itu adalah, Black Mage, White Mage, Fighter, Guardian, Hunter, Crafter. Mereka semua memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing seperti game RPG pada umumnya. Karena itu, tergantung dari playernya memanfaatkan keunggulan dari Class mereka.
Feyn dan Alice datang ke Tower Class: Fighter. Fighter memiliki keunggulan dalam pertarungan jarak dekat. Namun, sangat lemah dalam pertarungan jarak jauh dan kurang dalam serangan area luas. Namun, itu sama sekali bukan masalah untuk Feyn dan Alice.
Sesampainya di Tower Class: Fighter, mereka tidak melihat banyak player lain. Mungkin, karena sudah hari kelima, tidak ada orang lain selain mereka yang belum berganti Class.
Seorang wanita resepsionis tersenyum ke arah keduanya. "Selamat datang. Apa yang kalian butuhkan?" tanya wanita resepsionis itu ramah.
"Kami ingin menjadi Fighter."
"Apakah menjadi fighter? Silahkan tunggu sebentar." Resepsionis itu berbalik dan mencari sesuatu di rak yang ada di belakangnya.
Feyn dan Alice menunggu sambil melihat ke sekeliling. Meskipun sudah hari kelima dan tidak ada orang lain selain mereka yang baru mengambil class, nyatanya, cukup banyak player lain di sini. Mungkin, mereka mengambil quest yang ada.
Resepsionis kembali membawa dua scroll. Dia kemudian menyerahkannya pada Feyn dan Alice. "Silahkan robek scroll ini."
Feyn dan Alice, tanpa ragu-ragu menerima scroll dan merobeknya menjadi dua bagian.
[Class Anda berubah menjadi Fighter.]
[Anda mendapatkan skill: Swordsmanship.]
[Strength Anda meningkat 2.]
[Agility Anda meningkat 2.]
[Vitality Anda meningkat 2.]
[Swordsmanship(pasif)
Rank: Commons
Level: 1(0%)
Meningkatkan damage menggunakan pedang.
]
[Nama: Feyn Austin (Human).
Level: 1 (Exp: 0/100)
Class: Fighter
Title: Natural Fighter, Devil Battlefield, Unnamed Hero, Never Give Up.
Status:
HP: 50/50
MP: 25/25
Strength: 17 Vitality: 27 Endurance: 10 Agility: 27 Intelligence: 5 Spirit: 10
SP: 0
__ADS_1
Skill: Swordsmanship(Lv.1)
]
Feyn menatap statusnya dengan wajah puas. Poin statusnya jauh di atas player rata-rata, terutama, vitality dan agility. Poin strength-nya juga lebih dari cukup untuk membunuh player assasin level 10.
"Kalian bisa memilih 3 skill di perpustakaan Guild, di lantai 2." Resepsionis menarik kembali perhatian Feyn dan Alice dari statusnya.
Feyn dan Alice berhenti menatap statusnya dan berterima kasih kepada resepsionis wanita itu.
"Tentu, terima kasih."
"Terima kasih."
Resepsionis itu mengantarkan Feyn dan Alice dengan senyum ramahnya.
Feyn dan Alice pindah ke lantai dua. Di sana, ratusan rak buku berjejer berisikan buku-buku dan scroll. Feyn bisa melihat beberapa player yang sedang membaca buku. Kemungkinan, mereka adalah orang-orang yang menyukai cerita atau sejarah.
Feyn dan Alice berjalan ke lorong dengan tulisan [Scroll skill Fighter]. Keduanya mulai membaca satu persatu skill yang ada pada fighter untuk menemukan gaya bertarung yang cocok dengan mereka. Namun, karena mereka sudah menenangkan masing-masing gaya bertarung masing-masing, Feyn dan Alice memilih komposisi skill dengan relatif cepat.
Feyn mulai merobek satu persatu scroll skill yang dipilihnya.
[Anda mendapatkan skill: Twin Slash.]
[Slash(Aktif)
Rank: Commons
Level: 1(0%)
Cooldown: 5s
MP cost: 3
]
[Anda mendapatkan skill: Dual Sword Mastery.]
[Dual Sword Mastery(pasif)
Rank: Commons
Level: 1(0%)
Membuat karakter mampu menggunakan pedang 2 tangan di masing-masing tangan.
]
[Anda mendapat skill: Dual Sword Control.]
[Dual Sword Control(pasif)
Rank: Commons
Level: 1(0%)
Meningkatkan attack speed dan damage saat menggunakan Dual Sword.
__ADS_1
]
Selesai memilih skillnya, Feyn berbalik ke Alice. "Apakah kamu sudah selesai, Alice?" tanya Feyn.
Alice berhenti menatap layar statusnya dan ikut mengangguk. "Ya, aku sudah selesai."
"Jika begitu, ingin pergi grinding?"
"Oke."
Jadi, keduanya, untuk pertama kalinya, akhirnya akan pergi untuk grinding.
***
Feyn dan Alice berjalan semakin jauh dari Kota. Mereka masuk ke dalam Hutan lebih jauh. Feyn dan Alice awalnya ingin grinding di tempat spawn level awal. Namun, terlalu banyak player lain sehingga tidak efektif. Karena itu, Feyn dan Alice memutuskan untuk grinding di tempat Monster dengan level lebih tinggi.
Feyn dan Alice berhenti ketika mereka memasuki kawasan Hutan dengan pohon yang terlihat seperti pohon maple dengan daun merah cerah. Feyn dan Alice memutuskan untuk melakukan grinding di tempat ini karena, jarak antara pohon cukup lebar sehingga Alice tidak khawatir ketika mengayunkan sabit besarnya.
Baru saja mereka berjalan selama beberapa menit, mereka sudah bertemu dengan beruang besar dengan tanduk seperti banteng di dahinya. Feyn dan Alice segera mengambil posisi bersiap bertarung.
Beruang yang juga melihat Feyn dan Alice, tanpa ragu berlari ke arah keduanya. Beruang itu dengan cepat menutup jarak dengan Feyn dan Alice. Kecepatannya itu cukup mengejutkan ketika melihat ukuran tubuhnya yang begitu besar.
Alice bersiap untuk menyambut datangnya beruang. Dia mengayunkan sabitnya ke arah leher Beruang.
Clank!
"!" Alice sedikit terdorong mundur karena strength mereka berbeda cukup jauh.
Serangan Alice sedikit menghambat Beruang itu. Feyn, yang sudah bersiap dengan pedangnya, segera melakukan serangan ke perut beruang itu.
-15 -15 -15 -15 -16.
Serangan combo yang cepat dari Feyn mengikis HP Beruang perlahan tapi pasti. Beruang yang kesal, mengayunkan cakarnya ke arah Feyn. Feyn, dengan agility yang lebih tinggi, melangkah mundur satu langkah, sebelum dia masuk kembali dan sekali lagi menyerang. Kali ini, tujuannya adalah dagu Beruang itu. Feyn memutar pedangnya dan memukul dagu beruang dengan gagang pedangnya.
Beruang itu jatuh ke keadaan linglung sesaat. Jadi, Feyn dan Alice melakukan serangan gunting dari kanan dan kiri beruang.
Sabit Alice dilapisi dengan aura mereka yang tidak menyenangkan. "."
Sstt.
HP Beruang menjadi kosong dan berubah menjadi berkas cahaya begitu pedang dan sabit melewati tubuhnya. Monster dengan level 7, dikalahkan hanya dalam waktu 3 menit. Setiap orang pasti akan terkejut ketika mereka tahu itu.
[Anda mengalahkan Red Bear(Lv.7).]
[Anda mendapatkan 80 EXP.]
[Karena perbedaan level, EXP ditingkatkan 500%.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
[Anda naik level.]
Pesan-pesan terus muncul ketika beruang itu mati. Level Feyn dan Alice meningkat dengan gila. Keduanya naik dari level 1 ke level 3 hanya dalam sekali jalan. Ini mungkin kenaikan level paling cepat yang pernah ada.
Feyn dan Alice sama sekali tidak memikirkan tentang hal itu. Mereka terus berburu selama satu hari penuh di Redleaf Forest sampai jam log out mereka.
__ADS_1