Last Human Return: Daybreak

Last Human Return: Daybreak
Bab 13 - Boss Raid


__ADS_3

Saat itu, serigala mulai berlari ke arah Feyn dan Alice. Feyn dan Alice memutuskan untuk bertahan alih-alih menyerang.


Clank!


Feyn menepis cakar serigala. Tidak berhenti di sana, dia bahkan menahan serangan serigala lain. Kemudian, dia menusuk setiap serigala yang membuka mulutnya. Serigala itu mati dalam satu serangan.


Alice, di sisi lain, melakukan ayunan besar di awal. Dia menebas semua serigala yang berlari ke arahnya. Namun, gelombang dua segera datang. Alice, memutar sabitnya dengan lihai, kemudian, kembali mengayunkan sabitnya dari bawah ke atas. Namun, Alice masih belum bisa membunuh Nail Wolf dengan satu serangan. Jadi, dia membutuhkan waktu yang lebih lama daripada Feyn.


"Alice, aku akan menerobos. Jadi, cari posisi yang tepat." Feyn memberitahu Alice tentang rencananya.


Alice tidak menjawab. Dia terlalu sibuk dengan Nail Wolf yang tidak ada habisnya. Namun, Feyn menganggap jika Alice paham. Jadi, menguatkan cengkraman pada pedangnya, Feyn menendang tanah dan mulai berlari.


"!" Pedang yang diselimuti oleh magic power hitam, menebas 2 serigala sekaligus.


Saat itu, salah satu serigala mencoba menyerang Feyn dari udara. Tujuannya adalah kepala Feyn. Feyn yang melihat itu segera melompat menghindar.


Bam!


Tanah retak karena hantaman dari serigala yang menyerang Feyn itu. Serigala itu mencoba untuk berbalik mengejar Feyn. Namun, pedang Feyn sudah berada di hadapannya tepat ketika serigala berbalik.


Jleb!


Serigala berubah menjadi cahaya begitu saja ketika pedang Feyn menembusnya. Feyn benar-benar mendominasi medan perang. Dia bergerak seperti kupu-kupu yang menari di ladang bunga. Sementara menebas musuh dengan begitu kejam dan tanpa ampun.


Alice, di sisi lain, yang mundur teratur, mulai terpojok di dinding. Namun, Alice sengaja, bukan karena dia dipojokkan. Ini untuk menghindari serangan dari titik buta.


Serigala mencoba menggigit Alice dari samping. Alice dengan santai, menahannya dengan gagang sabitnya.


"Kek!"


Serigala itu tersedak. Alice, segera membanting serigala itu ke tanah. Kemudian, dia menyerang serigala lain yang mencoba untuk menyerang dari kiri dan depan.


"!"


Bang!

__ADS_1


Ledakan yang begitu kuat tercipta ketika sabit Alice mengenai 5 serigala, membunuh mereka segera.


Feyn dan Alice dengan mudah membantai 50 Nail Wolf tanpa menggunakan skill secara berlebihan. MP mereka masih tersisa cukup banyak. Jadi, tidak akan ada masalah seperti saat melawan Mobiworm.


Melihat anak buahnya mati. Mata Nail Wolf Boss menjadi merah. Dia menatap Feyn dan Alice dengan kesal. Memamerkan taringnya, dia menggeram.


"Rrr. Roaaaa!"


[Karena perbedaan level, Anda jatuh dalam keadaan: Fear.]


Feyn tidak bisa bergerak begitu dia mendengar teriakan Nail Wolf. Feyn mengerutkan kening. Skill ini sama sekali tidak bisa dihindari. Ini terlalu imba.


"Alice, tolong lindungi aku! Aku tidak bisa bergerak!" Feyn berteriak ketika dia melihat Nail Wolf Boss bersiap untuk menyerangnya.


Benar saja. Target Nail Wolf boss adalah Feyn. Dia menendang tanah dan dengan kecepatan yang tidak masuk akal, dia sampai di depan Feyn.


Clank!


Suara yang begitu keras menggema di tempat itu ketika cakar besar Boss ditahan oleh Alice.


Boss, mencoba untuk menelan Alice yang masih belum mendapatkan kembali posturnya. Tidak mungkin untuk menahannya. Jadi, Alice dengan sekuat tenaga berusaha menghindari serangan dengan melakukan roll samping.


Krauk!


Suara yang begitu keras menggema ketika Boss menutup mulutnya mencoba untuk menelan Alice. Feyn dan Alice meneguk air liur. Suaranya begitu kuat. Jika mereka dimakan, mereka mati saat itu juga.


Serigala itu menatap Alice. Dia kembali berlari dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Serangan kali ini tidak mungkin dihindari. Jadi, Alice mencoba sebaik mungkin untuk menahannya.


"!" Alice mengayunkan sabitnya ke arah Boss.


Namun, karena posisinya yang tidak sempurna, Boss bisa dengan mudah menghindari serangan Alice. Dia mengayunkan cakarnya ke arah Alice.


"Ah!" Alice terpental begitu saja ketika cakar Boss menghantamnya. Tubuh Alice terpaku di dinding. Baru HP berkurang 80% sekali terkena serangan.


Ketika Boss mencoba untuk menyerang Alice untuk membunuhnya, tiba-tiba saja, rasa sakit yang begitu kuat dirasakan dari kakinya.

__ADS_1


"." Feyn yang sudah pulih, bergerak dengan kecepatan luar biasa, menebas kaki Boss. Feyn bergerak dengan sangat cepat sehingga Demonic Slash-nya terlihat seperti tidak memiliki cooldown menebas keempat kaki Boss.


"Awooo!" Boss melolong kesakitan. Dia menatap Feyn dengan marah. Dia mencoba menendang Feyn dengan kaki belakangnya.


Feyn yang melihat itu, dengan tenang mengayunkan pedangnya ke arah cakar.


Clank!


"!" Boss terkejut ketika kakinya terdorong mundur membuat Boss kehilangan keseimbangan.


Feyn, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera melakukan serangan combo-nya. Melakukan tusukan dan tebasan dengan kecepatan tinggi, Feyn menyerang hanya satu titik sehingga memberikan luka kritikal dan mengikis HP Boss dengan sangat cepat.


Boss mencoba untuk bangun. Namun, kejadian yang begitu dejavu terjadi. Tiba-tiba saja, sesuatu menghantam kepala Boss dengan begitu keras.


Bam! Splash!


HP Boss yang tersisa 10% dengan cepat menghilang begitu saja ketika kepala dan tubuhnya terpisah oleh sabit hitam legam. Pemilik sabit itu, Alice berdiri di atas mayat serigala dengan wajah dingin.


"Serigala brengsek. Berani sekali kamu membuatku kesakitan?" Alice, bergumam pelan. Suaranya terdengar begitu dingin. Jika itu orang lain, mereka mungkin akan ketakutan mendengarnya karena niat membunuh yang luar biasa.


"Hey! Kamu mencuri last hit-ku!" Namun, bagi Feyn, tingkah Alice saat ini tidak termaafkan sama sekali.


Alice memandang Feyn dengan tatapan kesal. "Itu hanya serangan terakhir. Exp yang diberikan masih sama."


Namun, sikap Alice membuat Feyn kesal. "Ada apa dengan sikap sombongmu itu? Apakah kepalamu terbentur begitu keras sehingga melupakan apa yang sudah kuajarkan?"


Alice yang ditatap oleh mata ungu Feyn merasakan intimidasi yang sudah lama tidak dirasakannya. Ini sangat jauh dari semua Monster Boss yang ada di dalam game. Niat membunuh yang begitu nyata dan menakutkan.


Alice mengalihkan pandangannya dari Feyn. "A-Aku hanya sedikit kesal, kamu tahu? Itu cukup sakit menabrak dinding." Alice mencoba untuk berbuat alasan sambil berusaha bersikap setenang mungkin.


Alice benar-benar ngeri sekarang. Namun, sebagai Vampire Ancestor, Alice memiliki harga diri untuk tidak meminta maaf secara langsung. Bahkan jika itu kepada Feyn. Tentu saja, kecuali, nyawanya ada di ujung tanduk, Alice akan bersujud bahkan jika itu diperlukan.


Feyn menatap Alice selama beberapa saat. Sebelum akhirnya dia menjadi tenang dan mengambil nafas. "Yah, seperti yang kamu bilang. Itu hanya last hit. Namun, jangan harap malam ini kamu bisa tidur." Mengatakan itu, Feyn mulai mengambil item drop yang ada di tanah.


Alice menghela nafas lega. Hukuman yang Feyn berikan sama sekali tidak membuat Alice takut atau apapun. Karena, dia sudah terbiasa dengan itu entah siang atau malam hari.

__ADS_1


__ADS_2