
Feyn dan Alice keesokan harinya berencana berburu seharian penuh di Tambang Mobius. Tambang tersebut merupakan tambang yang ditempati oleh Kobolds dan Mobiworm. Level yang disarankan untuk grinding di tempat ini adalah, party 6 orang yang terdiri dari player level 15.
Feyn dan Alice nekat datang ke tempat ini karena mereka membutuhkan uang demi melunasi hutang 2000 zenny untuk equipment mereka.
"!" Alice dengan leluasa membunuh dua Kobolds yang sudah sekarat karena serangan Feyn.
Dengan status sudah mencapai dua digit dan Soul Slash yang mengabaikan pertahan sebanyak 10%, Alice bisa dengan mudah menghapus 50 HP dari Kobolds yang berada di level 12-14.
Kobolds menjatuhkan item drop ketika mereka berubah menjadi cahaya terang. Feyn dan Alice mulai mengumpulkan item drop di tanah.
"Feyn, apa yang akan kamu lakukan pada tikus-tikus itu?" Alice berbisik kepada Feyn.
Tikus yang Alice maksud adalah, lima orang yang sudah mengikuti mereka dari awal kota sampai ke sini. Alice berpura-pura tidak sadar. Namun, tidak nyaman merasakan tatapan yang begitu intens dari Goblin. Jika bisa, Alice ingin membunuh mereka semua sekarang juga.
Feyn melirik ke arah para tikus. Mereka adalah, lima orang yang kemarin bertabrakan dengan Feyn. Menurut ingatan Feyn, mereka berasal dari Guild Scavenger.
"Ayo tunggu sebentar lagi."
Jika ingin menyelesaikan sesuatu dengan sempurna. Kesabaran adalah hal yang perlu dikedepankan. Itulah prinsip Feyn.
***
"Pemimpin, bukankah ini waktunya kita untuk membunuh mereka?" Hunter dari Party yang mengikuti Feyn dan Alice, memberikan saran kepada pemimpinnya.
Saat ini, mereka sedang mengawasi pertarungan anta Feyn dan Mobiworm, seekor cacing tanah dengan mulut yang penuh dengan gigi. Ukurannya sangat besar, mungkin sekitar 3 meter memberikan rasa trauma bagi sebagian orang. Level yang disarankan untuk membunuh Monster itu adalah, Party 15 orang. Sementara itu, Feyn dan Alice dengan equipment pemula, mencoba untuk bunuh diri.
Pemimpin itu mengangguk. Tidak ada waktu yang lebih baik daripada ini untuk membunuh keduanya.
"Gool, serang Alice. Sementara Kana, serang Feyn. Lakukan dengan kekuatan penuh."
Gool, seorang Hunter, tersenyum lebar dan mempersiapkan anak panahnya. "Sayang sekali, padahal aku tidak suka menyakiti gadis cantik."
Kana, seorang wanita Mage, juga bersiap dengan mantranya. Dia menargetkan ke arah Feyn.
Pemimpin itu menunggu. Dia tidak secara sembarangan menyuruh keduanya menyerang. Melihat bagaimana mereka membantai Kobolds tanpa ampun, pemimpin itu yakin jika keduanya memiliki kemampuan setidaknya.
Kemudian, ketika celah muncul, pemimpin itu berteriak. "Tembak!"
"."
"!"
Satu anak panah dan satu tombak api terbang ke arah Feyn dan Alice. Itu mengincar tepat di kepala mereka dari titik buta. Mustahil untuk menghindari serangan tersebut.
… Namun, Feyn dan Alice sama sekali tidak terikat dengan akal sehat. Mereka tiba-tiba saja berbalik dan menahan serangan dari Gool dan Kana.
__ADS_1
Clank! Clank!
"Apa!?"
Party Guild Scavenger terkejut dengan apa yang mereka lihat. Feyn dan Alice, seolah tahu bahwa serangan akan datang, berbalik tepat sebelum serangan mengenai mereka. Apalagi, mereka menahan serangan itu dengan begitu mudah.
Feyn menyeringai ke arah Party Scavenger. "Kita bertemu lagi~. Sambutan yang begitu hangat. Aku harus membalasnya benar?"
Feyn bersiap dan menendang tanah. Dia berlari ke arah party itu langsung.
"Kana! Gool! Serang dia!" Pemimpin, memberikan perintahnya.
"!"
"!"
Kali ini, dua serangan mengarah ke Feyn. Namun, serangan yang ada di depan matanya, tidak mungkin Feyn bisa terkena. Feyn hanya perlu memiringkan kepalanya sedikit untuk menghindari anak panah. Sementara untuk fireball, Feyn bisa dengan mudah melewatinya karena serangannya yang sangat lambat.
"Pemimpin, Alice membawa cacing besar itu!" Healer, menunjuk ke arah Alice dan berteriak dengan histeris.
Alice berlari sedikit di belakang Feyn menarik agro dari Mobiworm. Dia berlari ke arah party Scavenger.
Melihat itu, Leader memiliki wajah kaku. Dia segera memerintahkan Guardian untuk berdiri di depannya menahan serangan ketiganya.
"Bison! Tahan mereka!"
"Jika begitu, tahan salah satu dari mereka! Aku akan membunuh bajingan itu dulu!" Leader itu segera menarik pedangnya. Dia menatap marah ke arah Feyn.
Feyn melihat pemimpin yang memegang pedang bajingan di tangannya. Jika Feyn bisa menebak, orang ini berfokus pada Strength. Jadi, Feyn bisa gawat jika terkena serangan dari pria itu satu kali saja.
"Jika begitu, aku hanya perlu tidak terkena." Feyn tersenyum dan mempercepat akselerasi.
Pemimpin, menatap Feyn. Dia kemudian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan mengayunkannya ke arah Feyn meskipun jaraknya masih cukup jauh.
"!"
Krak! Krak!
Ketika diayunkan, aura pedang yang sangat kuat sampai bisa menghancurkan tanah, langsung menuju ke arah Feyn dengan cepat.
Namun, Feyn tidak terkejut. Gerakan pembuka dari pemimpin terlalu jelas sehingga Feyn bisa menabrak arah serangannya. Dia menghindari serangannya tanpa mengurangi kecepatannya.
"!" Pemimpin itu terkejut dengan gerakan aneh Feyn. Keterkejutannya itu membuatnya terlambat untuk menyadari Feyn sudah sampai di depannya.
Feyn menusukkan Jian Sword lurus ke leher pria itu. Dengan terburu-buru, pemimpin, mencoba untuk menahan serangan Feyn. Dia menarik pedangnya dan meletakkannya di jalur pedang Feyn.
__ADS_1
Clank!
Ketika pedang beradu, pemimpin terkejut karena dialah yang terdorong mundur. Tentu saja dia tidak dalam posisi sempurna untuk menahan serangan Feyn. Namun, perbedaan status seharusnya cukup untuk menutupinya. Hanya ada satu yang menjelaskan fenomena aneh itu.
"Apakah kamu baru sadar?" Feyn menyeringai dan menebaskan pedangnya ke jantungnya.
Jleb!
HP pemimpin berkurang dengan sangat banyak hanya dalam satu serangan itu. Mata pemimpin itu terbelalak melihat damage yang dihasilkan Feyn.
"Healer! Cepat sembuhkan--"
"Apakah kamu benar-benar berpikir aku akan membiarkannya?"
Kemudian, Feyn langsung menebas dengan tusukan beruntun. Pemimpin mencoba sebisa mungkin untuk menahan serangan Feyn. Dia hanya bisa pasrah melihat HP mendekati nol.
Feyn mengakhiri pertarungan tidak seimbang itu, dengan tebasan ke arah mata pemimpin.
"!" Pemandangan ketika pedang menancap di matanya, membuat pemimpin itu buang air di celananya. Itu sangat menakutkan.
Jleb!
Pemimpin berubah menjadi cahaya dan menghilang begitu saja dan menjatuhkan koin emas dan juga jubah yang dikenakannya.
Feyn mengalihkan pandangannya ke arah Alice.
"Gyaaa! Monster! Gadis ini malaikat maut!" teriakan Healer bergema di ruangan itu sebelum dia mati begitu saja ketika sabit Alice menebas lehernya.
Sekarang, yang tersisa tinggal Mobiworm. Jadi, Feyn berlari dan bergabung dengan Alice.
"Apakah kamu masih memiliki MP?" Feyn berdiri di samping Alice.
Alice menggelengkan kepalanya tanda jika negatif. "Tidak. Hanya ada 3 MP yang tersisa."
Sekarang situasinya sangat genting. Feyn tidak memiliki skill menyerang sama sekali. Sementara itu, Alice tidak memiliki MP yang tersisa.
"Hah … jika begitu, tidak ada pilihan lain." Feyn berbicara dengan nada penuh penyesalan.
Alice menatap Feyn dengan tatapan bingung. "Apa? Apakah kamu ada--" belum selesai Alice berbicara, Feyn tiba-tiba saja berbalik.
"Sekarang, kita kabur, Alice!" teriak Feyn dan mulai berlari kabur.
"Hah?" Alice membeku sesaat. Otaknya tidak dapat memproses kejadian yang tiba-tiba.
"Wraaaa!" Teriakan Mobiworm menyadarkan Alice.
__ADS_1
"Oh! Feyn, tunggu!" Alice berlari mengejar Feyn dengan wajah biru.
Bahkan untuk seorang Vampire Ancestor, cacing yang panjangnya 3 meter masihlah menakutkan dan memberikan mimpi buruk.