
Feyn dan Alice dengan waspada menatap sosok berjubah hitam misterius. Mereka bersiap untuk serangan kapanpun. Tidak seperti melawan Mobiworm, mereka tidak mungkin untuk lari sekarang. Ini yang dikatakan oleh insting mereka.
Pria berjubah itu turun. Ketika semakin dekat, Feyn menemukan jika tubuh pria berjubah itu sedikit transparan dan tidak memiliki kaki atau wajah. Namun, tekanan yang dihasilkannya lebih membuat Feyn sedikit berkeringat dingin. Itu tekanan yang berasal dari kekuatan kematian.
"Aku Izarel. Seorang Eksekutor dari Dunia Bawah. Aku datang ke sini ketika merasakan adanya jiwa yang tidak kembali ke Dunia Bawah setelah mereka mati." Pria berjubah itu memperkenalkan dirinya dengan suara berat dan serak.
Feyn dan Alice terkejut. Dunia Bawah. Sekarang Feyn dan Alice paham kenapa ada aura kematian yang begitu kuat di sekitar Izarel. Jika dia berasal dari Dunia Bawah, itu wajar.
Feyn menunjuk ke tempat item drop serigala terjatuh dan bertanya. "Jadi, apakah serigala ini yang kamu maksud?"
Izarel mengangguk. "Ya. Karena kebencian dan dendam, membuat mereka tidak bisa pergi ke Dunia Bawah. Namun, sekarang semuanya sudah berakhir. Itu berkat kalian."
Izarel kemudian mengambil sesuatu dari kehampaan. Itu adalah sebuah pedang hitam dengan semburat merah gelap yang terlihat mengerikan dan sebuah token hitam legam dengan tulisan "Kenaikan dan Kematian".
"Terima ini. Ini adalah hadiah untuk kalian." Izarel menyerahkan kedua item itu kepada Feyn dan Alice.
Feyn dan Alice seperti biasa, tanpa malu-malu menerima kedua item tersebut dengan segera. Feyn memandangi kedua item itu dengan air liur di mulutnya hampir meluap.
Feyn menatap Izarel kembali dengan senyum cerah. "Tuan Izarel. Terima kasih banyak! Kami tidak akan melupakan kebaikan Anda! Jika di masa depan kita bertemu lagi, kami akan membantu Anda sebisa mungkin!" Feyn berbicara seperti seorang penjilat yang sangat fasih.
Alice memandang Feyn dengan terkejut. Sangat jarang melihat Feyn begitu menjilat seseorang. Jadi, Alice merasa pemandangan saat ini cukup aneh. Item seperti apa yang diberikan oleh Izarel sampai-sampai Feyn bersikap seperti itu? Alice penasaran.
Izarel mengangguk tak acuh. "Jika begitu, aku harus pergi. Waktuku sudah habis sekarang." Mengatakan itu, Izarel perlahan-lahan mulai menghilang di udara begitu saja.
Ketika Izarel pergi, Feyn langsung berbalik ke arah Alice dengan wajah bersemangat. "Alice! Lihat item-item ini!"
Alice mengerutkan kening. Feyn yang tenang dan tanpa ekspresi, berekspresi seperti itu membuat Alice merasa sedikit tidak nyaman. Alice mulai menilai kedua item yang Izarel berikan.
[Sword of Greed. (Lv.1)
Durability: 200/1000
Rank: Mythic
Peringkat 1 dari 7 seri Pedang Terkutuk. Pedang yang terbuat dari sisik Raja Naga Hitam dan besi suci, Mythril, yang dibuat oleh Blacksmith Legendaris, Olagh. Karena terlalu banyak yang dibunuh oleh pedang ini, membuatnya menjadi pedang terkutuk.
Status:
+ 50 Attack
+ 10% Penetration Chance
+ 2% Magic Damage
Skill:
Limitless: Semakin banyak membunuh, pedang bisa tumbuh tanpa batas.
Transform: Mengubah bentuknya sesuai dengan keinginan pengguna.
Batasan: Hanya bisa digunakan oleh pemilik kontrak.
]
[Token Class: Shinigami
Rank: Epic
Mengubah Class seseorang menjadi Shinigami(Epic Class).
__ADS_1
]
Alice membelalakkan matanya ketika menilai kedua item tersebut. Satu rank mythic item dan satu rank epic item. Alice kehilangan kata-kata memikirkan tentang keseimbangan game.
Alice memandang Feyn dengan kaku. "Ini … serius? Bukankah ini terlalu imba?" Alice bertanya dengan kaku.
Feyn mengangguk dengan senyum pahit. Item ini terlalu luar biasa untuk di level awal. Tidak, bahkan di level tinggi nanti, item ini masih terlalu imba¹. Feyn mempertanyakan pikiran pihak developer mengeluarkan item seperti ini di awal.
"Apakah kamu akan menggunakannya?"
Feyn tanpa ragu mengangguk. "Tentu saja. Aku pedang dan kamu token. Apakah tidak masalah?"
"Tentu." Alice dengan mudah setuju dengan pembagian item dari Izarel.
Feyn menyerahkan token hitam ke Alice dan menggunakan pedang hitam untuk dirinya sendiri. Ketika Feyn bingung bagaimana cara untuk membuat kontrak dengan pedang itu, tiba-tiba saja, sebuah layar interface muncul.
[Apakah Anda ingin membuat kontrak dengan Sword of Greed? Y/N]
[Pesan: Ketika membuat Kontrak, Class akan berubah menjadi Demonic Swordsman.]
Feyn yang hendak menekan tombol [Yes] tanpa ragu-ragu, menghentikan jarinya ketika melihat pesan sistem.
"Demonic Swordsman?" gumam Feyn merasa sedikit terganggu dengan kata-katanya.
Persepsi masyarakat mengenai Demon sangat tidak bagus. Karena itu, Feyn sedikit ragu dengan kata Demon dalam nama Class itu. Di level awal, Feyn masih membutuhkan pass untuk masuk kota dan berinteraksi dengan para NPC.
Namun, setelah beberapa pertimbangan, Feyn segera menekan tombol [Yes].
[Anda membuat kontrak dengan Sword of Greed.]
[Sword of Greed tidak dapat dijual ataupun dirampas.]
[Class Anda berubah menjadi Demonic Swordsman.]
[Demonic Swordsman.
Atribut diubah menjadi [Dark.]
Ketika mati, penaltinya meningkat 3x dari Class normal.
]
[Anda mendapatkan Skill: Demonic Aura.]
[Skill: Fighting Spirit terintegrasi dengan Skill: Demonic Aura.]
[Demonic Aura(aktif)
Rank: Unik
Level: 1(0%)
Melindungi seluruh tubuh dengan energi sihir murni.
Meningkatkan seluruh status sebanyak 10% selama 1 menit.
Cooldown: 2 menit.
MP Cost: 10
]
[Anda mendapatkan Skill: Demonic Slash.]
[Demonic Slash(aktif)
Rank: Unik
__ADS_1
Level: 1(0%)
Ketika digunakan, Pedang akan dilapisi selaput magic power dengan kemurnian tinggi atau ditembakkan ke musuh dalam jarak 1 meter.
Kekuatan serangan + 10%.
Magic Damage +5%
Cooldown: 6 Detik
MP Cost: 6
]
[Level Anda disetel ulang menjadi level 1.]
"Apa?" Feyn mengerutkan keningnya begitu melihat pesan terakhir.
Tidak ada pemberitahuan tentang hal seperti penurunan level kembali. Feyn segera memeriksa statusnya untuk melihat apakah levelnya benar-benar turun.
"Status."
[Nama: Feyn Austin (Human).
Level: 1 (Exp: 0/120)
Class: Demonic Swordsman
Title: Natural Fighter, Devil Battlefield, Unnamed Hero, Never Give Up, Slayer, Crazy Hunting.
Status:
HP: 145/145
MP: 35/35
Strength: 27 Vitality: 29 Endurance: 12 Agility: 41 Intelligence: 7 Spirit: 12
SP: 0
Skill: Swordsmanship(Lv.3) Dual Sword Mastery(Lv.2) Dual Sword Control(Lv.1) Demonic Aura(Lv.1) Demonic Slash(Lv.1)
]
"Sial. Aku benar-benar turun ke level 1. Game yang sangat busuk." Feyn berbisik pelan mengutuk game yang dirinya sendiri ciptakan.
"Apakah kamu turun menjadi level 1, Feyn?" Alice yang mendengar gerutuan Feyn, bertanya.
Feyn menatap Alice dan mengangguk lemas. "Ya. Bagaimana denganmu?" tanya Feyn balik.
"Tidak. Aku langsung naik ke level 25, kamu tahu?" Alice menjawab dengan jawaban yang membuat Feyn semakin frustasi.
Feyn mengangguk. Dia kemudian berbalik dan berjalan dengan lemas, kepalanya tergantung seperti mayat hidup.
Alice tertawa kecil melihat sikap Feyn. Dia merasa Feyn yang murung juga cukup menyenangkan untuk dilihat. Alice mengikuti Feyn dari belakang setelah mengambil item drop dari Wraith Wolf.
***
Di ruang departemen pengawasan Canaries Corporation, Yoo Ilhan dan stafnya, menatap layar yang berisikan Feyn dan Alice yang mengalahkan Wraith Wolf. Pertarungan itu sangat luar biasa. Namun, mereka sama-sama sekali tidak berekspresi ketika menontonnya.
"Aku kira hanya ada satu orang curang. Namun, satu lagi? Dan, mereka satu party?" Yoo Ilhan bergumam dengan nada lelah. Tidak ada amarah dalam suaranya, dia benar-benar muak sekarang.
Kemudian, munculnya Izarel dan informasi tentang Dunia Bawah yang muncul terlalu awal. Dunia Bawah seharusnya baru muncul ketika game sudah memasuki akhir cerita. Selanjutnya, ketika Izarel menyerahkan Sword of Greed, seluruh ruangan itu menahan nafas mereka. Senjata terkuat yang dibuat untuk konten akhir juga sudah muncul.
"Tuan Ilhan. Bagaimana ini? Izarel, Raja Dunia Bawah muncul dan bahkan menyerahkan dua item penting ke player di babak awal. Bukankah tidak ada lagi keseimbangan dalam game ini?" Seorang staf yang terlihat begitu lelah, bertanya.
Yoo Ilhan hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. "Tidak ada yang bisa kita lakukan. Mereka adalah karakter utama. Bahkan Tuhan tidak bisa membuat sesuatu yang begitu adil untuk karakter utama. Apalagi kita, benar?" Yoo Ilhan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Namun, terdengar begitu meyakinkan.
__ADS_1
Yoo Ilhan kemudian menepuk tangannya untuk mendapatkan perhatian. "Sudah, lakukan saja seperti biasanya. Kita akan lembur lagi untuk dua hari ke depan." Kata-kata Yoo Ilhan terdengar seperti sebuah hukuman bagi semua staf di sana. Mereka mengutuk Feyn dan Alice dalam hati mereka.