
"Aku menjual Anak Panah ini seharga 20 Zenny, belilah!"
"Aku menjual potion hp, murah-murah!"
"2 item untuk 40 zenny, ayo beli! Ayo beli!"
Para Players menjajakan barang dagangannya dengan penuh semangat mencoba untuk menggaet para pelanggan. Tempat yang Feyn kunjungi kali ini adalah, pasar. Tempat NPC dan Player berdagang.
Hari ini, Feyn datang sendirian. Alice tidak ikut karena dia ingin melakukan perawatan kecantikan. Feyn tidak masalah dengan itu. Lagipula, hari ini, tidak akan ada grinding. Selain itu, Feyn menyukai Alice yang menjadi semakin cantik.
Sambil memikirkan hal-hal bodoh, Feyn berjalan mencari kios-kios yang menarik atau memiliki skill yang cukup untuk memenuhi permintaannya. Level Feyn dan Alice sudah di level 5. Yang kurang dari mereka adalah equipment. Karena itu, Feyn ingin senjata yang terbaik untuk mereka.
Saat itu, Feyn menemukan salah satu kios yang menjual pedang. Namun, anehnya toko itu sepi tidak ada pelanggan sama sekali. Yang menarik perhatian Feyn adalah, seorang pria kecil dengan janggut putih dan otot-otot besar yang tidak sesuai dengan tinggi badannya. Pria itu tidak peduli dengan kondisi lapaknya yang sepi, dia terus menempa pedang di sana. Suara tempaan dari pria itu membuat Feyn merasa nyaman. Tanpa sadar, Feyn sudah duduk di depan kios dan menonton pembuatan pedang dari pria itu.
30 menit kemudian, pria itu akhirnya selesai dengan pembuatan pedangnya. Dia memeriksa setiap sisi pedangnya untuk melihat apakah kecacatan sudah terjadi. Namun, tidak peduli dari sisi mana kamu melihatnya, itu sempurna dan merupakan pedang yang indah.
"Apakah kamu salah satu dari keluarga Mitsukawa?" Seseorang berbicara dari sisi pria kerdil itu, mengejutkannya.
"Ap- Apa!? Siapa kamu!?" Pria kerdil itu melompat dan terkejut ketika melihat Feyn.
Feyn hanya tersenyum ke arah pria kerdil itu. "Aku pembeli."
Pria kerdil itu mengerutkan kening menatap curiga ke arah Feyn.
"Bukan itu maksudku. Bagaimana kamu tahu keluargaku?" Pria itu bertanya tanpa menyadari jika dia sudah membocorkan identitasnya sendiri.
"Tanda merah pada pedang. Itu adalah tanda dari keluarga Mitsukawa, apakah aku salah?" Feyn menjelaskan dengan begitu percaya diri.
Pria kerdil itu membelalakkan matanya. Keluarga Mitsukawa tidak terlalu banyak dikenal. Hanya kalangan kelas atas saja yang mengetahui tentang itu. Identitas Feyn membuat pria kerdil menjadi penasaran.
__ADS_1
Feyn bisa menebak apa yang di pikiran pria kerdil itu. Namun, Feyn sedang dalam urusan lain. "Jadi, bisakah kita masuk ke bisnis utama?"
Meskipun masih belum sepenuhnya percaya, pria kerdil itu mengangguk. "Tentu, katakan."
Ketika pria kerdil itu setuju untuk berbisnis, Feyn segera mengeluarkan beberapa bahan dari dalam inventorynya. Bahan yang Feyn keluarkan adalah, 5 taring beruang, 5 tanduk beruang, dan 4 kulit beruang. Mereka semua adalah item drop dari Red Bear yang Feyn dan Alice kalahkan.
"Aku pikir kamu hanya seorang newbie. Namun, melihatmu memiliki ini, maka, kamu pasti cukup terampil." Pria kerdil itu cukup terkejut dengan item yang Feyn keluarkan. Item dadi Red Bear bukan sesuatu yang banyak di pasar. Jadi, dengan Feyn memiliki item sebanyak itu, pastilah Feyn player yang cukup terampil.
Menyimpan pujian dalam hatinya, pria kerdil itu berbicara lagi. "Jadi, apa yang kamu ingin aku buat dengan ini?"
Feyn mengambil secarik kertas dari inventory dan menyerahkannya kepada pria kerdil itu. "Aku ingin sepasang gladius dan sabit. Spesifikasinya sesuai dengan yang ada di kertas, apakah bahan-bahan ini cukup?"
Pria kerdil itu membaca kertas yang Feyn berikan dan mulai berpikir secara mendalam.
"Hm, aku pikir ini kurang. Berikan aku satu lagi taring dan tulang. Aku pastikan aku akan membuat satu yang lebih baik dari ini, bagaimana itu?" Pria itu bertanya dengan senyuman lebar.
Feyn tanpa pikir panjang segera menyerahkan satu taring dan tanduk Red Bear seolah dia mengeluarkan uang receh. Dia menyerahkannya ke pria tua itu. "Ambil ini. Selain itu, bisakah kamu mencarikan pengrajin kulit yang baik? Jika ya, aku ingin meminta tolong membuatkan benda ini." Feyn sekali memberikan kertas kepada Pria kerdil.
"Jangan salah paham. Hal itu untuk kekasihku." Feyn segera meluruskan kesalahpahaman sebelum menjadi lebih rumit. "Jadi, berapa semuanya?"
"Tunggu sebentar." Pria kerdil itu mulai menghitung menggunakan neraca tradisional. Dia menghitung selama beberapa kali sebelum kembali. Pria kerdil itu mengangkat tiga jarinya. "3000 Zenny. Itu harga total untuk ketiganya."
Feyn mengangguk. Dia tidak terkejut dengan harga yang tidak masuk akal itu. Karena, permintaan Feyn bukan barang sederhana. Feyn menyerahkan 1000 Zenny.
"Aku akan membayar uang muka lebih dulu. Aku harus berburu lagi untuk mendapatkan uang. Apa itu tidak masalah?" tanya Feyn dengan sedikit cemas jika pria kerdil itu menolak penawarannya.
Pria kerdil itu menerima uang dan item dari Feyn. Kemudian, dia segera pergi ke tungku api.
"Kembalilah lagi setelah 2 hari dan ambil equipment-mu nanti," ucapnya tanpa berbalik sama sekali.
__ADS_1
Feyn tersenyum pahit. Namun, Feyn bersyukur pria kerdil itu pria yang masuk akal. Feyn pergi setelah dia menyelesaikan urusannya. Namun, ketika hendak kembali ke penginapan tempatnya menginap untuk log out, Feyn menyadari ada beberapa orang yang mengikutinya. Jumlahnya, mungkin sekitar 5 orang.
Feyn memutuskan untuk beberapa kali melewati jalan memutar. Dia kemudian berhenti di gang yang sangat sepi dan berbalik. Seperti yang diperkirakan di awal, ada 5 orang yang mengikutinya.
Feyn memiringkan kepalanya dan membuka mulutnya. "Jadi, Goblin sekalian, apakah kalian ada urusan denganku?"
Mendengar pertanyaan Feyn, mereka menjadi kesal. Salah satu dari mereka bahkan dengan cepat tersulut emosinya.
"Kamu, berani sekali–" Dia hendak memaki ke arah Feyn. Namun, segera dihentikan oleh seorang pria yang kelihatannya memiliki temperamen yang baik.
Pria yang terlihat seperti pemimpin itu, maju dan tersenyum ke arah Feyn. "Permisi. Apakah kamu Feyn?"
"Benar. Lalu?"
Feyn tidak terkejut dengan kedatangan player random yang mengenal dirinya. Bagaimanapun, videonya dengan cepat menjadi trending. Jadi, pasti ada beberapa player yang mengenalnya.
"Kami dari Guild Scavenger, mengundang kamu untuk bergabung ke Guild–"
"Berapa banyak yang ingin kamu bayar?" tanya Feyn memotong omongan pria itu.
"Maaf?" Pemimpin itu bertanya memastikan jika pendengarannya tidak salah.
"Aku tanya, berapa banyak yang bisa kamu bayar?" tanya Feyn lagi.
Kelima orang itu mengerutkan kening mereka. Sikap Feyn saat ini benar-benar membuat mereka sangat jengkel. Namun, jika bukan karena tujuan mereka merekrut Feyn, mereka pasti akan melompat dan menghajar Feyn.
Melihat mereka tidak menjawab, Feyn segera mengusir mereka. "Jika begitu pergilah. Aku tidak memiliki banyak waktu luang sebanyak kalian para Goblin." Feyn berbalik dan pergi meninggalkan kelima orang tadi.
Sikap Feyn benar-benar membuat kelimanya menjadi marah. Namun, mereka tidak melakukan apapun. Meskipun kesal, mereka masih memiliki logika. Jika mereka melakukan PK di dalam Kota, Ksatria pasti akan datang saat itu juga. Karena itu, mereka menahan penghinaan dari Feyn.
__ADS_1
"Kami akan mengingat ini dan kamu pasti akan menyesal." Pria yang terlihat seperti pemimpin itu pergi ke arah yang berlawanan dari Feyn setelah mengatakan perkataan yang hanya akan dikatakan oleh seseorang yang kalah.